Love Abang Duda

Love Abang Duda
ILU OM! Coba mencoba


__ADS_3

Rei melepaskan dekapan itu dan menatap dalam mata istrinya. Mendengar permintaan sang istri membuat Ia ingin memastikannya sekali lagi.


"Yakin mau coba lagi?" Tanya Rei dan dijawab anggukan istrinya.


"Tapi, ntar kamu kesakitan lagi?" Tanyanya lagi. Terlalu khawatir untuknya jika harus memaksa.


Kia menggeleng pelan. "Nggak om! Kita harus bisa." Balasnya.


"Menurut artikel yang aku baca, pertama tuh katanya emang sakit. Tapi lama kelamaan juga nggak." Lanjutnya.


"Iya kah? Ampe baca artikelnya segala?" Tanya Rei memastikan dan dijawab anggukan Kia.


"Iya lah. Sesuatu itu harus dicari tau dulu ilmunya." Balas Kia.


"Pinter banget sih! Istrinya siapa ini?" Puji Rei seraya membelai sayang rambut sang istri.


"Istrinya pak Reihan dong!" Balas Kia, hingga keduanya tergelak.


"Jadi kita coba nih?" Tanya Rei memastikan lagi.


"Kita mana pernah tau kalo gak pernah nyoba." Balas Kia. Hingga mendapat usekan diponinya.


"Ya udah kita coba." Ucap Rei dan diangguki Kia dengan wajah yang sedikit tegang.


"Kamunya jangan tegang rilex aja!" Titah Rei dan kembali diangguki Kia.

__ADS_1


Rei tersenyum melihat raut wajah yang semakin menegang. Ia mendekatkan wajahnya seraya berbisik. "Jangan tegang! Cukup si jack aja yang tegang."


Bisikan itu sukses membuat mata Kia membulat sempurna. Hingga dengan reflek tangannya mencubit dada suaminya, hingga Rei kembali tergelak.


"Jadi gimana ini. Kita mulai dari mana lagi ya?" Tanya Rei.


"Entah! Apa harus diulang dari masuk kamar?" Tanya balik Kia.


"Gak gitu juga sayang!"


Blush


Pipi putih Kia kembali merona. Mendapatkan panggilan itu, membuat la benar-benar tersipu. Untuk pertama kalinya panggilan sayang Ia dengar dari bibir suaminya, sungguh hal itu membuat hati Kia begitu menghangat.


Bibirnya kembali berjalan, menyusuri setiap inci dari mulusnya kulit yang Ia jelajahi. Meninggalkan jejak maha karya disetiap pahatan indah didepannya. Satu tangannya Ia biarkan menyapa sang nona yang mulai membasah dengan perlakuannya. Hingga suara sexy dari bibir sang istri kembali didengarnya.


Dirasa sudah siap, Ia mengarahkan si jack untuk bersemayam dilembahnya. Menyapa si nona kecil yang masih terasa sempit. Kia memejamkan matanya menahan sesak dan sakit dibawah sana, hingga tangannya mencengkram erat punggung suaminya.


Rei terus mencoba mendorong si jack yang mulai berdenyut, mendapati cengkraman erat dari si nonanya. Perlahan namun pasti, si jack pun tenggelam sempurna didalam sarangnya.


Terdengar helaan nafas beradu dari keduanya. Ternyata acara mempersatu bangsa tak segampang yang mereka pikirkan. Hanya ingin mempertemukan kedua sejoli saja harus mengeluarkan tenaga dan keringatnya.


Rei menenggelamkan wajahnya diceruk basah istrinya, mencoba menetralkan rasa luar biasa yang baru pertama Ia rasakan. Begitupun Kia, Ia masih memejamkan matanya merasakan rasa yang sama dengan suaminya.


Setelah dirasa cukup untuk mengambil nafas, Rei mendongak melihat kearah sang istri. Ia tersenyum dan menghapus buliran keringat yang memabsahi dahi istrinya.

__ADS_1


"I Love you, Askia!" Ucapnya seraya mencium keningnya.


"I Love you too, Reihan!" Balas Kia.


Rei kembali meraup bibir manis itu dengan mencoba menggerkaan dirinya perlahan. Mencoba menggali rasa yang ingin Ia ketahui. Cengkaraman dipunggungnya kian erat, hingga membuat dirinya semkin liar.


Rasa sakit yang dirasa Kia, kini berubah menjadi rasa kian bergelora. Ia pun ikut melayang dibuatnya, hingga ingin ikut mencari titik luar biasa itu.


"Uhh!! Kiyy..."


"Mmmm omhh!!!"


******* silih bersahutan didalam ruangan terang benderang itu. Cahaya mentari yang hampir mencapai garis khatulistiwa, menemani aktifitas membara yang dilakukan pengantin baru itu. Bahkan dinginnya AC tak mampu mendinginkan hawa panas yang keduanya ciptakan.


Hingga entah dimenit keberapa, Rei sudah tumbang terlebih dahulu. Si jack yang sudah tak mampu menahan larva yang membuncah pun, sukses menyemburkannya kedalam rahim terdalam sang istri diiringi erangan panjang dari bibir sexy nya.


Terdengar napas memburu dan saling bersahutan dari keduanya, disertai juga keringat yang bercucuran membasahi seuluruh tubuhnya.


"Maaf! Om kalah duluan. Ntar kita ngulang."


******************


Hareudang euyy🙈


Ada yang mau kasih kopi atau bunganya? Udah kasih crazy up ini🤭

__ADS_1


__ADS_2