Love Abang Duda

Love Abang Duda
ILU OM! Dilabrak


__ADS_3

Kini para peserta tengah melakukan istirahat terlebih dahulu. Kia tengah duduk di sebuah bangku panjang menunggu sang pacar yang tengah membelikannya makanan. Ia terus mengibas-ibaskan tangannya kala terik mentari mencapai garis khatulistiwa. Hingga seseorang datang menghampirinya.


"Hai!" Sapanya.


Kia menoleh dan mengerutkan dahinya, kala seorang pemuda menyaapnya dengan menyunggingkan senyuman manisnya.


"Boleh duduk!" Izinnya.


Belum juga Kia menimpalinya si pemuda sudah duduk terlebih dahulu disebelah dirinya. Kia semakin mengerutkan dahinya kala tiba-tiba saja si pemuda menyodorkan tangannya.


"Kenalin, aku Azril." Ucapnya dengan senyuman manisnya.


Kia tersenyum kaku menimpali hal itu. Ia hanya menatap tangan yang terulur didepannya. Ia hendak menjabat tangan itu, namun tiba-tiba suara gadis mengalihkan atensi mereka.


"Bagus ya, aku cariin kemana-mana. Eh tau-taunya disini." Ucapnya dengan nada sinis dan tangannya yang Ia lipat didada.


Kia menaikan satu alisnya dengan wajah heran melihat gadis yang datang misuh-misuh padanya.


"Hei lu!" Ucapnya menunjuk kearah Kia. "Gadis kecil kek lu udah berani ya mau jadi pelakor." Lanjutnya. Kia pun melongo mendengar ucapan sang gadis.


"Lu juga punya pacar kan? Gak usah ganggu pacar orang." Tuduhnya. Namun Kia masih terdiam dengan wajah menatap heran kearah sang gadis.


"Cukup Sel! Lu udah keterlaluan." Ucap Azril tegas.


"Kamu belain dia?" Tanya Sella tak terima.


"Omongan lu tuh udah keterlaluan!" Balas Azril dengan sengit.


Kia yang melihat perdebatan keduanya memilih untuk meninggalkan mereka. Ia berdiri membuat perdebatan merak berhenti.


"Eh! Lu mau kemana?" Tahan gadis yang tengah tersulut emosi itu, mencekal lengan Kia.


"Pergi." Balasnya singkat.


"Cih. Setelah lu buat gue sama pacar gue ribut. Iya?" Sungut gadis yang diperkirakan lebih tua usianya dari Kia itu.


Kia tersenyum menanggapi itu. Ia cekal pergelangan tangan yang tengah mencekalnya sedikit keras, hingga cekalan itu terlepas dan menggehempasnya kasar.


"Maaf ya mbaknya. Saya gak kenal mbak, maupun mas nya. Dan saya juga gak mau kenal dan gak mau tau urusan kalian." Ucapnya dengan senyuman manis yang membuat gadis didepannya membelakak tak percaya dengan ucapan gadisnya. "Permisi!" Lanjutnya dan berlenggang meninggalkan keduanya.


Kia berjalan dengan perasaan dongkol. Bisa-bisanya Ia dilabarak orang yang tak Ia kenal. Dilabrak setiap gadis adalah hal biasa untuknya. Menjadi sahabat sang cassanova tentu membuat Ia menjadi sasaran para gadis yang pernah memiliki hubungan dengan sahabat brengseknya itu. Namun hal itu selalu bisa Ia atasi. Dan sekarang mendapatkan hal seperti itu dari orang yang tak Ia kenal tentu membuatnya merasa aneh dan juga kesal.


Karena terlalu fokus menatap jalan yang Ia tapaki dengan gerituan kesal, dirinya sampai menabrak seseorang didepannya.

__ADS_1


Dug!!


"Awww!" Pekiknya meraba keningnya yang menabarakkm sesuatu didepan.


"Kamu gak papa de?"


Ternyata sang pacarlah yang Ia tabrak. Rei mengusap lembut kening sang gadis yang sukses mencium dada bidangnya itu.


"Om!" Ucapnya.


Rei menyikap poni sang pacar dan melihat kening yang untungnya tak apa-apa itu. Lalu mengecupnya sedikit lama. Kia terpaku mendapat perlakuan tak terduga itu. Pipinya memerah kala keduanya jadi tontonan orang yang berlalu lalang.


"O-om!" Panggilnya gugup. Dengan mata melirik kiri dan kanan bergantian melihat orang-orang yang tengah memperhatikan mereka.


Namun sepertinya pemuda tampan itu terlalu menikmati sentuhan yang Ia berikan didahi sang gadis. Kia yang tak mendapati pergerakan dari sang pacar mencubit gemas roti sobeknya. Hingga sukses membuat Ia terlonjak kaget dan meringis.


"Awww!! Sakit de." Ringisnya seraya menjauhkan wajahnya dari gadisnya itu.


"Lagian sih om. Malu tuh dilihatin orang." Bisik Kia membuat sang pacar tersenyum.


"Biarin aja. Biar seluruh dunia tau. Kamu, hanya milik om." Balas Rei dengan senyuman yang sama yang selalu menggetarkan hatinya. Hingga Ia pun tertular senyum itu dengan semburat merah dipipinya.


Kriuk~ Kriuk~


*


"Emm.. Wini wenak om!" Ucap Kia dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"Pelan-pelan de, ntar keselek!" Baru juga ucapan Rei diujung lidah, tiba-tiba saja.


"Uhuk! Uhuk!"


Benar saja Kia tersedak hingga makanan pun keluar kembali, bahkan ada yang keluar dari hidungnya juga. Dengan sigap sang pacar segera mengambil tissue untuk membersihkan mulut dan hidungnya dengan menepuk pelan pundaknya pula.


Setelah dengan telaten membersihkan wajah sang gadis dengan telaten, Rei juga segera mengambil air botol yang tadi Ia beli. Hingga gadisnya pun menegaknya.


"Om kan udah sering bilang, kalo lagi makan tuh jangan suka ngobrol! Keselek kan jadinya." Peringat sang om seraya mengambil botol dari tangan gadisnya dan menutupnya kembali.


Kia tak menimpalinya. Ia masih menarik dan menghembuskan nafasnya teratur untuk menetralkan rasa sakit pada organ pernafasannya.


"Gimana? Udah enakan?" Tanya Rei dan hanya dijawab anggukan oleh gadisnya itu.


Rei mengusap tetesan air yamg bercucuran didahi gadisnya. Sungguh hal itu membuat Ia benar-benar merasa khawatir. "Ya udah, kita pulang aja ya!" Ajaknya.

__ADS_1


"Nggak om. Kita harus nyelesain dulu lombanya!" Protes Kia. "Aku kan pengen menang." Lanjutnya dengan senyum yang kembali mengembang.


Sepertinya gadisnya ini tengah berusaha baik-baik saja dihadapi sang pacar. Rei yang mengerti itu tersenyum Ia tarik hidung yang memerah itu. "Pasti ini masih sakit kan?" Tanyanya.


"Paan? Nggak kok! Ini udah gak sakit." Sangkalnya.


"Bener ya?" Ucap sang pacar dengan jahilnya memencet hidumg itu dan tergelak.


Kia memukul lengan sang pacar, hingga tangannya pun terlepas dari hidung yang kian memerah itu. Rei semakin tergelak melihat wajah memberenggut gadisnya yang kian menggemaskan dimatanya.


Ia kecup sekilas bibir yang memaju itu dan terkekeh. "Ihhh om!!" Rengek Kia tersipu. Hingga bibir yang tadinya maju, kini masuk kedalam dan digigitnya gemas.


"Aaa!!" Rei menyodorkan sendok yang sudah terisi makanan diatasnya


Dengan cepat Kia pun menyambar sendok itu. Rei kembali menyunggingkan senyumnya dan mengelap sisa caus dibibir ranum sang gadis dengan ibu jarinya, lalu menge mutnya.


"Emm manis!"


Perlakuan sang pacar sungguh membuat Kia ingin terbang melayang. Meleleh sudah hatinya diperlakukan semanis itu.


"Nih! Habisin makanannya ya! Inget pelan-pelan aja!" Peringat Rei untuk kesekian kalinya seraya menyodorkan kembali sendoknya.


Tak terasa makananpun tandas tak tersisa, mereka makan bersama dari satu sendok yang sama. Hingga tiba lomba pun kembali akan segera dilaksanakan.


"Pokoknya ya om, kali ini kita harus menang lagi." Ucap Kia dengan semangat.


"Iya. Kita usahain menang ya!" Balas sang pacar, hingga Ia tersenyum.


**


"Oke! Babak selanjutnya, menggendong pasangannya masing-masing. Siapa yang bisa bertahan paling lama, dialah pemenangnya." Tutur sang MC pada kelima peserta pasangan yang tersisa.


Para cowok pun mulai menggendong pasangannya masing-masing.


"Hati-hati om aku berat!" Bisik Kia.


Rei tersenyum menangagpinya. "Kamu tenang aja," ucap Rei menjeda ucpannya.


"Berat tububmu tak seberapa, dibanding rasa cinta om sama kamu yang luar biasa!" Lanjutnya.


**************


Jangan lupa jejakny yaa gaiss🤗

__ADS_1


Maaf Sensen gak up lagi, besok aja up nya yaa😅


__ADS_2