Love Abang Duda

Love Abang Duda
ILU OM! Kejutan


__ADS_3

Hari yang dinanti pun tiba. Acara resepsi diadakan disebuah ballroom salah satu hotel terkenal dikota itu. Banyak tamu undangan yang sudah memasuki tempat tersebut. Semua keluarga juga sudah hadir dan menyanbut para tamu. Bahkan Aska sudah kembali dari Istanbul sehari sebelum resepsi pernikahan sang adik digelar.


"Gimana sayang udah siap?" Tanya Rei pada sang istri yang baru selesai dirias sang MUA.


Kini keduanya tengah berada disalah satu kamar khusus yang sudah disediakan.


Kia menghembuskan napasnya panjang. Meski ini bukan acara akad, namun tetap saja hari ini begitu menegangkan baginya. "Aku tegang om!" Balasnya.


"Kamu gak usah tegang, santai aja." Balas Rei seraya memegang kedua bahu wanita cantik didepannya.


Kia tersenyum menanggapi hal itu. Tak ada yang berubah dari sang suami. Ia elus punggung tangan yang bertengger dibahunya itu. "Maksih ya, om sayang!" Ucap Kia manja, hingga usekan Ia dapat dari pria hebat dibelakangnya.


"Keluar sekarang?" Tanya Kia.


"Bentar, om ke kamar mandi dulu." Balas Rei dan diangguki sang istri.


Rei berlenggang kekamar mandi, meninggalkan Kia yang tengah duduk didepan meja rias seorang diri. Hingga terdengar ketukan dipintu yang membuat Ia menoleh. Ia mengizinkan seseorang yang hendak masuk dari balik pintu tersebut.


Ceklek!


Pintu terbuka hingga menampakan seorang pria tampan yang tengah tersenyum pada gadis cantik sang mempelai wanita itu. Dan disambut senyuman manis pula oleh Kia.


"Aka!"

__ADS_1


Kia berdiri menyambut sang kakak yang menghampirinya. Ia tidak mengetahui kedatangan sang kakak yang memberi kejutan padanya. Ia merentangkan tangan dengan mata berkaca-kaca. Satu tahun tak bertemu membuat kerinduan yang selama itu terpendam, tertumpuk dan kini terpecah sudah.


Dekapan hangat didapat gadis itu dari pria yang begitu erat memeluknya. Air matanya lolos begitu saja, menumpahkan rasa yang selalu mengganjal dihati.


"Dede kangen aka!" Lirih Kia dengan nada sendu.


"Aka juga! Kangen banget sama dede." Balas Aska. Air matanya juga lolos begitu saja.


Aska melerai dekapan itu, Ia tangkup kedua pipi sang gadis, mengusap lembut lelehan dipipi cantik itu dengan lembut. "Jangan nangis lagi. Make up kamu luntur tuh!"


Ledekan sang kakak tak Ia pedulikan. Ia masih harus mengeluarkan air mata itu. Entah kenapa akhir-akhir ini Kia menjadi melow. Banyak hal yang selalu membuat gadis cantik itu tiba-tiba saja baper.


"Udah dong nangisnya. Aka kan sekarang disini." Bujuk Aska mencoba menenangkan sang adik.


Kia mulai meredakan tangisnya dan mulai mengeluarkan kata-katanya meski patah-patah. "Aka ke-kenapa gak bi-bilang. Ka-kalo aka pulang!" Ucapnya terbata-bata.


Aska tersenyum melihat ekspresi lucu adik kesayangannya. Mengingat hal itu Ia jadi teringat adik sepupunya. Sampai saat ini Ia juga belum bertemu dengannya.


"Kalo aka kasih tau, namanya bukan kejutan dong." Jawab Aska terkekeh.


"Ishhh aka jahat! Jadi sengaja bilang gak akan pulang?" Protes Kia dengan bibir maju kedepan dengan suara yang kini sudah normal kembali.


Aska tertawa mendengar itu. Adiknya itu tak pernah berubah, meski sudah menjadi seorang istri. Dimata sang kakak, Ia tetaplah adik manjanya.

__ADS_1


"Oh iya, aka pulang sendiri?" Pertanyaan Kia membuat Aska menautkan alisnya tak mengerti.


"Ya sendiri lah, emang menurut kamu sama siapa?" Tanya Aska.


"Ya kali, aka pulang sama calon istri. Ada gitu gadis cantik orang sana yang mau sama aka nya dede yang ganteng ini." Goda Kia seraya menjewel kedua pipi sang kakak.


Aska tersenyum menaggapi itu. Ia pun bingung dengan dirinya yang tak bisa membuka hati untuk gadis manapun. Entah dimana hatinya tertinggal. Untuk sekarang Ia tak ingin memikirkan hal itu.


"Aka harus move on dong dari kak Sensen. Dia aja udah bahagia sama kak Abi. Aka juga harus bahagia dong." Balas Kia.


"Kamu tuh so tau, siapa juga yang harus move on. Lagian kasih sayang Aka sama Sensen tuh, hanya sebatas kasih sayang seorang kakak sama adiknya. Tak jauh seperti aka sama kamu." Balas Aska.


"Mungkin dulu tuh, aka cuma merasa terlalu khawatir aja. Takut adik-adik aka tersakiti." Lanjutnya dan dibalas pelukan oleh sang adik.


"Makasih aka, selalu menjaga adik-adiknya dengan baik. Dede doain, aka selalu bahagia. Aka segera dapat jodoh juga, biar dede cepet dapat kakak ipar." Ucap Kia disertai kekehan.


Aska tersenyum kembali, lalu Ia usap punggung sang adik. dalam hati Ia mengaminkan doa-doa adik cerewet yang selalu memberi semangat untuknya itu.


'Entah dimana, Tuhan menyembunyikanmu?' Batinnya.


*************


Tinggalkan jejaknya jangan lupa yaa!! kasih like dan komennya juga🤗

__ADS_1


__ADS_2