Love Abang Duda

Love Abang Duda
Bab 28 Pulang


__ADS_3

Senja menyapa ketiga makhluk yang masih asyik bercanda ria diatas hamparan rerumputan nan hijau. Mereka seperti enggan untuk beranjak dari kebersamaan yang tak bisa setiap saat mereka rasakan. Namun mereka harus segera pulang, mengingat balita gembilnya yang hampir terlelap dipangkuan sang Onty.


"Udah yuk! Kita pulang ya!" Ajak bang Age dan diiyakan sang gadis. Keduanya berjalan memasuki mobil dengan baby Aska yang sudah tak berdaya digendongan Onty nya.


"Kasihan, kamu pasti pegel. Dedenya kan berat?" Tanya bang Age merasa khawatir pada gadisnya itu.


"Nggak bang. Dede gak terlalu berat kok!" Timpalnya tersenyum membuat bang Age yang menengok sekilas ikut tersenyum dengan satu tangannya mengelus kepala gadisnya sayang.


**


Tak berselang lama mobilpun sampai dikediamannya. Keduanya turun dengan Siska kembali menggendong baby kesayangannya yang sudah terlelap tenang. Sang Papih ingin mengambil alih balitanya namun ditolak Siska. Ia tak mau kalau sampai sang baby kembali bangun dan membuatnya rewel, apalagi kalau sampai mengetahui Onty imutnya itu pulang.


"Assalamualaikum!"


"Walaikumsalam!"


Ketiganya masuk dan mendapati satu keluarga yang dari kemarin tak Ia temui berada disana. Siska tersenyum melihat siapa yang duduk dengan perutnya yang membuncit juga balita yang seumuran baby Aska dan seorang pria yang seumuran dengan abangnya, tengah bersandar disofa diruangan depan. Kakak angkat yang sebentar lagi berganti status menjadi adik iparnya ternyata tengah berkunjung disana.


"Aka bobo ya Sis?" Tanya Ayra.


"Iya nih. Aku tidurin dulu ya!" Pamitnya dan dijawab anggukan calon adik iparnya itu. Bang Age ikut masuk ke kamarnya membuntuti sang gadis.


Siska yang tak mengetahui sang abang mengikutinya dibuat terkejut kala Ia berbalik dan menabrak dada abangnya setelah menidurkan baby kesayangannya.


Dug!


Jidat Siska menabrak dada bidang yang kokoh dan nyaman itu membuat Siska mengusap dadanya. Agak aneh juga, yang sakit dijidat yang diusap malah dada ya?


"Ya ampun! Abang ihh.. Ngagetin aja." Omel Siska menghembuskan nafasnya panjang.


Bang Age tersenyum melihat ekspresi gadisnya itu. Sepertinya Ia mulai menyukai semua ekspresi apapun dari sang gadis.


Siska yang melihat abangnya senyum-senyum tak jelas merasa heran, hingga Ia menarik sebelah alisnya. "Abang napa sih?" Tanyanya heran.


Bang Age berdehem untuk menutupi tingkah anehnya. "Nggak!" Elaknya. "Oh iya, kamu beneran mau pulang sekarang?" Tanyanya.


"He'em!" Jawab Siska mengangguk. "Besok kan akunya mulai masuk sekolah."


Bang Age menghembuskan nafasnya berat. Sebenarnya Ia masih ingin menghabiskan waktunya bersama sang gadis. Namun apalah daya, takdirnya yang harus memiliki kekasih anak sekolahan tentu harus membuat Ia mengalah.


Siska yang tau kegundahan sang abang tersenyum, Ia tangkup kedua pipi itu dan mendekatkan kearahnya. Ia kecup sekilas bibir sexy abangnya. "Abang tenang aja, gak akan lama lagi kita akan bersama. Tinggal beberapa bulan lagi. Setelah lulus aku akan ikuti semua kemauan abang." Tuturnya.


"Abang juga harus percaya sama aku, biarpun kita jauh. LDR an gitu, tapi kita selalu dekat. Disni!" Siska memegang sebelah tangan abangnya dan menempelkan didadanya. "Akan kupastikan, hati ini hanya milik abang!" Ucapnya tersenyum.

__ADS_1


Bang Age tersenyum. "Apa kamu sendiri percaya sama abang?" Tanyanya menatap lekat manik itu.


"Tentu. Aku akan selalu percaya sama abang. Sejauh mana jarak memisahkan kita, namun cinta tau kemana Ia harus pulang." Tutur Siska.


"Abang percaya sama kamu dan akan selalu begitu."


Keduanya sudah mengikis jarak, mata keduanya sudah terkunci, menatap dalam merasakan buncahan didada keduanya. Hingga bang Age menundukan wajahnya hendak meraih benda kenyal yang sempat kena tikung putranya itu, hingga tinggal beberapa senti, ketukan pintu membuat Siska terlonjak dan dengan reflek segera mundur.


Bang Age memejamkan matanya dan menarik nafasnya dalam-dalam. Tau siapa yang suka tak kira-kira mengetuk pintu seperti itu.


"Siapa bang?" Tanya Siska.


"Ay! Berisik!!!" Teriak sang abang.


"Ihh.. abang kenapa teriak-teriak? Itu kalo dedenya bangun lagi gimana?" Omel Siska hingga mencubit roti sobek yang tertutup kaosnya gemas membuat abangnya tertawa.


Siska kembali menengok melihat baby nya, yang ternyata masih anteng dengan tidurnya. Tanpa terganggu denga teriakan Papihnya itu. "Untung aja gak bangun. Kalo bangun gimana coba aku bisa pulang?" Gerutu Siska.


"Iya! Iya, maaf!" Sesal bang Age menarik kedua pipi gadisnya membuat Siska mengaduh.


"Udah ah! Aku mau keluar, gak enak sama mereka." Ucap Siska namun tubuhnya ditahan sang abang.


"Ethh ntar dulu!"


"Yang tadi gimana belom diteursin?"


"Ya udah sii, ntar lagi. Nggak enak juga kalo kita berduaan lama-lama disini."


"Ya udah, yuk kita bikin enak."


"Ishh! Abang apaan sih!" Siska mencebikan bibirnya membuat abangnya tertawa kecil.


"Ya deh, ayo keluar! Tapi ingat, jangan terlalu lama ngobrol sama si Ay! Dia tuh kalo ngajak ngobrol, nyerocos mulu. Ntar waktu kita berdua terbuang nanggepin tuh anak." Tutur bang Age.


"Kak Ay ibu-ibu bang bukan anak!" Timpal Siska cekikikan membuat abangnya berdecak.


"Ya pokoknya gitu we lah.. Kita harus segera pergi."


"Jadi abang usir aku nih?" Sindir Siska.


"Eh! Eh! Nggak, nggak gitu! Maksudnya, kita pergi buat ngabisin waktu kita berdua gitu. Abang kan masih kangen sama kamu. Masih banyak hal yang harus kita obrolin dan kita lakukan. Abang juga belom kasih pelajaran berikutnya sama kamu."


"Pelajaran? Pelajaran apa?" Tanya Siska heran.

__ADS_1


"Cara mengukur rasa dan menyeimbangkan kedua benda yang masih kaku untuk bergerak." Timpalnya membuat Siska melipatkan dahinya bekali-kali lipat.


"Ini aku yang kurang pintar apa abang yang terlalu pandai? Kok otakku gak nyampe yaa?" Tanya Siska bingung.


"Udah, ntar abang kasih tau. Yuk! Katanya mau keluar?" Ajaknya. Tangan Siska yang sudah digenggam membut Ia dengan pasrah mengikuti langkah sang abang.


Keduanya keluar dan langsung mendapat cecaran pertanyaan dari sang bumil. Ayra menanyakan perihal hubungan keduanya yang sudah menjadi sepasang kekasih namun tanpa status pacaran itu.


Dan benar saja, si ibu hamil itu kalo sudah memulai kata-katanya tak bisa berhenti begitu saja. Apalagi Siska yang satu server dengannya, tentu langsung conect. Seperti memiliki sinyal terkuat, keduanya kompak dalam melakukan tanya jawab.


"Udah! Ntar lagi ngobrolnya, ini udah malam. Siska harus pulang. Kasihan besok harus sekolah juga!" Peringat bang Age.


"Bentar lagi lah bang. Baru juga jam tujuh." Timpal Ayra.


"Dari sini sampe desa butuh waktu. Udah ayo! Ntar ibu khawatir." Ajaknya lagi dan dijawab anggukan Siska.


Akhirnya Ayra pasrah membiarkan adik angkat yang sebentar lagi akan menjadi kakak iparnya itu untuk pulang.


Setelah berpamitan pada seluruh penghuni rumah, keduanya memasuki mobil. Namun bang Age tak kunjung menyalakan mesinnya.


"Kenapa bang?" Tanya Siska heran.


"Jangan langsung pulang kerumah ya!"


"Emang mau kemana?" Tanyanya lagi.


"Kita ke KUA dulu." Balas bang Age, hingga keduanya tergelak.


***********


Sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadhan😇 Mak othor mau meminta maaf pada readers semua, kalo-kalo ada salah🙏 Da aku mah gini orangnya, suka banget bercanda yaa! Kalo ada kata yang kurang berkenan, tolong jangan dimasukin ke hati🙏


Mohon maaf lahir bathin😇


.



Ini yang udah siap bawa ke KUA🤭



Ini yang mau dapet pelajaran lagi😂

__ADS_1


__ADS_2