Love Abang Duda

Love Abang Duda
ILU OM! Pasangan Bucin


__ADS_3

"Oke! Semua siap?"


Instruksi dari sang MC membuat para penonton riuh dengan sorak sorai dan tepuk tangan. Semua peserta sudah siap diposisinya masing-masing. Mereka berjejer saling behadapan dengan setiap pasangannya, dengan balon yang diapit diantara kepala keduanya.


Musik pun dimulai, mereka di instruksikan untuk menggerakan tubuhnya dengan mempertahankan balon yanh mereka apit. Lagu DJ yang trend dari toktok mengiringi gerakan mereka yang dituntut untuk lincah.


Sudah ada beberapa peserta yang tumbang dan tak dapat mepertahankan balonnya. Hingga mereka harus keluar dan di diskualifikasi. Berbeda dengan sepasang sejoli ini, yang masih stay mempertahankan balonnya.


"Joget nya biasa aja de, biar balonnya gak jatuh!" Titah Rei.


"Ini juga biasa om. Aku cuma nikamtin musiknya aja." Sangkal Kia, yang padahal begitu hebohnya Ia menggerakan seluruh anggota tubuhnya.


Rei hanya membuang nafasnya pelan, seraya menyeimbangi balonnya yang hampir jatuh. Lama permainan itu terus berlanjut hingga menyisakan sepuluh pasangan saja. Bahkan pasangan baru itu hampir hilnag keseimbangan. Balon yang diapit sudah berada dipucuk kepala keduanya dan hampir jatuh.


"Om! Hati-hati om! Awas lepas om! Diem jangan gerak!" Cerocos Kia dengan hebohnya.


Rei tersenyum menanggapi itu, perasaan bukan dirinya yang harus diam. Tapi gadisnya lah yang harus diem. Karena semakin Ia banyak ngoceh, balonnya kian ingin terbang melayang.


"Satu.. Dua.. Tigaa! Prittttt...."


Suara peluit menekik, mengakhiri game pertama. Balon pun terbang dari apitan sejoli itu, hingga wajah keduanya bertemu dan benda kenyal itu pun menempel sempurna.


Deg!


Keduanya terpaku sekejap hingga sorakan dan tepuk tangan membuyarkan konsentrasi mereka yang hampir saja menikmati itu. Kia menundukan kepalanaya merasa malu pada semua orang disana. Rei tersenyum dan menarik sang gadis kedalam dekapannya. Hingga semua orang semakin riuh dengan tingkaj sejoli itu.


"Oke! Oke! Sepertinya pasangan ini paling bucin diantara yang lainnya ya!" Ucap sang MC membut suasana kian riuh. "Kita lihat mereka bakal bisa bertahan atau nggak nih dibabak selanjutnya." Lanjutnya. Sorak sorai begitu bergemuruh dari mereka.


"Ya udah kita mulai acara selanjutnya, oke!" Lanjutnya dan diiyakan semua peserta.


**


"Om, ini ikatnya gimana?" Tanya Kia merasa bingung dengan ikat sepatu yang harus diikatkan bersama dengan sang pacar.

__ADS_1


"Mana sini, biar om yang ikat." Balas Rei seraya mengambil alih tali yang sudah dipegang gadisnya.


Ternyata percakapan keduanya terdengar jelas oleh salah satu peserta disana dan menjadi perhatiannya.


'Om?' Batinnya. Ia terus memperhatikan gerak gerik keduanya, hingga suara pasangannya menglihkan atensinya.


"Ihhh.. Yang! Nagapain sih ngeliahtin mereka mulu." Rengek seorang gadis yabg menjadi pasangannya itu.


"Jangan bilang kamu tertarik sama cewek itu." Selidiknya penuh curiga, dengan bibir yang mengerucut kedepan.


Si pemuda hanya memutar bola matanya malas dan enggaan menimpalinya. Ia menunduk dan mengikatkan tali sepatu keduanya.


"Yang ihh!! Kok akunya di cuekin sih!" Rengeknya lagi dengan manja.


"Yang!!" Si gadis tak berhenti merengek, hingga membuat pacarnya berdecak kesal.


"Ck! Berisik! Bisa gak sih lu diem." Peringatnya dengan suara keras, hingga sukses membuat peserta lain menolehkan atensinya pada pasangan itu. Begitupun Rei dan Kia yang ikut menoleh.


"Mereka kenapa om?" Tanya Kia merasa sedikit shok melihat seorang cowok yang berani membentak seorang cewek.


"Entah! Mungkin mereka lagi berantem." Balas Rei dan kembali fokus pada tali sepatu yang harus diikat bersama itu.


Kia kembali mengalihkan atensinya pada sang pacar dengan berbagai pertanyaan dibenaknya. "Om!" Panggilnya.


"Hem?" Balas sang om dengan tak mengalihkan aktifitisanya.


"Apa kita juga bakal kek gitu?" Tanyanya lagi, seraya memperhatikan gadis tadi yang tengah memberenggut dengan mata berkaca-kaca.


Seketika pertanyaan Kia membuat sang pacar mendongak kearahnya dan atensinya mengikuti arah tatapan gadisnya itu. Kemudian tatapnnya beralih kembali pada wajah cantik sang pacar, lalu tersenyum seraya mengusek poninya gemas. Hingga atensi sang gadis beralih padanya.


"Menurutmu, apa om kek gitu?" Tanya Rei balik.


Kia tersenyum kearah sang pacar. Tentu itu tak akan terjadi. Om nya yang sekarang berstatuskan pacarnya ini tak pernah berkata kasar apalagi membentaknya. Jika Ia salahpun, sang pacar hanya akan mengomelinya. Bahkan tak terdengar sebuah omelan, hanya terdengar sebuah nasehat dengan suara lembut yang menggetarkan hatinya.

__ADS_1


Ia dekap lengan sang om manja dengan menggelengkan kepalanya seraya mendongakan wajahnya. "Om tersegalanya!" Uacpnya manja, hingga membuat sang pacar tersenyum dan mencubit hidungnya gemas.


Gelak tawa terdengar renyah dari pasangan bucin itu. Si gadis yang tadi dapat bentakan dari kekasihnya itu memutar bola matanya malas melihat adegan yang tak pernah Ia rasakan dengan sang pacar. Begitupun sang pemuda, diam-diam matanya melirik kearah pasangan itu dengan tatapan yang entahlah.


**


"Oke! Gimana semua peserta udah siap kembali?" Tanya sang MC.


"Udah!!!" Jawab mereka serempak.


Para pasangan itu sudah siap digaris start dengan sepatu keduanya yang terikat. Mereka akan berjalan bersama, dan harus bisa menyeimbangkan diri. Karena kalau tidak, mereka akan tersungkur bersama dan akan keluar dari permainan. Hingga tak akan masuk ke babak selanjutnya.


"Oke! Kita mulai. Satu... Dua.. Tiiigaaa... Prittt!!"


Semua peseta sudah mulai berjalan. Sepasang sejoli yang tengah bucin itu begitu kompak dalam menggerakan kakinya. Bahkan Kia terus bergumam untuk memberi kode pada sang pacar agar tak tertukar saat melangkah.


"Solo!" Kata itu mengisyaratkan agar kaki keduanya yang tak terikat yang bergerak maju.


"Duo!" Kata yang ini mengisyaratkan agar kaki yang terikat bersama yang bergerak maju.


Hingga terus seperti itu. Dan benar saja, instruksi itu membuat gerakan mereka kompak. Ini bukan pertama kali mereka melakukan hal itu. Perlombaan yang sering mereka lakukan sejak kecil dulu, kala ikut lomba Agustusan. Dan mereka akan melakukannya bersama. Jadi tak heran, jika mereka melakukannya dengan apik tanpa ada keraguan sama sekali.


"Yey!" Sorak Kia girang, kala meraka sudah mencapai garis finish lebih dulu.


Ia peluk tubuh sang pacar dengan girang dan tentu dibalas dekapan tak kalah erat dari pacarnya itu. "Yey! Kita menang." Pekiknya lagi.


"Belum de. Masih ada lagi tantangannya." Ucap Rei seraya melepas dekapannya.


"Yah! Padahal kita udah menang ya om." Balas Kia dengan wajah sendu.


"Gak papa. Babak selanjutnya, kita menangin lagi ya!" Bujuk sang paacr seraya membelai rambut sang gadis dalam rangkulannya dan dibalas anggukan serta senyuman manis gadis cantik itu.


Interaksi mereka kembali jadi perhatian permuda yang diam-diam terus memperhatikan keduanya. Ia menarik satu sudut bibirnya melihat pemandangan didepannya. 'Manis!' Batinnya.

__ADS_1


**************


Jangan lupa jejaknya yaa! Biasakan kasih jempol setelah selesai membacašŸ¤— Kasih komenan kalian juga buat pasangan bucin ini. Yuk ramaikan kolom komentarnya! Biar mak othornya gak kesepianšŸ˜‚


__ADS_2