Love Abang Duda

Love Abang Duda
Bab 97 CCTV


__ADS_3

"Assalamualaikum!"


"Waalikumsalam!"


Siska yang tengah membuat makan malam menghampiri suaminya terlebih dahulu yang baru pulang dari kantor.


Ia sambar tangan kanannya dan mencium punggungnya takzim. Tak lupa juga Ia menyambar bibir lelahnya untuk membangkitkan semangatnya lagi. Disertai senyuman manis yang mampu membuat sang suami melengkungkan bibirnya.


Bang Age memeluk tubuh itu seraya mengangkatnya sedikit membuat Siska memekik kaget hingga keduanya tertawa.


"Pih!" Sapa balita tampan yang menghampirinya.


Bang Age meghentikan aksinya dan menoleh. Ia tersenyum melihat jagoannya yang sudah melipat tangan didadanya. Ia turunkan sang istri dan menghampirinya. Siska hanya menggelengkan kepala seraya berlenggang kembali kedapur.


"Hay boy!" Sapa bang Age seraya berjongkok, mensejajarkan tingginya dengan sang putra. Ia usek pucuk kepalanya dan mencium keningnya.


"Iya. Maaf! Papih gak tau kalo kamu lihat." Tututnya yang tau air muka sang putra tak bersahabat.


Aska yang selalu cemburu melihat sang Papih dan timomnya bermanja-manjaan, membuat sang Papih harus mengerti itu. Jika didepan sang putra Ia harus menjaga jarak dengan istrinya. Ia harus menahan diri agar tak nyosor sang istri atau Ia akan dicuekin putranya berhari-hari.


"Udah dong, jangan ngambek!" Bujuknya, namun tak dihirukan balita yang tengah merajuk itu. "Dedenya mana? Aka ajak main gak?" Tanyanya mengalihkan perhatian.


"Dede mbo." Jawabnya singkat membuat sang Papih tersenyium dan mengusek pucuk kepalanya gemas.


"Sini peluk Papih!" Titahnya seraya merentangkan tangan. Namun balita itu masih terdiam.


"Ayo dong! Peluk Papih! Papih kangen nih. Udah berapa jam ya kita gak ketemu?" Bujuk sang papih dengan senyum yang tak luntur dari bibirnya dan tangan yang senantiasa Ia rentangkan.


Aska melirik papinya. Ia melihat raut wajah sang Papih yang seperti tengah memelas. Akhirnya dengan sifat mengasihinya, Ia berhambur masuk kedalam dekapan sang Papih.


Bang Age tersenyum lebar seraya mengelus rambutnya sayang. Tak lupa Ia juga membubuhkan ciuman hangat diseluruh wajah putranya. Ia angkat tubuh putranya dan menggendongnya menuju sofa depan tv dimana putri cantiknya tengah terlelap disana.


Ia menurunkan sang putra untuk menyapa putrinya. "Uhhh! Putri papih lagi bobo ya?" Tanyanya seraya menciumi wajah cantiknya.


"Dedenya anteng kan, gak nangis?" Tanyanya pada putranya.


Aska menggeleng. "Nda. Dede anten. Mbo teyus!" Timpalnya.


Bang Age tersenyum mendengar jawaban putranya seraya kembali membelai kepalanya. Rasa penatnya hilang terobati dengan senyum dari keluarga kecilnya.

__ADS_1


"Abang mandi dulu gih! Aku udah siapain air hangat!" Teriak Siska dari dapur.


"Iya sayang!" Balasnya.


"Aka udah mandi belum?" Tanya sang Papih dan dijawab gelengan olehnya.


"Ya udah. Aka mandi sama papih ya!" Ajaknya.


"Keh!"


"Sayang! Abang mandi sama Aka ya! Dedenya kita tinggal!" Teriak bang Age dan diiyakan Siska.


Ia berlenggang kekamar dengan menggandeng tangan putranya. Memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri bersama jagoannya.


Sementara itu Siska bergegas menyelesaikan acara masak memasaknya dan langsung menyiapkannya diatas meja makan. Untung saja putrinya tak segera bangun. Jadi dirinya bisa leluasa berperang didapur.


Setelah dirasa selesai, Ia membersihakn tangannya dan pergi melihat putrinya. Ia tersenyum melihat sang putri yang masih anteng terlelap. Mungkin karena semalaman Ia sulit untuk tidur, jadi baru bisa benar-benar terlelap sekarang.


Siska meraih sang putri dan menggendongnya menuju kamar. Ditidurkannya tubuh mungil nan cantik itu kedalam box bayi. Sementara dede Kia sudah terlelap kembali, kini giliran wanita tangguh itu untuk mengurus suami dan putranya.


Ia siapkan pakaian sang suami terlebih dahulu, sebelum mempersiapkan punya sang putra. Hingga kedua jagoannya sudah selesai dengan ritual mandinya. Baru lah dirinya yg memasuki tempat yang mampu menyejukkan seluruh anggota tubuhnya.


Tak seperti sebelumnya, Ia bisa berendam sebentar untuk merileks kan otot-ototnya. Sekarang itu tak dapat Ia lakulan lagi, Ia dituntut untuk mandi kilat ala TNI. Apalagi kala Ia mendengar tangis sang putri yang melengking, itu bagaikan alarm untuk dirinya segera menghentikan aktifitasnya. Sungguh hal itu juga dirasain emak-emak reders, yaa gak mak?


Bang Age begitu terharu melihat betapa repotnya sang istri. Ia ingin menempatkan satu asisten rumah tangga dirumahnya untuk membantu sang istri, namun ditolaknya. Alhasil, Ia harus melihat sang istri yang kerepotan.


Ia buka lilitan handuk dikepala istrinya dan membantu mengeringkannya. Hingga membuat Siska tersenyum.


"Kita cari ART ya? Biar kamu gak terlalu cape!" Bujuk bang Age untuk kesekian kalinya dari pertama bayi cantik itu hadir.


"Gak usah bang! Aku bisa sendiri kok." Tolaknya seperti biasa.


"Tapi abang gak mau sampe kamu sakit dan kecapean!" Bang Age masih terus membujuknya.


"Ihh doain nya jangan gitu dong! Doainnya, istri aku kuat, istri aku sehat gitu." Timpal Siska.


"Bukan gitu sayang. Abang cuma khawatir sama kamu. Abang cuma takut kamu gak punya waktu buat dirimu sendiri." Penuturan bang Age mampu membuat Siska tersenyum.


Ia raih tangan yang tengah sibuk dengan rambutnya. "Makasih ya bang!" Ucapnya seraya menciuminya.

__ADS_1


Bang Age tersenyum dan menenggerkan dagunya dibahu sang istri. "Untuk apa? Harusnya abang yang bilang itu sama kamu." Ucapnya.


"Makasih, udah mau menjadi istri dan ibu terbaik untuk abang dan anak-anak." Lanjutnya dengan memeluk tubuhnya erat.


"I love you!" Bisiknya.


"Ati-ati bang kecyduk cctv!" Ucap Siska membuat sang suami menautkan alisnya.


"Cctv apa?" Tanyanya.


"Tuh!" Siska memajukan bibirnya menunjuk kedepan.


Bang Age mengikuti arah bibir sang istri, hingga netranya menangkap sosok bocah yang sudah berdiri diambang pintu yang terbuka dan menyandarkan punggungnya dikusen pintu. Dengan tangan yang terlipat diatas dadanya, membuatnya terlihat layaknya orang dewasa yang tengah mengawasi anak perawannya.


"Ya ampun!" Bang Age segera melepaskan pelukannya dan kembali mengeringkan rambut sang istri. "Udah kek diawasi calon ayah mertua ini mah!" Lanjutnya membuat keduanya tergelak.


*


Setelah pergelaran makan malam. Keluarga kecil itu tengah menonton tv bersama. Seperti biasa mereka akan menunggu dulu putranya tertidur, sebelum mereka istirahat.


"Udah! Kamu duluan ke kamar! Kasihan juga dedenya!" Titah bang Age.


"Ya udah aku ke kamar duluan, mau nidurin dede juga." Pamitnya dan dijawab anggukan sang suami. "Aka juga cepet bobo ya! Timom mau boboin dede!" Pamitnya pada sang putra dan dijawab anggukan pula olehnya.


Tak lupa Ia juga mencium dulu kening dan pipi putranya untuk ucapan selamat malam. Lalu Ia berlenggang kekamar membawa dede Kia digendongannya.


Setelah menidurkan putri cantiknya dan mengganti popoknya, kini Ia pun merebahkan diri diatas ranjang. Merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Baru saja matanya terpejam. Tiba-tiba Ia dikejutkan dengan terpaan nafas hangat yang mengenai wajahnya.


Matanya terbuka dan tersenyum kala melihat wajah suaminya sudah tepat didepan matanya. "Abang?!"


"Siap buka puasa? Melewati tragedi empat puluh hari yang tertunda?" Goda bang Age, hingga tanpa aba-aba Ia pun mulai menyereng istrinya.


****************


Mari ramaikan! crazy up woy😁 Kalo selesai, satu lagi mau di up ya😊 Jangan lupa jejaknya yaa! Biar mak othor tambah semangat mau gadang buat bikin part ngamer🤭



Ini Hot Daddys yang makin🤤

__ADS_1



Ini timom yang makin sexsoy😂


__ADS_2