
Gelak tawa keduanya ternyata menjadi pusat perhatian seseorang, sang Mamih yang akan melihat cucunya, justru dibuat terpaku diambang pintu. Ini kali pertama untuknya mendengar kembali tawa sang putra, membuatnya tersenyum bahagia. Apa ini karena Siska?
Ceklek
Keduanya menoleh melihat siapa yang membuka pintu. Hingga nampaklah dua wanita beda generasi, memasuki kamar itu.
"Sayangnya Mama udah pulang ya?" Teriaknya. Membuat keduanya dengan kompak menempelkan jari dibibirnya masing-masing.
Suuutt!!
"Kak Ay jangan berisik dong! Dedenya baru aja bobo." Omel Siska. Padahal mah keduanya juga baru aja berhenti ketawa. Gak nyadar tuh!
"Iya! Iya maaf!" Sesal Ayra.
"Lu kok udah pulang katanya ampe malam?" Tanya bang Agung pada adiknya itu.
"Ini yang minta dijemput. Ya gue pulang dulu lah." Timpal Ayra melirik ke arah Siska.
"Aaa kak Ay emang terdebesss!" Ucap Siska memeluk Ayra. "Eh ni ponakan makin bulat aja ya? Padahal baru seminggu gak ketemu." lanjutnya seraya mengelus perut buncit kakak angaktnya.
"Lu kira bola apa, bulet?" Protes Ayra membuat Siska cekikikan.
"Udah ayo kita keluar. Biarin dedenya tidur!" Ajak Mamih.
Keempatnya pun berlenggang keluar kamar dan bergabung dengan yang lainnya, yang tengah berkumpul di ruang tv.
"Bang! Mau dikasih nama apa dedenya?" Tanya Papih.
"Sesuai keinginan Mamihnya. Aku kasih nama Aska Giovano Aruman." Timpal bang Agung membuat mereka tersenyum.
"Ya udah, yuk kita berangkat!" Ajak Ayra.
"Kemana?" Tanya tante Asmi.
"Ke pesta pernikahan Agel sama Juna, tan." Timpal Ayra.
"Kamu ikut gih. Cari temen sana!" Titah tante Asmi pada putrinya.
"Paan sih Mih. Nggak!" Tolak Aysa, membuat Ayra memutar bola matanya malas.
"Ayo kak ikut! Kita cari yang bening-bening." Timpal Siska cekikkkan.
"Pann sih lu bocah. Jangan ngadi-ngadi, belajar dulu yang bener!" Selak bang Agung membuat mereka mngerenyitkan dahinya heran, sedekat itukah mereka?
"Yey bang, biarin lah namanya juga lagi cari cengceman. Ya gak kak?" Siska meminta pendapat pada kakak angkatnya itu dan dijawab anggukan dan gelak tawa darinya.
Bang Agung mencebikan bibirnya, melihat tingkah adek imutnya itu.
"Ya udah, ayo ntar gue kenalin deh sama cowok yang ganteng-ganteng!" Ajak Ayra merangkul pundaknya.
"Beneran? Yess.. Lets go!" Ajak balik Siska membuat bang Agung memutar bola matanya malas melihat tingkah gadis yang menurutnya menyebalkan itu.
"Eh, tapi kak Aysa?" Tanya Siska kembali berbalik setelah tadi sempat jalan.
"Udah biarin aja! Mana mau dia bareng sama gue. Biar jomblo terus karen gak mau gaul." Sindir Ayra menatap tajam sepupunya itu.
__ADS_1
Baru saja mereka berjalan beberapa langkah, suara seseorang menghentikan mereka.
"Aku ikut!" Aysa berjalan mendahuluinya membuat mereka menggelangkan kepalanya.
**
Setelah berganti dulu pakaian dengan drama panjang dirumah bang Ar, kini keempatnya sudah memasuki halam rumah Agel. Pesta begitu meriah dengan banyaknya tamu muda mudi.
Mereka akhirnya sampai disebuah meja. Namun atensi Siska tertuju pada gadis yang sudah berebut pakaian dengannya tadi.
"Kak Aysa mana?" Tanya Siska yang celingukan kiri kanan melihat saudara kakak angkatnya itu.
"Apa tertinggal dimobil ya?" Tanyanya.
"Ck. Lu kata barang apa, pake ketinggal? Cari gih kedepan!" Titah Ayra.
Dengan perasaan kesal karena Ia ingin segera duduk dan makan, Ia terpaksa kembali mencari kakak dadakannya itu.
Siska melihat Aysa yang tengah menepuk-nepuk tangannya, sepertinya dia jatuh. Pikirnya.
Siska menghampirinya dan menarik tangannya. "Kakak ngapain sih disini? Ayo ditungguin tuh!" Ajaknya.
Namun seseorang mencekal sebelah tangan Aysa. " Eh tunggu dulu!"
Siska berbalik melihat siapa yang mencegatnya. Matanya membola, bahkan Ia sampai menganga melihat cowok tampan didepannya. "Omeegaattt! Kakak ganteng banget!" Ucap Siska, lalu menutup mulutnya.
"Kenalin kak! Aku Siska. Kakak siapa namanya?" Siska menyodorkan tangannya meminta berkenalan.
"Nama yang cantik, aku Rendi. Siapa temen kamu ini?" Tanyanya melirik kearah Aysa.
"Gak perlu. Gak penting!" Aysa berlalu begitu saja meninggalkan keduanya.
"Dasar emang kulkas lempeng. Pantes jomblo mulu. Hadeuhh gimana mau laku coba?" Siska sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah kakak barunya itu.
Rendi tersenyum melihat omelan gadis cerewet didepannya itu. "Dia emang kek gitu ya?" Tanyanya.
"Gak tau juga sih. Kita baru kenalan tadi juga. Pantes aja kak Ay kagak mau ajak dia. Dari awal berangkat kesini aja udah nyebelin." Omelnya lagi. Membuat Rendi tertawa.
"Kenapa?" Tanya Siska heran.
"Kamu tu lucu banget. Kamu baru ya disini? Kek nya kita baru pertama bertemu." Tanya Rendi.
"Iya. Aku dari desa, aku adiknya kak Ay. Kakak kenalkan sama kak Ayra?" Tanya Siska membuat Rendi terdiam sejenak.
"Iya. Kenal." Jawabnya seraya tersenyum.
"Kakak jangan keseringan senyum kek gitu!" Titah Siska.
"Kenapa emang?"
"Takut diabetes aku tuh, terlalu manis."
Rendi tergelak mendengar penuturan gadis didepannya. 'Njirr digombalin bocah gue' Batinnya.
"Kamu tuh bisa aja. Kecil-kecil pinter gombal ya? Pasti udah banyak tuh cowoknya?" Sindir Rendi.
__ADS_1
"Banyak yang aku gombalin, tapi kagak ada yang nyangkut." Timpalnya membuat Rendi kembali tergelak.
"Sis, lu ngapain disini? Ditungguin juga!" Ayra datang menghampiri keduanya. "Bang Rendi?!" Sapanya. Membuat Rendi terdiam entah apa yang ada dipikirannya.
Siska sampai melambaikan tangannya. "Woy kak!" Teriakan Siska sampai membuat Rendi terlonjak.
"Kenapa sih aneh banget?" Tanya Siska heran.
"Udah yuk kita ditungguin!" Ajak Ayra menggandeng tangan Siska. "Bang kita duluan ya!" Pamitnya dan dijawab anggukan Rendi.
Keduanya berlenggang masuk menghampiri bang Ar dan langsung dapat omelan darinya yang berakhir kemesraan sepasang suami istri itu.
Siska yang melihat adegan didepannya hanya menghela nafasnya kasar. Sungguh pemandangan yang seharusnya belum boleh Ia lihat. "Ck. Kalian lanjutin dah. Aku mau cari kak Aysa dulu. Ngilang mulu tu kulkas. Heran deh!" Omel Siska berlenggang meninggalkan pasutri itu membuat Ayra tergelak.
**
Setelah memberi selamat pada sepasang pengantin baru itu dan menikmati makanan yang disediakan. Ayra yang sudah merasa kram dibagian perutnya mengajak kedua gadis itu pulang. Walaupun waktu masih menunjukan pukul sepuluh, namun mereka tak mau ambil resiko untuk sibumil ini. Merekapun berpamitan terlebih dahulu pada sang pengantin baru.
*
Mobilpun sampai dikediamn bang Agung. Siska dan Aysa keluar. Aysa sudah masuk terlebih dahulu, namun tidak dengan Siska Ia berpamitan dulu sama kakak angkatnya itu. Setelah mobil melaju meninggalkan halaman Siska pun hendak masuk. Namun baru saja diambang pintu, tiba-tiba Hpnya berdering.
Me📞
Hallo! Siapa ya?
+628122233XXXX📞
Aku Ivan. Kamu udah nyampe?
Ternyata itu adalah Ivan, pemuda yang tadi mengajaknya berkenalan. Akhirnya Siska tak jadi masuk dan mengobrol terlebih dahulu diteras rumah.
Bang Agung yang hendak mengambil minum, samar-samar mendengar suara diluar. Ia pun berjalan keluar melihat siapa disana.
"Teleponan sama siapa?" Tanya bang Agung menyenderkan dirinya didekat pintu.
Siska yang sudah memutuskan sambungan teleponnya berbalik dan tersenyum melihat bang Agung disana.
"Cengceman tadi bang!" Timpal Siska dengan cengiran kudanya.
"Ck. Lu tu masih kecil, jangan dulu main pacar-pacaran." Selaknya.
"Lah main apa dong?" Tanya Siska heran.
"Nikah sekalian!" Tegasnya.
************
Mari tinggalkan jejak kaleann! Kasih like dan komennya! Vote dan taburan bunganya juga boleh😊
Ini yang udah ngasih kodeðŸ¤
__ADS_1
Ini yang suka baperin anak orang😂