Love Abang Duda

Love Abang Duda
Bab 43 Yang pertama


__ADS_3

"Jadi boleh dong nambah?" Goda bang Age.


"Isshhh abang!" Rengek Siska dengan manjanya hingga membuat abang suaminya tergelak.


Bang Age hendak menerkam bibir ranum yang tak pernah luntur manisnya itu, namun tiba-tiba dering Hp membuyarkan konsentrasinya.


Drrttt... Drrttt...


"Hp abang bunyi tuh!" Peringat Siska seraya menghadang bibir sexy suaminya.


"Ck! Biarin lah. Ganggu aja!" Timpal sang abang yang hendak kembali nyosor namun kena hadang telapak tangan sang istri lagi.


"Angkat dulu bang! Takut penting." Titah Siska.


"Tapi ini juga penting!" Ucapnya lagi yang sukses menenggelamkan wajahnya diceruk sang istri.


"Ihh abang. Itu gak berhenti, cepetan angkat! Mana ada yang nelpon di jam segini kalo gak ada hal yang penting." Tuturnya.


Bang Age menghembuskan nafasnya pasrah. "Iya deh, iya!" Ia pun turun dari tubuh sang istri, mengambil layar pipihnya diatas nakas.


Ia lihat nama si pemanggil, lalu mengerenyitkan dahinya kala tau siapa yang menghubunginya tengah malam seperti ini.


"Ngapain sih? Ganggu orang aja!" Gerutunya, namun tak ayal Ia tekan juga icon hijau dilayar itu.


"Hallo Ar?!"


"Hah?! Apa? Iya, iya gue jalan sekarang." Ia tutup panggilannya. Lalu bangkit dan reflek membuat Siska juga bangkit dan khawatir.


"Ada apa bang?" Tanya Siska khawatir.


"Ay pingsan, mau dibawa ke rumah sakit. Abang harus berangkat sekarang." Ucapnya seraya mondar mandir tak karuan.


Biarpun Ia bersama sang adik layaknya tom dan jery namun mengenai hal urgent seperti ini, sungguh mebuatnya khawatir dan ketakutan.


"Abang tenang dulu!" Siska menarik tangan sang suami dan mendudukannya ditepi ranjang. "Sekarang abang mandi dulu, biar pikirannya juga gak angkurawut. Oke!" Lanjutnya dan dijawab anggukan sang abang.


Akhirnya dengan perasaan takut tersentuh air, Ia pun pergi berlenggang ke kamar mandi. Ternyata rasa dinginnya kalah dengan rasa khawatirnya.


Selang beberapa menit ritual mandi pun selesai, Siska sudah menyiapkan baju ganti selagi tadi suaminya dikamar mandi dan dieinya yang audah kembali mengenakan piyamanya.

__ADS_1


"Abang berangkat ya! Gak papa kan kamu dirumah jaga anak-anak?" Tanya bang Age untuk kesekian kalinya, kala keduanya sudah didepan pintu.


Ia tentu khawatir membiarkan sang istri sendiri bersama kedua balita yang masih anteng dengan mimpinya.


"Nggak bang, gak papa! Tinggal aku kunci pintunya aja! Udah sana kasihan kak Ay, takut terjadi apa-apa sama dede bayi nya." Titah Siska dan dijawab anggukan olehnya.


Setelah melakukan drama cipika cipiki say good bye, bang Age pun memasuki mobilnya, dan pergi meninggalkan halaman rumah.


Siska pun masuk dan tak lupa mengunci pintunya. Ia kembali ke kamar kedua balita yang masih berjejer apik diatas ranjang dan ikuy merebahkan diri disana dengan pikiran yang melayang memikirkan sang adik ipar, yang entah bagaimana keadaannya.


"Semoga kak Ay sama dede bayi nya gak kenapa-napa!" Ucap Siska seraya menadahkan tangan mengusap wajahnya.


Setelah bergelut dengan pikiran dan kekhawatirannya, Siskapun memejamkan matanya. Namun baru saja beberapa menit Ia terlelap, Ia sudah dibangunkan kembali dengan tangisan Shaka.


"Mama! Mama!" Balita itu menangis sesenggukan membuat Siska ikut terbangun, untung saja Aska tak ikut bangun.


Ia raih tubuh montok itu seraya menenangkannya. "Cup! Cup sayang, jangan nangis ya! Ada timom disini, oke!" Ia mengangkatnya dan menggendongnya, membiarkannya bersandar dibahunya.


Ternyata ikatan batin ibu dan anak itu sangatlah kuat. Shaka pasti merasakan apa yang terjadi dengan Mamanya sekarang.


Siska membawa balita montok itu keluar dari kamar menuju dapur, untuk membuatkan susu untuknya. "Kita buat mimi ya de!" Ajaknya dan diangguki Shaka yang sudah reda dari tangisnya.


Siska mendudukan Shaka dikursi meja makan, selagi Ia membuatkan susu untuknya. Hingga tak butuh waktu lama susu pun sudah siap diberikan.


"Sayang nih! miminya." Siska memeberikan dot botol itu pada bayi didepannya dan mendudukan diri dikursi sampingnnya.


Ia usap kepalanya sayang. "Dede Shaka kenapa nangis?" Tanyanya.


"Mama Ti."


"Dede mimpi Mama?" Tanya Siska dan dijawab anggukan balita yang tak bisa menjawab karena terhalang dot dibibirnya.


"Kita doain ya, semoga Mama gak papa. Terus dede bayinya juga." Tutur Siska dan kembali diangguki Shaka.


"Dede mau cepet ketemu gak sama dede bayinya?" Tanya Shaka dan dijawab gelengan balita gembil itu.


"Loh kenapa?" Tanya Siska heran.


Shaka melepaskan dotnya. "Tal Mama nda yang de." Timpalbya membuat Siska tersenyum. Ternyata balita montok ini tidak mau membagi kasih sayang orang tuanya dengan saudaranya.

__ADS_1


"Nggak sayang! Gak gitu. Mama sama Papa dede tetap sayang sama dede, begitupun dede bayi. Kalian berdua akan jadi kesayangannya Mama dan Papa. Jadi dede juga harus sayang sama dede bayinya. Nanti kalo udah besar seperti dede, dede bayi juga bakal sayang banget sama dede. Ya!" Tutur Siska dan hanya dijawab anggukan Shaka. Ternyata sudah dari sejak belum lahir, si aka ini mengibarkan bendera perang pada sang adik. Pemirsah!


Shaka sudah menghabiskan susu didalam dotnya. Kemudian Ia pun kembali mengajak timomnya tidur. "Ti mbo ya!" Ajaknya dan diiyakan Siska.


Keduanya kembali kedalam kamar, dengan Shaka digendongan Siska. Ketika masuk, ternyata Aska juga bangun. Ia tak menangis hanya merengek pelan.


"Timom ana?" Tanyanya.


"Timom habis bikinin mimi buat de Shaka. Kenapa? Dede juga mau mimi?" Tanya Siska dan dijawab anggukan outra kesayangannya itu.


"Ya udah, kalian diem disini ya, timom bikinin dulu! Kalian tiduran ya, jangan banyak gerak, ntar jatoh. Oke!" Titah Siska dan dijawab anggukan keduanya.


Siska kembali kedapur dan membuatkan susu untuk putranya. Tak membutuhkan waktu lama Ia sudah kembali ke kamar. Dan ketika masuk, ternyata Shaka sudah kembali menutupatanya. Tinggalah putranua yang masih terjaga. Ia pun memberikan botol dotnya pada sang putra, hingga Ia menerimanya dan mulai meminumnya.


Siska membelai kepala putranya sayang, sembari ikut merebahkan diri disisinya. Bayangan kala ucapan Shaka tadi membuat Ia bertanya-tanya. Akankah putranya juga bisa menerima kehadiran adiknya kala Ia hamil nanti? Hingga Ia pun tersenyum. 'hamil?' Batinnya.


Satu tangannya terulur mengelus perutnya sendiri. 'Mungkinkah? Masih terasa seperti mimpi. Bisakah aku mengandung keturunanmu?' Batinnya.


"De, misalkan dede punya dede bayi. Dede bakal seneng gak?" Tanyanya pada sang putra dan tanpa diduga Aska menganggukan kepalanya, seraya satu tangannya ikut mengelus perut ratanya dan melepaskan dotnya. "De ayi timom ya!" Ucapanya.


Hal itu tentu membuat Siska tersenyum. Ternyata putranya ini menginginkan dede bayi berada diperutnya. Ia peluk tubuh montok Aska dan mengelus rambutnya sayang danenciumi pucuk kepalanya.


"Walaupun nanti timom melahirkan dede bayi untuk pertama kalinya, tapi kamu akan selalu jadi yang pertama buat timom."


*************


Terjawab sudah, dimana baby Shaka kala Mama Ay nya lahiran yaa🤭


Jangan lupa jejaknya yaa! Ramaikan juga kolom komentarnya yaa tsayyy😘😘



Ini yang baru bilang cinta😂



Ini model dadakan😂


__ADS_1


Ini si gumush baby Aska😍😍


__ADS_2