Love Abang Duda

Love Abang Duda
Bab 58 Bathup


__ADS_3

Suara adzan yang begitu merdu, mampu membangunkan seorang wanita dari tidur singkatnya. Bagaimana tidak? Siska benar-benar digempur habis-habisan suaminya malam ini. Bang Age tak membiarkan sang istri menutup matanya. Ia meminta pengulangan hingga berkali-kali, entah dijam berapa keduanya baru bisa terlelap.


Namun karena sudah menjadi kebiasaan. Jam berapapun Ia terlelap, suara adzan akan menjadi alarmnya untuk terbangun.


Siska mengerjapkan matanya berulang kali dan bangkit dari tidurnya. Ia bergeliyat merasakan tubuhnya yang terasa remuk dan intinya pula yang serasa kebas. Ia menoleh, melihat pria yang sudah membuatnya lelah dan nikmat secara bersamaan masih memejamkan matanya.


Ia tersenyum mengingat kejadian semalam. Sang abang yang menjadi meow ketika tidur berubah seratus delapan puluh derajat menjadi aurggh ketika tengah gali menggali, mengacak-acak martabaknya.


Ia tarik selimut yang hanya menutupi area tubuh bawah suaminya, menariknya hingga menutupi punggung polosnya. Ia bangkit dan berlenggang memasuki kamar mandi tanpa mengenakan sehelai benangpun.


Ketika masuk Ia kembali dibuat takjub dengan keadaan didalamnya. Ini pertama kalinya Ia memasuki hotel mewah. Hotel yang pernah Ia singgahi waktu study tour dulu, tak semewah ini.


"Woww amazing!" Pekik Siska.


Ia berjalan menyusuri tempat untuk membersihkan diri. Kamar mandi yang lebih tepatnya bisa disebut rumah mandi, dengan luas ruangan sama dengan luas ruang tamu dirumahnya. Membuat Siska berdecak kagum dengan segala interior didalamnya.


"Kalo kek gini mah, betah juga tinggal disini." Tuturnya cekikikan. "Eh tapi, berapa ya harga sewa untuk satu malamnya? Pasti mahal." Lanjutnya bermonolog sendiri.


"Ck! Si abang mah, ngapain juga buang-buang duit cuma buat buka puasa disini. Dirumah kan bisa. Mubazir kan tuh duit!" Siska jadi mengomel sendiri didepan bathup.


"Tapi ya udah lah aku nikmati aja! Mubazir juga kalo gak dinikmati. Toh duitnya juga udah melayang." Tuturnya lagi dengan senyumnya.


Ia memutar kran untuk mengisi bathup. Sepertinya berendam akan menghilangkan sedikit rasa pegal disekujur tubuhnya dengan menuangkan sedikit sabun beraroma mint kedalamnya. Sepertinya wangi itu cocok untuk menetralisir rasa linu yang membuat tubuhnya kaku.


Namun setelah siap, mendadak perutnya merasa tak nyaman. Ia berlalu menunaikan hajatnya terlebih dahulu kedalam toilet yang memang terpisah.


Hanya membutuhkan waktu beberapa menit, Ia pun selesai. Ia keluar dari ruang kecil itu dan menuju washtaple untuk mencuci tangan. Namun saat cermin memantulkan dirinya, Ia dibuat terkejut melihat tubuh bagian depannya.


"Astagfirulloh!" Ia raba kulitnya yang memerah hampir semua bertanda gigi memenuhi area leher dan dadanya.


"Ini si abang beneran gak kira-kira. Tanda cinta sih tanda cinta, tapi ya gak kek gini juga." Gerutunya.


Siska hanya menghembuskan nafasnya pasrah, melihat mahakarya sang suami yang menakjubkan itu. Ia lebih memilih untuk segera merendamkan tubuhnya dibathup yang sudah Ia siapkan.


Namun saat berbalik kearah bathup Ia kembali dibuat terkejut dengan seseorang yang sudah stay didalamnya dengan senyunm yang menghiasi wajah tampannya.

__ADS_1


"Ya ampun bang! Ngagetin aja." Siska sampai mengusap dadanya. Pasalnya tadi sang suami masih anteng dengan mimpinya. Eh tau tau sudah duduk manis didalam bathup.


Bang Age tersenyum mendengar dumelan sang istri. Ia memberi kode dengan telunjuknya pada sang istri untuk mendekat.


Siska ikut tersenyum dan Ia pun mendekat, memasuki air yang sudah ditempati sang suami.


"Sini abang pijitin!" Ucap bang Age.


Tanpa banyak protes Siska mendudukan dirinya didepan suaminya dan memunggunginya. Membiarkan sang suami memijit pundaknya yang begitu berat.


"Nah! Sebelah situ bang. Oke pas! Uhh enaknya!" Tutur Siska benar-benar menikmati pijitan sang suami.


Pijitan semakin membuat Siska mendesis keenakan, kala tangan sang suami memijit salah satu buahnya.


"Uhhh bangghh!!"


Tak hanya tangan, bibirnya sudah menyusuri punggung putih sang istri. Menambah mahakaryanya disana. Perlakuan itu semakin membuat Siska terlena. Hingga martabaknya ikut berdenyut, menginginkan untuk dimakan si junior.


Siska yang sudah tak tahan dengan perlakuan suaminya, membalikan tubuhnya dan siap dengan gaya si nona makan pisangnya.


Sinona sudah melahap penuh pisangnya dan mulai menari manja diatas suaminya. Dari gerakan lambat hingga semakin cepat, kala sesuatu akan meledak didalam dirinya. Alunan suara merdu yang sudah menjadi candu itu, begitu menggema didalam ruangan itu. Membuat bang Age semakin bersemangat.


Ia tak tinggal diam, membalikan keadaan dan mulai menggali mencari tempo yang memabukan dari setiap kelegitan martabak yang semakin menantangnya.


"Abanghhhh!!"


"Yesss babyhhh!!"


Air yang tadinya dingin kian memanas seiring dengan apa yang keduanya lakukan didalam sana. Membuat Air semakin bergelombang bagai tsunami hingga tumpeh-tumpeh dilantai.


Erangan panjang keluar dari bibir keduanya. Sampai keduanya ambruk bersama dengan nafas yang sudah tak beraturan.


"Abang!" Ucap Siska disela pengambilan nafasnya.


"Hemm apa?" Tanya bang Age yang juga tengah melakukan hal yang sama.

__ADS_1


"Udahan ya! Aku hape." Tuturnya dengan nafas putus-putus.


Bang Age tersenyum mendengar penuturan sang istri. Ia usap wajah sang istri yang basah dengan air bercampur keringat. Mencium keningnya lama.


Sebenarnya Ia bukan berniat untuk mengajak sang istri mencari pahala dikamar mandi. Ia yang terbangun karena panggilan alam, langsung memasuki kamat mandi. Melihat sang istri yang juga tengah didalam ruang kecil itu, membuat Ia memutuskan untuk menunggu. Meihat bathup yang terisi air penuh dengan aroma menyegarkan, membuat Ia ingin menenggelamkan diri kedalam sana.


Hingga sang istri yang keluar dari ruangan itu, tanpa mengenakan apapun membuat jiwa kelelakiannya tergugah. Lekuk tubuh yang selalu menjadi candu, membuatnya tak ingin melewati seinci pun pahatan indah itu.


**


Setelah selesai dengan ritual mandi plus-plus nya, keduanya melakukan sholat subuh berjamaah yang hampir kesiangan akibat iklan yang terlalu lama.


"Maafin abang ya! Pasti kamu cape." Ucap bang Age yang tengah mengusap surai sang istri yang kini bersandar didadanya.


Setelah melakukan sholat berjamaah, sepasang suami istri itu tengah duduk bersandar dikepala ranjang.


"Aku emang cape. Tapi abang gak perlu meminta maaf!" Timpal Siska. "Ini udah menjadi tugas dan kewajiban aku sebagai istri abang." Lanjutnya dan dijawab useukan dipucuk kepalanya, tak lupa juga ciuman bertubi-tubi sang suami layangkan disana.


"Ya udah, gak minta maaf! Minta nambah aja boleh?" Goda bang Age dan sukses mendapat pukulan manja didadanya.


"Kalo gitu mah, bukannya merem melek. Aku malah merem selamanya." Celetuk Siska.


"Suuut!! Ngomong apa sih?" Bang Age membungkam bibir sang istri dengan jarinya. Sadar akan kata-katanya yang salah membuat Ia terdiam.


"Jangan kek gitu. Abang gak suka!" Peringatnya tegas.


"Maaf bang!" Siska tertunduk. "Aku cuma."


"Jangan ngmong kek gitu lagi!" Sela bang Age mendekap erat tubuhnya. "Abang gak mau kehilangan kamu. Dan jangan pernah menghilang dari pandangan abang!" Lanjutnya.


Siska ikut memeluk tubuh suaminya tak kalah erat. Ia merutuki dirinya sendiri didalam hati, telah berbicara seperti itu.


"Cukup sekali abang kehilangan. Dan jangan lagi! Jika memang waktunya tiba, kita akan pergi bersama." Tegas bang Age.


*************

__ADS_1


Jangan lupa jejaknya readers😉 Makasih! Sayang kaleann😍😍


__ADS_2