Love Abang Duda

Love Abang Duda
Bab 23 First kiss


__ADS_3

Setelah menghadiri acara pernikahan Feby, Siska tak pernah lagi berkunjung kekota. Ia terlalu sibuk dengan sekolahnya. Seperti janjinya pada sang abang yang akan belajar sungguh-sungguh dan lulus dengan nilai terbaik. Begitupun bang Age, Ia fokus dengan pekerjaannya dan hanya melakukan panggilan video untuk melepaskan rasa rindunya.


Hari ini Siska sudah menyelesaikan ujian semester pertamanya. Tinggal menunggu pembagian raport saja namun semua siswa masih diharuskan masuk sekolah. Kini Ia dan bestienya tengah duduk dibangku panjang ditaman sekolah. Seperti biasa, disana juga sudah tersedia berbagai macam jajanan serba Ci favorit mereka.


"Liburan kali ini lu mau kemana?" Tanya Lia dengan sibuk memakan ciloknya.


"Gue mau nengokin calon Papihnya anak-anak." Jawab Siska membuat Lia tersedak, bahkan ciloknya bergelinding begitu saja tanpa sempat Ia kunyah, hingga nyangkut dikerongkongannya.


Uhukk! Uhukk!


"Ini, nih minum dulu!" Siska menyodorkan minuman kaleng dan segera disambut Lia, kemudian menegaknya hingga tandas.


"Lu kenapa sih. Makan tu pelan-pelan!" Peringat Siska menepuk-nepuk pundaknya pelan.


"Gue kaget." Jawab Lia.


"Kenapa?" Tanya Siska heran.


"Omongan lu itu, bikin gue gak fokus tau gak!" Omel Lia.


"Emang kenapa dengan omongan gue, ada yang salah?" Tanya Siska semakin heran.


"Ya lu bilang nengokin papihnya anak-anak. Kemana coba otak gue?" Timpal Lia membuat Siska terdiam sejenak mencerna kata-katanya, kemudian menoyor jidat sahabatnya itu.


"Itu mah sih otak lu aja yang suka traveling. Ngakunya aja masih bocil, eh otaknya udah dua satu plus plus." Omel Siska.


"Ya lagian lu punya cowok yang udah mateng. Jadinya gue mikirnya kesana lah." Elaknya.


"Eh lu denger ya, biarpun dia udah berpengalaman, tapi dia gak aneh-aneh. Jangankan buat tengok menengok, bibir bawah. Bibir atas aja belom ditengok." Timpalnya membuat keduanya tergelak.


"Eh tapi beneran belom dapet first kiss nih?" Tanya Lia.


"Belum lah, gue kan udah cerita." Timpal Siska. Siska memang tak pernah menyembunyikan apapun dari sahabatnya ini, apapun akan Ia ceritakan sekalipun itu privat.


"Ya kali aja lu bohong sama gue. Lu juga kudu ati-ati kalo berduaan sama dia!" Peringatnya.


"Napa emang?" Tanya Siska.


"Dia kan udah lama puasa tuh. Takut minta buka puasa sama lu."


"Ya tinggal gue kasih lah!" Timpal Siska santai.

__ADS_1


"Wah parah lu, nikah dulu woy! Nikah!" Lia sampai berteriak didepan telinga Siska.


"Ihh paan sih lu. Gak usah teriak-teriak! Lagian napa sih minta buka puasa aja pake kudu nikah dulu." Timpal Siska.


"Ya ampun ini yang gak nyambung lu apa gue sih." Lia sampai menepuk jidatnya kala sahabatnya yang tiba-tiba oleng dari kepintarannya.


"Lu lah!"


"Lu yang polos. Maksud gue tuh puasa nahan nafsu, bukan nahan lapar! Kan kan omongan gue jadi terkesan vulgar deh." Gerutu Lia membuat Siska tergelak.


"Gak lah tenang aja. Dia udah dua kali lihat gue bangun tidur, tau sendiri kan gimana penampilan gue kalo bangun tidur? Dia masih santai aja tuh." Timpal Siska.


"Ya deh. Tapi kalo gak kuat mening buruan nikah aja!"


"Paan sih lu maen nikah aja. Kita bakalan kuat kok!"


"Oke! Kita lihat tuh si abang duda beneran bisa tahan kagak?" Tanya Lia membuat keduanya kembali tergelak.


Tanpa keduanya sadari seseorang tengah memperhatikan bahkan mendengarkan percakapan mereka. Dengan seringai tipis dibibirnya Ia berlalu meninggalkan tempat itu.


**


"Assalamualaikum!"


"Abang!" Siska yang membuka pintu langsung berhambur memeluk tubuh kekar pujaannya itu. Menumpahkan kerinduan yang berbulan-bulan tertanam dihati keduanya.


Bang Age tersenyum dan membalas mendekapnya dengan mengelus rambut gadis imutnya itu.


"Jahat! Kenapa abang baru kesini?" Tanya Siska mengerucutkan bibirnya ketika keduanya melerai pelukan.


"Maaf! Kerjaan abang baru beres." Jawab bang Age menguseuk pucuk kepalanya gemas.


"Udah jangan cemberut gitu, minta digigit!" Ucapnya seraya mencondongkan wajahnya hingga tinggal beberapa senti menjangkau wajah gadis didepannya.


Jantung Siska berdegup begitu cepat melihat tatapan teduh yang baru Ia lihat dari abangnya itu, dan senyuman itu begitu menghangatkan hatinya. Hingga Ia tersadar dan buru-buru menghindar menjauhkan wajahnya dengan berdehem keras membuat bang Age tertawa kecil.


"Kamu gak mau ajak abang duduk gitu? Pegel nih!" Goda bang Age membuat Siska berdecak namun tak ayal tersenyum juga.


"Abang duduk aku ambilin minum dulu!" Ucap Siska mendudukan sang abang disofa dan Ia berlenggang masuk kedapur. Karena ibu tengah kepasar jadi Ia yang membuatnya.


"Ibu kemana?" Tanyanya ketika Siska kembali dengan membawa secangkir kopi dan kawan-kawannnya keatas meja.

__ADS_1


"Ibu kepasar. Biasa lagi beli bahan untuk membuat kue." Timpal Siska dan mendaratkan bokongnya disofa, disamping sang abang dan dijawab anggukan olehnya.


"Kenapa abang gak bawa dede? Aku kangen tau sama dia." Tanya Siska.


"Jadi sama abang gak kangen nih?" Goda bang Age dan sukses mendapat timpukan manja dari gadisnya.


"Ishhh.. Itu abang sendiri kangen gak sama aku?" Tanya balik Siska malu-malu sampai menunduk membuat abangnya tersenyum.


Bang Age menghadap kearah sang gadis, memegang kedua bahunya. "Menurutmu? Buat apa abang kesini?" Tanyanya membuat Siska tersipu sampai menggigit bibir bawahnya untuk menahan gejolak yang membuncah didadanya. Mendapati sang abang yang sama merindukannya.


Bang Age begitu greget melihat wajah imut gadisnya itu. Ia tangkup wajah gadis didepannya hingga mata keduanya bertemu dan mengikis jarak ingin menjangkau bibir itu, hingga tiba-tiba Ia melepasakan tangkupannya dan segera berbalik kedepan meja membuat Siska bingung sendiri. Ia yang sudah siap mendapatkan first kissnya merasa kecewa, karena tak dapat merasakannnya.


"Ehem maaf! Abang ke kamar mandi dulu!" Bang Age berlalu membuat Siska menghembuskan nafasnya kasar.


"Ck. Dia kenapa sih?" Siska berdecak kesal merasa di PHP in. Begitupun pemirsah, iya gak?


**


Dikamar mandi bang Age membasuh wajahnya berulang kali. Menetralkan degup jantungnya yang tak karuan. "Kenapa? Kenapa kamu hadir saat abang dengannya?" Ia sampai menyugar rambutnya kebelakang.


Saat tadi bibirnya hendak menjangkau bibir gadisnya itu, tiba-tiba bayangan mendiang sang istri muncul begitu saja. Membuat Ia terpaksa harus melepaskan gadisnya dan memilih menghindarinya terlebih dahulu.


Ketika Ia tengah bergulat dengan pikirannya yang merasa bersalah pada dua wanita sekaligus. Lamunannya buyar dengan suara ketukan pintu dari luar.


Tok! Tok! Tok!


"Bang lagi ngapain? Cepetan! Mamih telepon, katanya dede rewel, kita harus cepat berangkat." Teriak Siska dari luar.


Bang Age menghembusakn nafasnya dan membuka pintunya. Hingga nampaklah gadis yang tadi meneriakinya, dengan kerutan berlipat-lipat didahinya.


"Abang kenapa?"


"Nggak! Cuma gerah doang." Timpalnya dan dijawab oh ria oleh Siska dengan menganggukan kepalanya.


"Kamu mau ikut?" Tanya bang Age.


"Kemana?"


"Ke tempat dimana kita harus meminta izin!" Balaanya hingga membuat sang gadis mengerenyit tak mengerti.


************

__ADS_1


Hayuk atuh ramaikan! Like dan komennya pemirsah! Kasih vote dan hadiahnya juga yaa😊


__ADS_2