
Hari masih terlalu pagi bagi sepasang pengantin baru untuk terbangun. Namun suasana rumah sudah ramai dengan gelak tawa kedua balita yang tengah menonton acara tv di ruang tengah.
Kedua balita itu tengah menonoton serial anak, sembari menunggu timomnya menyiapkan susu untuk mereka. Dengan ditemani sang Papih yang masih enggan membuka mata, kedua balita itu asyik menonton dengan sesekali memakan cemilan yang disediakan timomnya.
"Ya ampun bang! Kenapa belum juga ke kamar mandi? Keburu siang. Ntar kamu gak kebagian lagi subuhnya." Omel Siska.
Ia yang kembali dari dapur dengan membawa dua botol susu untuk kedua balitanya, dibuat kesal kala sang suami masih anteng menutup matanya diatas sofa. Bukan segera mandi atau menjaga kedua balitanya, Ia malah asyik dengan mimpinya.
"Bang bangun!" Siska mengguncang bahu suaminya pelan. ,"Bang cepetan mandi! Subuh! Aku mau bikin sarapan. Awas aja kalo sampai aku kembali abang masih belum juga bersih dan subuh, bikin pelajarannya diskip sampe minggu depan!" Tuturnya dan sukses membangunkan sang suami.
"Nggak! Abang mandi sekarang." Timpalnya dengan cengiran kudanya dan berlenggang masuk ke kamar.
"Inget mandi bang! Bukan tidur." Teriak Siska. Ia tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sumainya, kalo diancam kek gitu aja cepet. Pikirnya.
Setelah memberikan kedua balitanya botol susu, Siska kembali ke dapur. Rencananya pagi ini Ia akan membuat nasi goreng ala-ala dirinya. Dengan skil nya yang masih diragukan, Ia berusaha membuatnya dengan segala pengetahuannya yang masih minim.
Akhirnya nasi goreng ala-ala timom sudah jadi. Setelah mempersiapakannya diatas meja makan, Ia memanggil suami yang sudah wangi dan rapih, dan kedua balitanya untuk segera sarapan. Dengan semangat, ketiganya mengekori sang timom ke meja makan.
Hingga merekapun tiba dimeja makan, kedua balita itu didudukan orang tuanya. Bang Age ikut duduk hingga atensinya tertuju pada sesuatu yang tersaji diatas meja dan membuat Ia keheranan.
"Sayang?! Mana nasi gorengnya?" Tanya bang Age yang tak menemukan sosok si nasi goreng disana.
"Ini! Nasi goreng bang!" Tunjuk Siska.
"Ini tuh nasi putih, nasi goreng kan cokelat?" Tanya bang Age heran.
"Ini juga nasi goreng bang, nasi goeng putih." Timpal Siska.
"Emang enak tanpa kecap?" Tanyanya lagi merasa tak percaya.
"Isshhh abang ngeremehin. Dinasiin nih biar kenyang!" Timpal Siska membuat sang abang tertawa.
"Abang gak tau aja. Ini tuh nasi goreng legend. Nasi goreng kampung, tapi rasa gak kampungan." Jelasnya.
Ia ambil nasi goreng putih dengan aroma yang sungguh menggugah selera, ke atas piring dengan telur mata sapi diatasnya. Dan memberikannya pada sang suami. "Nih abang cobain!" Titahnya.
Ia pun tak lupa mengmbil untuk kedua balitanya dan menyuapinya. Bang Age mencoba menyuapkanmya satu sendok dengan Siska terus memeperhatikannya. Matanya membola membuat Siska menjadi waswas, hingga Ia berbalik untuk bertanya.
"Kenapa bang? Gak enak ya?" Tanyanya khawatir.
__ADS_1
Bang Age tak menjawab, Ia masih mengunyah menikmati rasa yang menyentuh lidahnya. Hingga Siska kembali mengulangi pertanyaannya, membuat sang abang tersenyum dan mengacungkan jempolnya. "Delicious! Mantap!" Ucapnya membuat Siska tersenyum senang.
"Tuh kan apa aku bilang, rasanya endol takendol-endol ngeunaahh." Timpal Siska memperagakan salah satu siaram tv. Membuat keduanya tergelak.
Siska sampai lupa menyuapi kedua balitanya. Hingga mereka merengek meminta disuapi, barulah Siska kembali menyuapinya.
Acara sarapan pun selesai dengan piring yang sudah tersapu bersih. Ternyata mereka begitu menikmati nasi goreng ala-ala timomnya itu. Rencananya setelah sarapan mereka akan mengunjungi Mama Ay dan baby nya diruamh sakit.
Setelah bersiap-siap, mereka pun sudah stay didalam mobil. Seperti biasa Siska berada dikursi belakang dengan dua balita gembilnya. Kali ini tak ada riuh didalam mobil itu, karena kedua balita itu tepar dipangkuan timomnya.
"Mereka tidur?" Tanya bang Age melirik spion atas hingga terlihat ketiganya disana.
"Iya bang! Mungkin karena mereka bangunnya kepagian jadinya sekarang udah pada tidur lagi." Timpalnya.
Bang Age menghembuskan nafasnya panjang, merasa begitu bersalah pada istri imutnya itu. Karena baru saja menikah, Ia sudah diberi tanggung jawab mengurus putranya juga.
"Maafin abang ya!" Sesalnya membuat Siska yang hampir ikut terlelap menjadi terlonjak.
"Kenapa bang?" Tanya Siska.
"Kamu pasti capek harus mengurus mereka. Harusnya kita tuh lagi menikmati masa-masa pengantin baru kita, bukan malah ngurus balita kek gini." Timpalnya tersenyum kecut.
"Mungkin buat sebagian orang memiliki suami seorang ayah itu sebuah kekurangan dari pria itu, tapi buatku inilah kelebihan abang. Disinilah aku merasakan dicintai dua lelaki seakaligus." Lanjutnya.
"Jadi aku bisa merasakan promo diskon besar-besaran." Tuturnya membuat sang suami mengerenyitkan dahinya heran.
"Kok malah ke promo diskonan sih?"
"Ya kan buy one get one free!" Timpal Siska dan sukses membuat keduanya tergelak.
Tak terasa mobil pun sampai diparkiran rumah sakit. Ternyata kedua balita masih belum juga bangun, akhirnya mereka menggendong balita itu satu persatu. Dengan bang Age menggendong Shaka yag memang lebih gembil dari Aska, hingga bobot tubuhnya lebih berat dari putranya. Dan Siska menggendong putra kesayangannya.
Keduanya masuk dengan membawa balita digendongannya masing-masing menuju ruang inap Ayra dan baby nya.
Ceklek
Bang Age membuka pintunya dan nampaklah suami istri yang tengah suap-suapan.
"Assalamualaikum!"
__ADS_1
"Waalikumsalam!"
"Widih enak ya suap-suapan!" Sindir bang Age pada sepasang orang tua itu.
"Napa bang? Ngiri yaa?" Sindir balik Ayra membuat sang abang berdecak kesal tanpa mau menimpalinya.
Ia merebahkan dulu ponakannya itu diatas sofa, dan diikuti Siska yang merebahkan putra kesayangannya disana. Dengan posisi kaki keduanya yang bertemu.
"Gimana kak keadaannya?" Tanya Siska seraya menghampirinya.
"Alhamdulillah baik." Timpal Ayra.
"Terus dedenya mana? Kok gak ada?" Tanya Siska celingukan mencari baby mungil yang katanya baby girl itu di dalam baby box.
"Dia tadi dibawa suster untuk dimandikan katanya." Ucap bang Ar dan diangguki Siska.
"Maaf ya! Jadi ngerepotin kamu." Sesal Ayra.
"Gak papa. Kek sama siapa aja! Mereka berdua itu lucu, gemes aku." Timpal Siska membuat Ayra tersenyum lebar.
"Lu mesti banyak-banyak terima kasih sama kakak ipar lu. Shaka sampe dua kali ganggu tidur istri gue." Adu bang Age yang ikut medekati brankar.
"Uhhh! kasihan kakak ipar gue. Sini-sini peluk!" Ayra merentangkan tangannya dan Siska pun berhambur memeluknya.
"Makasih ya kakak iparku!" Ucap Ayra dramatis.
"Iya adik ipar!" Jawab Siska ikut dramatis membuat keduanya tergelak. Kalo udah satu server gitu ya, somplaknya bisa kompak.
"Eh makasih aja gak cukup!" Timpal bang Age.
"Lah terus?" Tanya Ayra.
"Gantian lu jadi baby sitternya." Balasnya.
"Kenapa?" Tanya Ayra lagi
"Soalnya kita mai bikin pelajaran baru buat bikin adonan baby girl juga." Balasnya lagi.
**************
__ADS_1
Jangan lupa juga tinggalkan jejak kalean yaa readers!!! Sayang kaleannn😘😘