Love Abang Duda

Love Abang Duda
ILU OM! Kembali


__ADS_3

"Kita berangkat ya!" Pamit Kia pada keempat orang tua disana seraya menyalimi takzim tangannya bergantian.


"Iya. Hati-hati dijalan ya!" Pesan sang ibu dan diiyakan keduanya.


"Ingat, ntar pulang bawa baby yang gemoy ya!" Goda sang ayah. Hingga membuat keempatnya tergelak.


"Issshhh emangnya kita mau pergi honeymoon apa?" Protes Kia.


"Tinggal berdua, tanpa ada gangguan siapapun. Apa coba namanya kalo bukan honeymoon?" Balas sang Papih.


"Tapi kan aku kuliah. Terus om juga kerja. Ya kan om?" Tanya Kia seraya menyenggol lengan suaminya dan diangguki Rei dengan senyuman dibibirnya.


"Ihh timom geli deh dengan panggilan om itu. Apa gak mau kamu ubah?" Protes sang timom.


"Tuh kan om lagi. Padahal aku udah ganti panggilannya. Tapi ni lidah susah banget, keseleo mulu." Balas Kia dan membuat mereka kembali tergelak.


"Udah de gak papa, paggilan tuh gak penting." Balas Rei seraya mengusek poni sang istri gemas.


"Iya. Yang penting tuh, kalian cepet bikin cucu. Biar mereka seneng." Kekeh sang ibu menujuk kedua pria disampingnya, hingga kedua calon kakek itu kembali tergelak.


Setelah sedikit drama berpamitan, keduanya pun sudah siap dan memasuki kijang besi papihnya. Karena mereka pulang dijemput sang papih dan tak membawa kendaraannya sendiri, sepasang pengantin baru itu pun kembali diantar sopir papihnya. Hingga mobilpun berlalu meninggalkan halaman rumah sang papih.

__ADS_1


**


"Mau mampir dulu gak?" Tanya Rei, ketika mereka sudah setengah perjalanan.


"Nggak ah om! Aku ngantuk pengen cepet rumah, pengen tidur." Balas Kia dengan mata sedikit terpejam dengam kepala yang sudah bersender dibahu suaminya.


"Ngantuk apa ngantuk?" Goda Rei. Seketika Kia mendongak mendengar nada tak biasa dari sang suami.


Kia yang melihat senyum jahil diwajah suaminya, langsung melayangkan pukulan didadanya. "Apa sih ih!!" Rengeknya.


Rei tertawa seraya mencekal lengan istrinya dan membawanya kedalam dekapannya. Mang Eman yang tengah menyetir ikut terkekeh melihat pasangan itu dari spion yang tergantung diatasnya. Tak menyangka gadis kecil yang selalu manja pada omnya itu, ternyata keduanya sudah berjodoh sejak kecil.


Kia yang melihat mamang supir didepannya ikut terkekeh, mulai berkomentar. "Ihh mamang kok ikut-ikutan ngetawain sih?"


Keduanya tertawa mendengar penuturan si mamang. Jika dipikir-pikir memang iya juga yang dikatakan pria paruh baya didepan kemudinya. Sejak kecil Kia begitu nurut dan nempel pada sang om yang sekarang sudah berganti status menjadi suaminya itu. Dan mengenai jodoh, tentu keduanya tak pernah mengira akan hal itu.


Obrolanpun terus berlanjut, dengan canda tawa yang terus menggema didalam kijang besi tersebut. Mereka yang memang sudah akrab dengan supir papihnya iu, tak canggung lagi mengobrol dengannya. Hingga tak terasa mobil yang mereka tumpangi sampai diparkiran apartemen.


Setelah berpamitan mang Asep pun menjalankan mobilnya untuk kembali pulang, tanpa ingin mampir terlebih dahulu. Mengingat dirinya yang memang memiliki pekerjaan lain, akhirnya Ia pun memutukan untuk segera kembali.


**

__ADS_1


"Akhirnya nyampe juga." Pekik Kia seraya merenggangkan otot-ototnya setelah sesaat berhasil memasuki unit mereka.


Ia berjalan hendak memasuki kamarnya, namun tas punggung yang Ia pakai mendadak tersangkut, hingga Ia tak bisa bergerak maju.


"E..ehh! Om!!" Pekiknya kaget.


Rei tergelak mendapati sang istri yang terkejut. Ia tarik sedikit keras tas punggung itu, hingga punggung sang gadis mendarat dirangkulannya.


"Mau kemana? Hem?" Tanyanya.


"Isshh om, tega banget deh. Dikira aku anak kucing apa?" Protesnya hingga sang suami terkekeh.


"Ya aku mau kekamar lah." Lanjutnya.


"Kamu salah tempat." Ucap Rei, hingga sang istri menoleh dengan kerutan didahinya.


Rei yang melihat sang istri yang seolah meminta penjelasan tersenyum. Ia merangkul pundaknya dan menggiringnya hingga didepan benda persegi berwarna coklat. Kia yang baru mengerti sedikit melongo, Ia pun menelan salivanya kuat-kuat. Apalagi ketika hembusan napas suaminya yang berhasil membuat bulu kuduknya meremang seketika.


"Disini tempat kita!" Bisiknya.


****************

__ADS_1


Jangan tanya kenapa mak othor baru up. Hari ini sibuk dulu dunia nyata🙈 Jadi cuma dikasih satu, besok dilanjut lagi yaa🤗


Yuk jejaknya jangan lupa! Like dan komenn jangan ketinggalan yaa😍


__ADS_2