
Khansa berjalan dengan anggun bersama Emily. Leon menarik lengan Khansa, hingga gadis itu berbalik dan hampir membentur dada Leon. Emily melepas genggaman Khansa, ia berbalik melangkah panjang menuju meja Yenny yang nampak kebingungan setengah mati.
Yenny tersentak saat tiba-tiba sebuah lengan melingkar di lehernya. Emily menekannya kuat-kuat ditambah tangannya menggulung rambut indah Yenny dan menariknya kuat-kuat. Wajah Yenny nampak memerah menahan sakit. Bibir Emily menempel di telinga Yenny yang terkunci gerakannya.
"Siap-siap, akan ada kejutan yang bisa meledakkan jantungmu. Siapin mental juga untuk tiga hari ke depan!" bisik Emily semakin menguatkan tarikan rambut Yenny.
Tidak terlihat seperti penganiayaan atau sebuah ancaman. Wajah Emily nampak bersahabat dengan senyum yang sangat manis. Ia seperti tengah memeluk Yenny. Satu tangannya mengusap lengan Yenny dengan lembut lalu mencengkeramnya dengan kuat.
"Kamu yang sudah menyalakan api peperangan. Jangan pernah main-main dengan Sasa. Aku orang pertama yang akan meremukkan tubuhmu!" ancam Emily lagi dengan berbisik.
Hansen menatap curiga. Namun ia hanya diam mengamati sambil memainkan gelas berisi anggur merah di tangannya. Bibir tipisnya menyunggingkan senyum. Ada sebuah ketertarikan tersendiri dari pesona artis muda itu di matanya.
"Han, tu cewek boleh juga. Tapi aku curiga. Dan perempuan yang minta dinikahi Kak Leon ... haihhh ada apa sih sebenernya?" bisik Simon yang mendekatkan tubuhnya pada Hansen.
Pria berkacamata itu hanya diam, tidak menjawab ocehan sepupunya yang sudah gatal ingin bergosip. Banyak para netizen yang diam-diam merekam kebersamaan mereka. Emily mengurai rambut panjangnya menghadap muka Yenny, mampu menutupi kesakitan Yenny dari sorotan mata orang-orang di sekitarnya.
Tiba-tiba Jihan yang sedari fokus sama makanannya, berlari panik mendekati kakaknya sembari memegang ponsel. "Kak! Kak Yenny!" pekiknya menghampiri Yenny.
Jihan terkejut saat melihat Emily sedang merengkuh leher Yenny. Dengan kasar Jihan melepas lengan Emily dan mendorongnya hingga terjengkang di lantai. "Heh! Kau apakan kakakku, hah? Dasar cewek bar-bar!" umpat Jihan melotot tajam.
"Hei, beraninya dia mendorong Emily. Nggak ada akhlak deh itu si Jihan!" seru salah satu pengunjung yang diiyakan banyak orang.
"Dasar akhlakless, dia yang bar-bar malah ngatain orang! Gila apa ya?" teriak yang lain lagi.
Sebenarnya bisa saja Emily melawan, namun dia tahu jika melawan dengan kasar juga, hanya akan merusak nama baiknya. Sementara, ia sedikit kesakitan tak apa.
Hansen segera berdiri, berjalan menuju Emily dan mengulurkan tangannya. Mata indahnya beradu dengan mata tajam Hansen. Lalu turun ke hidung, bibir juga tangan pria itu yang menggantung di udara.
"Bangunlah," ucap Hansen yang segera disambut oleh Emily. Wajahnya nampak memanas, setelah berdiri ia menunduk salah tingkah.
Yenny memejamkan mata dan mendesah kasar melihat kecerobohan adiknya. Memang benar-benar tak berguna dan hanya merepotkan saja.
"Apa-apaan kamu?" seru Yenny memelototi Jihan. Ia tidak mau terlihat salah di depan semua orang. Apalagi banyak kamera yang menyorot ke arah mereka.
"Kak, gawat! Ibu ...." Jihan kembali teringat dengan telepon dari rumah sakit. Mengabaikan tatapan orang-orang yang menghakiminya.
"Kenapa ibu?" seru Yenny khawatir. Dadanya berdegub kencang, firasatnya mengatakan terjadi sesuatu yang buruk.
__ADS_1
"Kita harus ke rumah sakit sekarang, Kak! Ibu collaps!" pekik Jihan hampir menangis.
Buru-buru Yenny berlari keluar bersama Jihan yang kerepotan membawa barang belanjaan. Mereka segera menuju ke rumah sakit. Bahkan Yenny lupa dengan ambisinya tadi. Yang ia pikirkan saat ini adalah ibunya.
"Terima kasih, Tuan Hansen," ucap Emily malu-malu.
"Sama-sama, kau tidak apa-apa? Ada yang luka?" ucap pria itu penuh perhatian.
Jantung Emily sudah seperti sedang lari marathon. Bahkan bibirnya tak bisa berhenti tersenyum. Satu tangannya menyelipkan rambut ke belakang telinga. "Tidak, aku tidak apa-apa," jawab Emily dengan suara indahnya.
"Haissh, aku mencium aroma nggak beres nih sama dua orang itu," gerutu Simon lalu menatap sushi di hadapannya, "Sus, gue sama siapa dong? Iih ditanya diem-diem bae, sus. Yaudah gue makan aja. Makan makan sendiri," sambungnya menyantap makanan itu sendirian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Lepas!" ucap Khansa menatap tajam. Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka berdua dan mulai bergosip.
"Eh dia siapa sih cakep banget yaampun. Padahal cocok ya sama Yenny. Tapi kok malah ngejar Khansa sih?" bisik salah satu pengunjung.
"Apa jangan-jangan selingkuhannya?"
"Sayang banget dong ya, hadeuh. Mending sama Yenny ke mana-mana. Khansa 'kan cuma pembawa masalah. Tapi kok malah milih dia sih!" Gosip itu pun mulai menyebar luas dengan cepat. Leon membuat mereka penasaran mengenai siapa identitasnya.
"Persis seperti dugaanku 'kan? Dia memintamu untuk menikahinya?" Khansa mulai berkaca-kaca. Ia memalingkan muka dari Leon. Jangan pernah main-main dengan feeling seorang wanita.
Sejak awal datang ke Villa Anggrek, Khansa merasa Leon bukan laki-laki sembarangan. Dan benar, Leon memiliki garis keturunan bangsawan dan berpendidikan tinggi. Yang mana, menjaga sebuah rahasia merupakan etika yang paling dasar dalam lingkup mereka.
Khansa pun malas menanyakannya, karena jawabannya pasti tidak memuaskan dan malah semakin menyakitinya. Ia akan berusaha mencari tahunya sendiri. Dan satu hal yang paling ditakuti Khansa adalah Leon tidak bisa mengingkari janjinya terhadap Yenny.
Leon menangkup kedua pipi Khansa, menghadapkan "Dengar, aku tidak akan pernah melakukannya. Memilikimu sudah cukup bagiku," ucap Leon dengan nada suara rendah.
Khansa memberanikan diri menatapnya, "Apa kau bisa ingkar janji?" tantang Khansa meliriknya dengan tajam. Leon terdiam, tidak bisa menjawab pertanyaan Khansa. Wanita itu menepis kedua tangan Leon dari wajahnya
"Hgh! Tidak bisa menjawab. Sekarang kamu pilih, aku atau Yenny?" tanya Khansa penuh penekanan. Matanya yang sudah memerah menatap Leon dengan tajam.
"Kamu, Sa!" tegas Leon.
"Kau memilihku karena hartamu sudah di tanganku 'kan?" cecar Khansa meremas kerah jaket Leon.
__ADS_1
Dengan cepat pria itu menggeleng, "Tidak! Bahkan kalau kamu meminta jantungku saat ini, akan aku berikan, Sa," aku Leon. Memang benar, saat menandatanginya pun Leon tidak berpikir panjang.
Khansa mengembuskan napasnya kasar, melepas cengkeraman tangannya. Emily berjalan keluar mencari keberadaan Khansa. Matanya mengedar di seluruh penjuru parkir. Hingga ia menemukannya sedang berdebat dengan Leon.
Dengan cepat, Emily berlari mendekati mereka dan tanpa aba-aba, kakinya menendang perut Leon begitu keras.
Khansa menoleh, "Emily!" panggilnya meraih tangan gadis yang hendak menyerang Leon lagi.
Leon sedikit terhuyung, namun tidak sampai terjatuh. Punggungnya membentur pintu mobil. Tangannya menekan perutnya. Hansen dan Simon terkejut melihat keberanian gadis itu.
"Selesaikan urusanmu dengan rubah betina itu! Aku baru mengizinkanmu menemui Sasa!" tegas Emily melayangkan tatapan tajam.
"Jangan ikut campur." Leon menatap gadis itu tak kalah tajam.
"Kalau kamu tidak ingin aku ikut campur, jangan pernah menyakitinya! Kau tahu? Seberapa besar usahanya untuk bangkit dari keterpurukannya? Dibuang oleh keluarganya sendiri ke ...."
"Emily cukup, ayo kita pulang!" Khansa meraih lengan Emily dan menariknya.
Saat pandangannya beralih pada Khansa, nampak sorot mata memohon. Jika sudah seperti itu, Emily pun akan menurut. Ia juga tidak mau membuka luka lamanya kembali.
Leon menatap nanar punggung kedua gadis itu semakin jauh, hingga masuk ke mobil dan pergi dari sana.
Di dalam mobil, Emily masih berusaha meredakan emosinya, ia mengemudi dengan kecepatan cukup tinggi. Khansa diam sedari tadi membuang pandangannya ke jendela.
"Sa, tadi kuasa hukum sudah menelepon. Suratnya sudah jadi dan saatnya memberi kejutan untuk Yenny si rubah itu," ucap Emily saat emosinya sudah mereda.
"Oh iya? Aku nggak sabar," gumam Khansa tersenyum tipis.
"Maaf ya, Sa. Aku nggak bermaksud menyakiti Leon," ucap Emily dengan sendu.
Bersambung~
😁😁😁😁😁 ini banyak loh.. 1200an kata.
Cuma mau bilang, jan lupa vote besok ya 😉 hadiahnya ditambahin juga boleh... makasih banyak cinta 🥰 wkwkwkwk
Yang sering kasih tips semoga makin dilancarkan rizkinya.. aamiin...
__ADS_1
Saat ku menoleh, sungguh terkejut dengan komentarnya. wkwkwk... makasi ya bebskiiii... moodbooster banget... 😘
Sek sabar ya sabar... dipretelin pelan pelan biar nggak kejut jantung 👌