Pengantinku, Luar Biasa

Pengantinku, Luar Biasa
Bab 218. ENDING ~ Bukan Akhir Segalanya


__ADS_3

"SURPISEEEE!!" teriak orang-orang di balik tirai.


Kemudian ratusan kembang api mulai menyala saling bersahutan melesak tinggi ke angkasa, membentuk keindahan di langit yang gelap malam itu. Pandangan semua orang mengarah ke atas. Dan tanpa disangka, percikan kembang api warna warni itu membentuk sebuah tulisan.


"Selamat atas peresmian RS. Sebastian!"


Khansa menutup mulutnya yang terbuka lebar. Air matanya menyeruak tanpa permisi, mengalir dengan deras menyusuri kedua pipinya. Tangisnya pecah, ia benar-benar terkejut.


"Selamat, Nyonya, Tuan!"


Seorang wanita mengalungkan untaian bunga pada Leon dan Khansa sebagai pemilik rumah sakit swasta tersebut. Dan di sana pula berkumpul semua keluarga besarnya.


Fauzan, Bibi Fida, Nenek, Emily, Jihan, Simon, Hansen bahkan Bara pun turut hadir di sana. Termasuk orang tua Hansen, orang tua Simon dan juga orang tua Emily. Mereka semua tersenyum dengan lebar.


"Leon, apa ini?" bisiknya dengan suara bergetar.


Leon menggenggam erat jemari lentiknya, lalu menciumnya lembut sembari menutup mata. "Kamu pantas mendapatkannya, Sayang," ucapnya menyeka bulir bening yang berjatuhan dari kedua sudut mata Khansa.


Pandangan Khansa beralih menyapu seluruh bangunan. Semakin deras air matanya, ketika melihat bangunan luas dan megah yang berdiri kokoh setinggi 20 lantai itu dengan semua lampu yang berpendar terang.


Kembali manik indahnya mengelilingi seluruh bangunan dari ujung hingga ujung lainnya. Impiannya terwujud. Leon merengkuh erat bahu wanita itu sembari memberi kecupan di pelipisnya.


Ratusan staff rumah sakit dan jajaran yang sudah direkrut melalui seleksi ketat, kini juga sudah berkumpul di sana. Tepuk tangan yang begitu meriah terdengar riuh. Para penanam saham, Menteri Riset Tehnologi dan Pendidikan Tinggi, Kedutaan Besar Japan, Kapolda Meteo Jaya setempat, Kapolres dan semua tamu undangan memenuhi pelataran luas rumah sakit tersebut.


Kilatan flash kamera dan video merekam bangunan eksterior rumah sakit itu. Khansa masih tak menyangka, ia benar-benar terkejut. Kakinya terasa lemas sampai susah digerakkan.


"Wow! Akhirnya yang ditunggu-tunggu. Ya, selamat dan sukses untuk opening Rumah Sakit Sebastian. Semoga bisa menjadi pelayanan terbaik di kota ini dan bahkan negara ini. Rumah sakit ini didirikan oleh Tuan Sebastian sebagai hadiah untuk Nyonya Sebastian, yang pernah memiliki cita-cita membuka akses pelayanan kesehatan untuk masyarakat sekitar. Di tempat yang sangat berarti sebagai saksi perjalanan hidup beliau. Selamat, Nyonya!" tutur sang pembawa acara yang suaranya bergelombang, ikut merasakan haru yang membuncah.


Tepuk tangan kembali menggelegar. Khansa semakin menangis. Tidak peduli dengan ratusan orang yang hadir di sana. Ia memeluk suaminya dengan sangat erat. Isakannya begitu keras, Leon sampai ikut larut dalam suasana. Matanya turut berkaca-kaca.


"Sayang," panggilnya mengusap-usap kepala Khansa dengan lembut. Sedangkan wanita itu hanya bisa terisak sambil mengeratkan pelukannya. Suaranya tercekat tidak bisa berucap apapun.

__ADS_1


Semua keluarga inti mulai mendekat, mengusap bahu Khansa yang bergetar hebat. Perlahan Khansa meregangkan pelukannya. Mereka memeluk erat wanita itu.


"Selamat, Sayang!" ucap nenek.


"Sasa, selamat, Bestie!" lanjut Emily.


"Selamat ya, Sa!" timpal Jihan.


Ucapan demi ucapan terus bergulir, yang hanya dibalas anggukan oleh Khansa. Ia masih tidak bisa mengungkapkan perasaannya selain air mata haru.


Rumah sakit itu memiliki konsep dan rancang bangun sebagai fasilitas pelayanan kesehayan satu atap. Mulai dari pelayanan primer, sekunder hingga pelayanan unggulan.


Bangunan utama berdiri diatas bantalan anti gempa yang berada di dasar kontruksi yang bertujuan untuk menahan guncangan dengan aman hingga 9.0 skala ritcher. Setiap lantai memiliki kompartemen tahan api dan bebas asap sebagain area aman tempat berkumpul yang bertujuan untuk memudahkan evakuasi pada musibah kebakaran. Ruang rawat inap ditata agar mendapat sinar ultra violet matahari untuk meminimalkan pertumbuhan kuman.


Sistem tata alir penyejuk udara yg bersifat variable unuk menjamin penyelenggaraan pelayanan kesehatan dak terputus sehingga dapat menekan biaya operasional. Sitem tata alir dan penyejuk udara juga berupa variable untuk meminimalkan resiko penularan penyakit dalam RS melalui udara.


Sistem tata air bersih menggunakan pipa anti bakteri untuk meminimalkan risiko penularan penyakit melalui air bangunan untuk mesin generator listrik dan mesin penghembus udara sejuk terpisah dari bangunan pelayanan sehingga pasien, pengunjung dan seluruh staff


Leon benar-benar memberikan fasilitas terbaik dan memberi kenyamanan pada semua pihak. Ia memikirkan semua hal sedetail itu, bekerja sama dengan pihak-pihak terkait yang memang berkompeten.


Acara demi acara terus mengalir. Sambutan demi sambutan juga sudah berjalan sebagaimana mestinya. Kini sudah memasuki acara santai. Mereka menikmati semua hidangan yang tersedia pada setiap meja yang sudah tertata dengan rapi.


"Leon," panggil Khansa saat mereka hanya berdua saja. Karena semua orang kini tengah menikmati hidangan.


"Ya, Sayang," ucapnya berbalik hingga saling berhadapan.


Khansa merapatkan tubuhnya. Ia menatap lekat sang suami, dengan sorot mata yang indah dipenuhi cinta. Kedua tangannya menyusup pada tepi kaos yang membalut tubuh kekar sang suami, di balik jasnya.


Leon menaikkan kedua alisnya ketika Khansa tak kunjung berbicara. Ia merapikan rambut Khansa yang mulai berantakan. "Apa, Sayang?"


Air mata Khansa tiada henti menetes, ia menelan saliva karena suaranya seperti tersangkut di tenggorokan. "Terima kasih banyak untuk semua kerja keras dan pengorbananmu, hingga bisa mewujudkan semua impianku. Kamu lelaki terhebat dan terbaik! Terima kasih, Sayang! Aku sangat mencintamu. Aku mencintaimu, Leon!" akunya berderai air mata lalu menjatuhkan kepala pada dada bidang suaminya. Tempat paling hangat dan nyaman bagi Khansa.

__ADS_1


Leon menarik napas dalam-dalam. Dalam dadanya serasa dihujani ribuan bunga. Ia membalas pelukan itu dengan lebih erat lagi. Menghirup dalam-dalam aroma tubuh sang istri yang selalu memabukkan sejak pertama mereka bertemu.


"Aku lebih mencintaimu, Sayang. Kamu duniaku. Ini semua nggak ada apa-apanya jika aku tanpamu! I love you Khansa. Tidak bisa diukur seberapa besarnya. Yang pasti kamu adalah hidupku!" balas Leon menghujani ciuman di puncak kepala Khansa.


Tidak menyangka akan berakhir indah seperti ini. Cinta yang hadir mampu melumpuhkan ego, amarah, membalut luka masing-masing hingga bisa bangkit kembali dari keterpurukan, bersatu untuk mencapai keberhasilan dan kebahagiaan bersama-sama. The power of love~


...~TAMAT~...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...








Eittt! Sabar... Sabar....


Kenapa tamat?


Okay, jadii akhir kisah SaLe sampai di sini. Maksudnya, semua konflik SaLe sudah berakhir. Semua mistery baik Khansa dan Leon yang muncul dari awal sudah terkuak....


Jadi, aku putuskan untuk TAMAT. Judul ini milik SaLe, jadi memang kisahnya berpusat pada SaLe. Di mana Khansa sudah menjadi wanita luar biasa baik karir, kemampuan juga hatinya.


Nah, untuk selanjutnya kita masuk season 2, yang mana adalah kisah HanLy dkk dan diselipin kebahagiaan SaLe. Tetep di sini kok gak pindah judul.

__ADS_1


Makasih banget yang mau nemenin perjuangan aku sampai di titik ini. Juga, semua dukungannya. Ambil sisi positif, buang jauh2 sisi negatifnya. Maaf atas segala khilaf dan kesalahan. Sayang kalian banyak2... 😘😘


__ADS_2