
Sore hari yang cerah, Khansa tengah bermain dengan kucing kesayangannya di kamar usai membersihkan tubuhnya. Ia berguling di atas ranjang sembari mengusap lembut bulu-bulu halus kucing tersebut. Sesekali mengajaknya berbicara.
Khansa merasa bosan, ia meraih ponsel yang ada di nakas. Jemari lentiknya membuka instagram dan melihat berita trending saat ini. Khansa terdiam sejenak.
Berita tentang Perusahaan Sebastian yang memberikan suntikan dana sebesar 10 milyar pada perusahaan Isvara, saat ini menjadi trending topik. Kening Khansa mengerut dalam, matanya menajam untuk mengulang-ulang berita itu.
"Presdir Sebastian? Apakah orang itu adalah Leon? Namanya 'kan Leon Sebastian," gumam Khansa berpikir dengan keras. Ia menggulir layar ponselnya, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Khansa yang tadi terbaring, kini beranjak duduk. Dadanya berdenyut hebat ketika melihat nama Leon tersemat di antara puluhan ribu komentar para netizen.
Dalam sekejap, Yenny langsung terkenal, masyarakat memuji Yenny sebagai putri yang baik, berbakat dan jenius.
"Presdir Sebastian ditaklukkan oleh Yenny Isvara. Wah, ini benar-benar mengejutkan!" komentar dari salah satu netizen.
"Hah? OMG, seorang Presdir Sebastian rela merogoh uang yang tidak sedikit demi Yenny Isvara?!"
Presdir Sebastian, seorang konglomerat terkaya di Kota Palembang yang sangat misterius. Selama ini, wajah Presdir Sebastian tidak pernah tersorot media. Belum ada yang pernah berhasil mengambil fotonya. Apalagi mengetahui mengenai kehidupan pribadinya
Perusahaannya pun sangat misterius. Tidak sembarangan orang yang bisa menembus kerja sama dengan perusahaan raksasa itu. Karenanya, ini berita yang sangat fantastis di kalangan khalayak umum.
"Wah, Yenny pemenangnya. Orang kampung nggak boleh dekat-dekat ya, nggak level saingan sama kesayangan kami!" sindir komentar lainnya.
"Yenny tentu saja sangat pantas. Dia gadis berbakat, genius dan sangat cantik. Nggak ada yang bisa mengalahkan wanita sosialita kelas atas seperti dia," puji komentar lainnya.
Dada Khansa bergemuruh hebat, tangannya gemetar ketika membayangkan Leon yang telah melakukannya. Jarinya meremas ponsel itu dengan kuat.
__ADS_1
"Tidak, tidak. Positif thinking dulu, kalau memang benar, hemm ... awas saja kalian semua!" gumam Khansa menggembungkan pipi sembari memutar mata untuk menyusun berbagai rencana. Termasuk rencana untuk suaminya.
Di ruang tengah, nenek sedang menyulam sembari menonton televisi. Tanpa sengaja, channel tersebut memperlihatkan berita yang menggemparkan mengenai suntikan dana yang diberikan oleh Presdir Sebastian untuk Perusahaan Isvara, karena permintaan seorang Yenny Isvara. Bahkan banyak yang menjodoh-jodohkan laki-laki misterius itu dengan Yenny.
Wanita itu melotot tidak percaya, napasnya menderu. "Apa-apaan ini?" teriaknya penuh emosi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu, di Perusahaan Isvara, Fauzan seperti kejatuhan durian runtuh saat melihat notif dari bank mendapatkan dana sebesar 10 milyar. Pria itu terkejut, matanya membelalak dengan lebar.
Ponselnya tak henti menerima notif pesan. Sedari tadi terus berbunyi secara beruntun. Fauzan menyadarkan diri dari keterkejutannya. Berita yang tersebar luas membuat para pebisnis menjilat ludahnya sendiri.
Yang awalnya memaki dan dengan kasar memutuskan kerja sama sepihak, kini kembali berlomba-lomba untuk kembali menginvestasikan dana pada perusahaan Isvara kembali karena melihat orang terhebat di kota tersebut memberi suntikan dana yang besar.
Mata Fauzan mulai berbinar, bibirnya mengunggingkan senyum tipis. Ia kembali membuka pesan-pesan berikutnya.
"Anda mempunyai anak seperti malaikat, selain cantik dan berbakat ternyata menjadi penyelamat di perusahaan Anda. Bisakah Anda mengajaknya makan malam bersama? Saya ingin kembali menginvestasikan dana di perusahaan Anda." --Pesan berikutnya.
Ini benar-benar menakjubkan. Pengaruh Leon sangat kuat di kalangan para pebisnis di seluruh penjuru kota.
"Bagaimana mungkin saya sempat mengabaikan Anda, Tuan Isvara. Mohon maafkan kelancangan saya. Saya berjanji akan kembali mengirimkan kontrak kerja sama kita." --Pesan-pesan berikutnya.
Saat ini Fauzan benar-benar merasa melambung ke udara. Tawanya menggelegar di seluruh penjuru ruangan. Fauzan tidak menyangka, Yenny memiliki hubungan dengan Presdir Sebastian. Saat Yenny mengucapkan akan mengatasi semuanya, Fauzan merasa ragu. Namun kini terbukti bahwa putrinya itu benar-benar membanggakan.
Yenny berjalan anggun memasuki ruangan ayahnya. Tanpa mengetuk terlebih dahulu, Yenny masuk dan langsung duduk di hadapan pria paruh baya itu. Yenny duduk tegak, lalu menumpukan kakinya. Fauzan masih tersenyum lebar menatap ponselnya yang masih kebanjiran tawaran kerja sama.
__ADS_1
"Ayah," panggil Yenny.
Sontak Fauzan mendongak, ia meletakkan ponselnya saat mengetahui putri kesayangannya datang. Fauzan segera beranjak dari duduknya.
"Yenny," ucapnya melangkah dan berdiri tepat di depan putrinya. "Apa benar Presdir Sebastian yang mengirim dana sebesar 10 milyar?" tanyanya antusias.
Yenny mendongak menatap ayahnya, "Iya," ucapnya tersenyum misterius.
Fauzan terperangah mendengarnya. Ia tidak menyangka Yenny berhubungan dengan orang nomor satu di Palembang. "Jadi berita yang beredar itu benar? Apa Presdir Sebastian menyukaimu? Bagaimana kamu bisa mengenalnya?" seru Fauzan tidak sabar ingin mendengar cerita putrinya.
Yenny memutar bola matanya, "Ayah tidak perlu tahu mengenai aku dengan Tuan Sebastian. Namun satu hal yang pasti, aku akan segera menjadi istri Presdir dan menjadi Nyonya Sebastian," gumam Yenny dengan penuh percaya diri.
Fauzan sungguh takjub, ia tidak bisa berkata-kata lagi. Kepalanya mengangguk dengan senyum yang semakin lebar. Kini tubuhnya menghambur di pelukan putrinya. Memeluknya dengan erat.
"Terima kasih, putriku!" gumam Fauzan menepuk-nepuk punggung Yenny, gadis itu bergeming tidak mau membalas pelukan sang ayah. Beberapa saat kemudian, Fauzan menjauhkan tubuhnya.
"Lalu, bagaimana dengan perceraian ayah dengan ibu?" tanya Yenny menatapnya tajam.
"Tentu saja ayah akan membatalkan perceraian itu!" Fauzan setuju tidak bercerai dan akan menuruti semua perkataan Yenny.
Bersambung~
Yenny, Fauzan... sampai kapan kalian mau di atas? mau turun sendiri apa diturunin paksa nih? Kalau ketinggian sakit banget loh 😌
__ADS_1