
Rongga dada wanita itu masih terasa bentrok di dalam sana. Napasnya terlihat sekali tidak teratur. Meski sudah beberapa kali berusaha menenangkan diri. Apalagi semua perhatian tertuju hanya padanya saat ini.
Satu persatu anak tangga dipijak. Para pengawal sudah membuka jalan untuk mereka. Hingga sampailah mereka di puncak teratas, kemudian berbalik memandang semua tamu undangan juga para wartawan.
"Selamat malam semuanya! Mohon perhatiannya sebentar!" Suara pembawa acara mulai mengambil alih suasana.
"Tolong harap tenang sebentar, karena acara akan segera dimulai!" lanjut pria muda itu.
MC tersebut lalu mulai membuka acara dilanjutkan ucapan terima kasih pada semua tamu yang hadir.
"Baik, tanpa berlama-lama lagi. Langsung saja saya perkenalkan bintang kita malam ini. Di samping saya, sudah berdiri orang hebat yang selama ini membuat kita penasaran! Beliau adalah Tuan Leon Sebastian pemilik perusahaan raksasa Sebastian Group bersama sang istri yang cantik jelita, seorang dokter lulusan dari Seoul National University, Khansa Sebastian!" pekik sang pembawa acara dengan semangat memperkenalkan Leon dan Khansa.
Banyak sekali perubahan ketika Leon berangkat ke Korea. Tidak hanya mengembangkan usaha di negara tersebut, namun juga melebarkan sayap usahanya pada berbagai bidang di Indonesia.
Karenanya tahun-tahun pertama ia berada di sana selalu disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk. Sempat merosot karena ada pengkhianat dari orang dalam. Kurang tidur, breafing melalui virtual di setiap waktu, meneliti detail satu per satu semua laporan, sampai sering mengabaikan Khansa.
__ADS_1
Tahun-tahun berikutnya, berkat kerja keras Leon dan orang-orang kepercayaannya yang tegas, teliti dan tak kenal ampun ketika menemukan kesalahan, semua terbayar dengan hasil yang luar biasa. Sebastian Grup menguasai 70% pangsa pasar di Palembang. Cabang-cabangnya di luar kota juga perlahan melesat.
Ini pertama kalinya ia muncul di media. Banyak yang penasaran dengan orang hebat itu. Walau ada beberapa yang sudah sempat mengetahui, namun mereka memilih bungkam karena masih sayang nyawa dan kehidupannya.
Gemuruh tepuk tangan diiringi suara siulan menggema di pelataran luas itu. Sebagian dari mereka tampak terkejut, ternyata orang terbesar di Kota Palembang sangat berkharisma, tampan dan masih muda.
Kekaguman pun mulai mengudara tertuju pada Khansa. Wanita yang dulunya pernah dibully, dihina, dikucilkan dan diabaikan ternyata adalah seorang istri presdir hebat. Tak hanya itu, mereka juga terkejut karena kini, Khansa bukan wanita biasa. Sesal pun mulai mengalir di bibir mereka yang dulu selalu menilai buruk Khansa.
Berita itu seketika menggemparkan dunia nyata maupun maya. Karena disiarkan secara live di beberapa stasiun televisi. Wajah Leon dan Khansa terpampang dimana-mana.
Leon dan Khansa saling pandang, kemudian mereka kembali menatap ke depan dan serempak membungkukkan badan. Pria itu lalu mengucapkan sedikit sambutan dan ucapan terima kasih.
Ia sudah yakin untuk go public karena saat ini keamanannya sudah terjamin dan kedudukan yang tinggi. Juga, Khansa lebih siap mentalnya dengan segala keterampilan yang ia miliki.
Leon merengkuh pinggang istrinya dengan posesif, merapatkan pada tubuh kekarnya dan memperlihatkan pada dunia bahwa Khansa miliknya.
__ADS_1
"Baik, terima kasih sambutannya, Tuan Sebastian. Kali ini kita memasuki acara yang ditunggu-tunggu! Pengguntingan pita yang akan dilakukan oleh Nyonya Sebastian! Silakan Nyonya," ujar sang MC menunjuk sebuah nampan. Di atasnya terdapat gunting yang dihiasi pita cantik pada gagangnya.
Khansa menoleh pada Leon. Tatapannya penuh tanya. Sang suami mengangguk meyakinkan. "Aku?" tanya Khansa menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, Sayang," bisiknya di telinga Khansa.
Leon lalu meraih benda tajam itu menyerahkannya pada Khansa. Kemudian memutar tubuh hingga membelakangi para audience.
"Guntinglah," ujar Leon menunjuk dengan dagunya sebuah pita berwarna merah yang terbentang di depan tirai putih.
Khansa menerimanya, ia sudah bersiap untuk menggunting pita itu dengan dada berdebar kasar. Namun tiba-tiba terdengar suara yang menghentikannya.
"Tunggu!"
Bersambung~
__ADS_1
Eh masih banyak yg nanya Tiger yak... Dia dipisah bestie.. ada di judul lain yaa.. The Devil Husband... klik saja profilku nanti keliatan. cimimiwww😘