Pengantinku, Luar Biasa

Pengantinku, Luar Biasa
Season 2 ~ Bab 13 : Darah Lebih Kental daripada Air


__ADS_3

"Tarik napas panjang, lalu embuskan perlahan, Bara. Ini salah satu cara agar kamu bisa sembuh dari traumamu. Menggali kembali kenangan buruk itu, meski sangat menyakitkan. Tapi aku yakin, kamu pasti bisa melaluinya. Sekarang tarik napas panjang," titah Khansa menjelaskan.


Monica menurunkan kedua lengannya. Bara mulai melakukan apa yang dikatakan Khansa. Ia lakukan beberapa kali sampai dadanya terasa sedikit lega.


"Sekitar dua puluh tahun yang lalu, saya, orang tua dan adik kecil saya hendak rekreasi. Lama sekali kami menunggu waktu berkumpul, karena mama dan papa sangat sibuk." Bara kembali berkaca-kaca. Tangannya mengusap kasar kedua matanya yang berembun.


"Tapi, saat berhenti di lampu merah, kami mengalami kecelakaan beruntun. Mobil kami dihantam sangat keras sebuah truk kontainer dari belakang, hingga terseret beberapa meter ke depan lalu menghantam banyak mobil. Tubuh saya terlempar jauh keluar hingga berguling di jalan dan terbentur mobil dari lawan arah. Setelah itu saya hanya merasakan sakit di sekujur tubuhkl, terutama kepala. Lalu semua gelap!"


Bara menceritakannya dengan suara bergetar. Menahan rasa sakit di kepalanya mengingat semua kenangan buruk yang selama ini tersimpan rapi di benaknya.


Tubuh Monica melemas, napasnya berembus berat. Dua puluh tahun lalu ia juga menyelamatkan balita mungil yang cantik terjepit dalam badan mobil.


"Lalu, setelah itu apa yang terjadi sama kamu, Bara?" Meski tenggorokannya tercekat, Monica berusaha mengeluarkan suaranya.

__ADS_1


"Saya diadopsi oleh orang yang menghantam saya, Tante. Dibawa keluar negeri. Saat kuliah, saya memilih di Bali karena waktu itu pacar saya juga kuliah di sana. Delapan tahun yang lalu, mereka memutuskan hubungan keluarga dengan saya, karena saya terjerumus dalam narkoba ketika pacar saya menikah dengan pria lain. Mereka semua meninggalkan saya, yang saat itu benar-benar dalam keadaan terpuruk." Bara tersenyum meski terus menyeka air matanya yang mengalir deras.


Monica semakin tak kuasa menahan tangisnya. Disaat Bara membutuhkan dukungan moral justru mereka meninggalkannya, hanya demi nama baik keluarga. Oh, sesak sekali dada Monica membayangkan posisi Bara kala itu.


"Tapi Tante, tanpa pernah saya duga. Gadis kecil yang dulu saya bela ketika selalu dibully, dihina dan diremehkan teman-temannya saat itu menjadi garda terdepan untuk membela saya. Menemani saya disaat-saat terpuruk dan berada di titik terendah sampai saya keluar dari rehabilitasi."


Khansa mengusap punggung Bara secara perlahan. Ia juga menahan tangis mendengar kisah Bara, mengulurkan sebuah tissu pada lelaki itu karena tak kunjung menghentikan tangisnya.


Dulu Emily pernah bercerita secara singkat mengenai Bara. Namun mendengar langsung dari Bara, Monica tak kuasa menahan tangisnya.


"Darah memang lebih kental dari pada air, Bara," ucap Monica dengan nada suara bergetar.


"Maksud Tante?" tanya Bara tak mengerti.

__ADS_1


Khansa juga tampak menautkan kedua alisnya. Pandangannya beralih pada Monica yang justru semakin terisak. Tangannya sibuk menyeka air mata dan juga ingusnya. Mata dan hidungnya teramat merah.


"Apakah orang tua kandungmu adalah Jenderal Darren Miller dan Nyonya Amoera Miller?" Monica menaikkan kedua alisnya dengan sedikit senyum pada bibirnya yang bergetar.


"Bagaimana Tante bisa tahu? Kabar dari orang tua angkat saya, mereka sudah meninggal saat kejadian," gumam Bara pelan namun masih dapat didengar oleh Monica.


Monica menunduk, menutup mulutnya agar tak menangis histeris dan menjerit. Lalu kembali menatap lelaki yang tampak kebingungan itu. Tangannya menepuk kedua bahu Bara, "Karena kalian seperti memiliki ikatan batin. Saling menyayangi dan menjaga satu sama lain. Tuan dan Nyonya Miller, mereka adalah ... orang tua kandung Emily!" ujar Monica menahan tenggorokannya yang tercekat.


Bersambung~


Terima kasih banyak dukungannya bestie 😘😘 love youu sekebon cabe.. milik tetangga ya. kebonku abis 🤣


__ADS_1


__ADS_2