Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Iri pada Tari


__ADS_3

Jam istirahat telah tiba, sekarang Deni dan Reyhan sudah ada di kantin sekolah, mereka bersiap untuk memakan makanan yang telah mereka beli.


Namun saat Mentari sedang mencari tempat duduk Deni yang melihatnya langsung berteriak.


"Mentari di sini saja dengan kami".


Mentari yang merasa namanya di panggil melihat kearah suara dan dia langsung berkata "tidak terima kasih"


Bukan Mentari tidak mau duduk bersama Deni tapi dia tidak mau dipermalukan oleh Reyhan seperti teman-temannya yang lain karena Reyhan mengusir siapapun yang duduk bersama mereka, walau kursi di meja mereka masih banyak yang kosong.


Deni yang mendengar Mentari menolaknya langsung menghampiri Mentari dan berkata "ayo jangan takut dengan es itu, es itu sudah meleleh pada mu".


Mentari tidak mengerti apa yang Di maksud Deni tapi dia mengikuti Deni karena Deni menuntunya untuk duduk bersama mereka setelah sampai di dekat meja yang di duduki Reyhan Mentari tidak langsung duduk seperti Deni, dia justru melihat Reyhan.


Deni yang mengeri dengan tatapan Mentari pun menendang kaki Reyhan, Reyhan pun langsung melihat Deni.


Deni langsung mengarahkan dagunya pada Mentari, Reyhan tanpa melihat Mentari langsung berkata "duduklah aku tidak akan mengusir mu".


lalu Reyhan berkata dalam hati "Tidak taukah dirimu Deni bahwa jantung ku ini sedang tidak baik-baik saja saat ini".

__ADS_1


Deni yang melihat raut wajah Reyhan seperti itu tersenyum dan berkata dalam hati "Setiap hari aku akan melakukan ini, agar kamu bisa mencair seutuhnya ha ha ha".


Sedangkan Mentari sangat senang bisa duduk bersama mereka, tapi bukan seperti oranglain yang senang karena bisa duduk bersama Reyhan, dia senang karena bisa duduk bersama Deni cowo yang dia suka "Sepertinya dia mulai melihat ku, itu artinya aku ada kesempatan untuk lebih dekat dengannya" ucap Mentari dalam hati.


Merekapun makan dengan Deni yang terus mengoceh sementara Reyhan hanya tersenyum dan mengangguk saja, sementara Mentari merasa jengkel karena Deni membahas Reyhan terus menerus.


Sementara semua para gadis yang melihat Mentari bisa duduk bersama Reyhan merasa iri dan mulai membicarakan Mentari.


"Beruntung banget si tari bisa duduk semeja dengan Reyhan". ucap Mila


"Iya kamu benar kita saja yang ngejar Reyhan dari pertamakali masuk SMA belum pernah bisa duduk dengannya, dan lihat si tari tidak ada hujan tidak ada angin bisa duduk dengan santai di dekat Reyhan"


"Apa kalian tidak tau alasan teri bisa duduk dengan Reyhan apa" ucap indah.


Mila dan Ida yang tidak tau pun menggelengkan kepalanya.


"Itu karena Mentari teman dekat Deni" ucap Indah


"apa?" ucap Mila dan Ida kaget, "Maksud mu pacar si Deni" tanya Ida

__ADS_1


"Bukan pacar tapi teman biasa tapi lebih dekat". ucap Indah


"Maksud mu Sahabat", tanya Mila


"Mungkin seperti itu karena Deni sering berinteraksi dengan Mentari dalam hal pelajaran". ucap Indah


"Beruntungnya Tari coba aku yang di posisinya aku pasti bahagia banget, eh tunggu apa kalian merasa jika tari menyukai Deni" ucap Ida


"Maksudmu apa ?" tanya Mila


"Coba kalian perhatikan mentari seperti mencuri pandang pada Deni" ucap Ida.


"kamu benar, ternyata matamu sangat jeli iya sepertinya Tari menyukai Deni". ucap Indah.


Karena Deni sudah selesai dan dia ingin ke toilet diapun pamit terlebih dahulu.


Mentari yang juga sudah menghabiskan makanannya juga pamit pada Reyhan dan Reyhan menjawabnya


"Iya silahkan" ucapnya sambil tersenyum manis sekali sampai membuat Mila,Ida dan Indah meleleh di buatnya, dan mereka kompak berkata "Manisnya".

__ADS_1


"aku pengen di senyumin Reyhan seperti itu" ucap Mila.


__ADS_2