Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Gerak cepat


__ADS_3

"Sudah tertawanya perutku sakit Dra, kita lagi di tempat sepi juga kamu malah tertawa seperti itu"


"Nah kamu sendiri kenapa tertawa seperti itu?"


"Gak tau pokonya aku ingin tertawa karena aku melihat mu tertawa".


"Eh itu sepertinya mobil yang akan menderek mobilmu" ucap Samudra.


"Iya sepertinya" ucap Embun


Mobil derekpun telah membawa mobil Embun untuk di perbaiki, dan Embun di antar Samudra pulang kerumahnya.


Embun yang tadinya ingin menemui Deni mengurungkan niatnya karena tidak mau jika Samudra tau tentang Reyhan dan membocorkannya pada Mentari.


Setelah sampai di halaman rumah Embun Samudra bertanya


"Bun jika aku melamar mu bagai mana apa kamu akan menerimaku?"


"Dasar, tadi kamu nembak aku sekarang kamu bilang mau lamar aku, jangan gitu dong bercandanya, bisa bahanya kalau aku percaya".


"Ko bahaya?"

__ADS_1


"Iya lah bahaya bagi hati ku yang masih menaruh rasa, eh maksud ku bahaya karena aku bisa terkena serangan jantung".


"Embun aku serius ingin melamar kamu".


"plis dra jangan seperti ini"


"Bun tatap mata aku, dan lihat apa ada kebohongan di mata aku" ucap Samudra sambil memegang bahu Embun


Embun menatap mata Samudra dan tiba-tiba air matanya menetes karena dia melihat tidak ada kebohongan di mata Samudra.


"Sekarang kamu percaya bukan" tanya Samudra dan Embun pun menganggukkan kepalanya.


"Tapi kenapa bukankah kamu kemarin masih berharap Mentari menerima cintamu?" tanya Embun sambil menghapus air matanya.


Lalu dia memberi tahu ku jika kamu masih menyimpan rasa padaku dan entah kenapa aku jadi memikirkan mu sejak kemarin dan entah kenapa juga perasaan itu ada lagi untuk mu padahal aku sudah menguburnya dalam-dalam".


"Maaf samudra aku belum bisa menerimamu sekarang karena aku tidak yakin dengan perasaan mu itu".


"Baiklah jika itu keputusan mu, tapi apa boleh jika aku bertemu dengan kedua orang tua mu?".


"Tentu saja boleh, tapi kenapa kamu ingin bertemu mereka". tanya Embun

__ADS_1


"Aku hanya ingin bertemu mereka saja karena sudah bertahun tahun aku tidak melihat mereka".


"Oh yasudah ayo turun" ajak Embun


Mereka turun dan langsung masuk ke rumah Embun, Samudra di suruh duduk terlebih dulu oleh Embun untuk menunggu kedua orang tuanya.


Sedangkan dia akan memanggil kedua orang tuanya yang pasti mereka sedang berada di taman belakang sedang menyiram tanaman.


Setelah mengatakan bahwa Samudra ingin bertemu mereka Embunpun pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri dan membuang hajatnya yang sudah lama dia tahan.


Kedua orang tua Embun merasa senang saat Embun mengatakan jika Samudra ingin bertemu dengan mereka dan mereka sudah menebak tujuan Samudra ingin bertemu mereka, walau Embun sudah mengatakan jika Samudra hanya ingin bertemu saja karena sudah lama tidak bertemu mereka.


Ibu dan ayah Embun datang, lalu Samudra mencium tangan mereka dan Samudra berkata


"Apa kabar om, tante?".


"Kabar kami baik nak, lalu bagai mana dengan mu?". tanya Ayah Embun


"kabarku juga baik om" jawab Samudra


"Oh iya ada apa kamu ingin menemui kami, maaf tapi om merasa tidak mungkin jika kamu hanya ingin bertemu saja tanpa ada maksud lain". tanya Ayah Embun.

__ADS_1


Dengan hati yang berdebar dan keringat dingin yang mulai keluar dari pori-pori tubuhnya Samudra berkata


"Maaf om, tante, memang benar jika saya ingin bertemu dengan kalian bukan hanya ingin bertemu saja tapi ada maksud lain yang saya ingin sampaikan" ucap Samudra lalu menghirup udara sebentar untuk menetralkan kegugupannya.


__ADS_2