
"Saya ingin melamar Embun om, jika kalian mengijinkan saya akan membawa kedua orang tua saya datang kemari hari minggu nanti".
"Maaf nak tapi kami tidak bisa menerima lamaran mu tanpa persetujuan Embun, dan sebaiknya kita tunggu Embun terlebih dahulu" ucap ayah Embun dan dia langsung berkata pada istrinya untuk memanggil Embun.
Setelah melihat istrinya pergi Ayah Embun dan Samudra bercerita tentang kehidupan mereka masing-masing.
Lalu Mentari datang menghampiri ayahnya dan Samudra dengan memakai baju satainya, mentari yang tidak di beritahu jika Masih ada Samudra langsung berlari pergi kedalam kamarnya lagi karena malu dengan penampilannya yang masih berantakan terutama rambutnya yang masih dia sisir sambil berjalan.
"Ah kenapa ibu tidak bilang jika di sana masih ada Samudra," ucap Embun berteriak di dalam kamarnya.
Ayah Embun yang Melihat Samudra terus melihat jam di tangannya langsung berkata
"Nak om menerima lamaran kamu dan om tunggu kedatangan mu bersama kedua orangtuamu, karena ayah tau Embun juga masih mencintai mu buktinya dia masih memajang foto mu dan barang-barang yang pernah kamu berikan padanya" ucap Ayah jujur
"Terimakasih Om jika seperti itu saya pamit" ucap Samudra lalu dia pergi setelah mencium tangan Ayah Embun
Setelah Samudra pulang ibu datang dengan membawa minum dan makanan ringan lalu dia bertanya "Ayah mana Samudra".
"Sudah pulang".
"Terus bagai mana dengan lamarannya?".
__ADS_1
"Sudah ayah terima dan kita hanya tinggal menunggu keluarga Samudra datang kemari".
Sementara Embun yang baru datang merasa kaget karena mendengar jika ayahnya sudah menerima lamaran Samudra dan itu artinya sebentar lagi dia akan menikah, karena kedua orang tuanya sangat menginginkan agar dia cepat menikah.
Ibu Embun yang melihat Embun hanya berdiri langsung menghampirinya dan berkata "ayo sayang ayah ingin menjelaskan sesuatu".
Embun mengikuti sang ibu tanpa bertanya apapun dan dia langsung duduk tanpa mengatakan apapun.
Ayah embun melihat Embun lalu dia berkata "Sayang maaf ayah sudah menerima lamaran Samudra, tadinya ayah tidak ingin menerimanya tanpa persetujuan dari mu terlebih dahulu, tapi karena ayah lihat Samudra seperti memiliki janji jadi ayah menerimanya karena ayah yakin kamu masih menyukainya".
"Ayah" ucap Embun cemberut
"Iya tapi aku belum ingin menikah bu".
"Sayang umurmu sudah cukup untuk menikah, dan kamu juga sudah mencapai semua mimpimu lalu sekarang apa lagi alasanmu menolak sebuah pernikahan".
Embun pasrah kali ini karena dia memang sudah tidak punya alasan lagi untuk menolak keinginan kedua orangtuanya.
*
Lalu keesokan harinya setelah dia pulang bekerja dia merasa kesal karena Samudra belum mengabarinya dan dia tidak mau memulainya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Apa dia mempermainkanku, kenapa dari semalam sampai sekarang dia tidak menghubungiku, tapi jika dia hanya mempermainkan aku tidak mungkin dia melibatkan orangtuaku, ahh dasar Samudra menyebalkan" ucap Embun kesal dan karena sibuk memikirkan Samudra Embun melupakan rencananya yang ingin tau keberadaan Reyhan.
Sementara Samudra sedang sibuk mempersiapkan sesuatu, untuk mengejutkan Embun.
Embun sampai dirumahnya dengan raut wajah yang mencerminkan bahwa dia sedang kesal.
Saking kesalnya Embun sampai tidak menyadari bahwa di Rumahnya seperti akan menggelar sebuah acara.
Embun yang sedang kesal langsung pergi ke kamarnya tanpa memperdulikan orang-orang yang sedang wara-wiri di rumahnya.
"Dasar Samudra menyebalkan" ucap Embun sambil melempar tas kerjanya, lalu dia pergi ke kamar mandi untuk menghilangkan semua rasa kesalnya dengan mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin.
Embun berada di kamar mandi sangat lama karena dia tidak jadi mandi dengan air dingin dan malah berendam dengan air hangat.
Setelah merasa puas Embun keluar untuk memakai bajunya, lalu dia berkata
"Sekarang aku tinggal berdandan ala-ala artis" ucap Embun sambil tersenyum.
Ya Embun suka berdandan mengikuti tutorial merias wajah di sosial media yang sering dia lihat, setelah selesai pintu di ketuk dari luar dan Embun berkata
"Sebentar".
__ADS_1