Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Kedatangan Reyhan


__ADS_3

Keesokan paginya Mentari sudah memakai baju pengantin dan sudah dirias dengan sangat cantik.


"Anda sangat cantik nona" ucap sang perias.


"Terimakasih" ucap Mentari sambil tersenyum


padahal di dalam hatinya dia ingin menangis karena hari ini dia akan menikah dengan laki-laki pilihan kakeknya dan dia tidak tau wajahnya seperti apa ah jangankan wajah laki-laki tersebut namanya saja dia tidak tahu miris memang tapi itulah jalan yang dia pilih, dan mau tidak mau dia tidak boleh mengeluarkan air matanya dia hari yang memang seharusnya dia tidak menangis.


Sementara di Rumah sakit Deni sedang membujuk Reyhan untuk datang ke acara pernikahan Mentari.


"Den apa kau ingin membuat ku merusak acara pernikahan Mentari".


"Tidak aku hanya ingin kau datang sebagai temannya dan memberikan selamat padanya, jika kamu tidak datang Mentari akan semakin kecewa pada mu Rey, dan kamu bisa menemui dia sebelum dia menjadi milik orang lain".


Reyhan terdiam karena memikirkan ucapan Deni yang terakhir dan dia berkata " kau benar aku harus bertemu dia sebelum dia menjadi milik orang lain".

__ADS_1


"Baiklah sekarang pakai baju ini".


"apa kau bercanda menyuruh ku memakai pakayan seperti ini, nanti mereka mengira aku calon suami Mentari".


"Kau ini bukankah setiap pergi kekantor pakayan mu memang seperti ini".


"Iya tapi ini di Indonesia Den hanya orang yang akan menikah yang berpakayan seperti ini yang pergi ke acara pernikahan".


"itu kalau yang mengadakan acaranya orang biasa ya kalau orang berduit mah yang datang pasti pakai setelan seperti ini dan kenapa sekarang kamu jadi bawel seperti ini " ucap Deni yang tidak habis pikir dengan sikap Reyhan yang sekarang.


"itu karena aku sering berinteraksi dengan kalian nah terus kenapa kamu hanya memakai batik".


Deni dan Reyhan sudah sampai di kediaman Mentari, Reyhan yang ingin menemui Mentari langsung pergi meninggalkan Deni.


Sementara Deni menunggu keluarga dan bawahan Reyhan datang.

__ADS_1


Reyhan sudah berada di dekat kamar Mentari dia melihat situasi di sana dan setelah merasa jika Mentari hanya seorang diri di kamarnya Reyhan langsung masuk ke kamar Mentari dan mengunci pintu kamar Mentari.


Mentari yang mendengar seseorang masuk kekamarnya berkata "Kenapa kalian kembali apa ada yang tertinggal".


"Ada hati ku"


Deg Mentari kaget karena yang barusan masuk bukan Suci atau Embun melainkan Reyhan.


"Kenapa kau ada di sini" ucap Mentari ketus karena dia tidak menyangka jika Reyhan menemuinya di saat-saat terakhir.


Bukannya menjawab pertanyaan Mentari Reyhan malah mendekat dan meletakan tangannya di bahu Mentari dan melihat mentari dari cermin lalu dia berkata "kamu sangat cantik Tari coba jika aku yang akan menjadi suami mu aku pasti bahagia".


"Sudah berkhayalnya jika sudah pergilah" usir Mentari karena kesal melihat Reyhan datang hanya untuk berkata yang tidak-tidak.


Reyhan tersenyum getir lalu dia berkata "Aku kesini ingin mengucapkan selamat karena kamu akan menikah dan kamu tau jika saja kamu bersabar kita pasti akan bersatu karena semalam aku mendengar jika penjahat itu sudah terkena setruk kaki dan tangannya patah dan di pastikan dia akan sulit untuk sembuh dan kamu tau artinya itu apa?"

__ADS_1


Mentari terdiam, dan Reyhan yang melihat Mentari hanya terdiam pun berkata "itu artinya tidak akan ada yang akan mengancam nyawamu lagi jika kamu hidup bersamaku, tapi ya sudahlah mungkin takdir kita hanya sebatas sahabat atau bekas pengawal dan atasannya atau bisa juga bekas CEO dan karyawannya".


Setelah menyampaikan apa yang dia ingin sampaikan Reyhan pun pergi namun sebelum dia keluar dari kamar Mentari Reyhan berkata lagi " Semoga kamu bahagia dengannya dan terus bersama sampai maut memisahkan, aamiin" dan pintupun tertutup.


__ADS_2