Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Keinginan Reyhan


__ADS_3

Setelah Rey membersihkan dirinya Rey menghampiri Deni yang dari tadi belum keluar dari ruang kerjanya.


tok tok tok..


Suara pintu di ketuk dan Deni menyuruh orang yang mengetuk pintunya untuk masuk.


Reyhan masuk dan langsung duduk setelah Deni menyuruhnya duduk.


"Ada apa?" tanya Rey karena melihat Deni seperti kebingungan.


"Apa sangat terlihat Rey?".


"Iya terlihat sangat jelas jika kamu sedang ada masalah, jadi apa masalah mu siapa tau aku bisa membantu mu".


"Baiklah aku akan memberi tahu mu tentang masalah yang aku hadapi,


"Satu bulan yang lalu ada seorang kakek yang datang kemari untuk menyewa seorang pengawal nah dia sudah membayarnya dan memberi tahu aku jika dia membutuhkan pengawal yang masih muda, pandai ilmu bela diri dan juga pintar".

__ADS_1


"Terus apa masalahnya bukankah anak didik mu memang seperti itu?" tanya Reyhan yang kurang mengerti masalah Deni.


"Yang jadi masalah adalah kakek itu tidak menerima satupun anak didik ku yang ku kirim ke sana, padahal aku sudah memakai uangnya".


"Oh uang ternyata kenapa tidak bilang pada ku Den?".


"Aku tidak mau terus-terusan bergantung pada mu Rey, aku ingin menyelesaikan masalah ku dengan tangan ku sendiri tanpa bantuan dari mu".


"Itu pemikiran yang bagus tapi jika kamu belum mengirimkan pengawal untuknya dalam waktu yang lama dia bisa menuntut mu, memang berapa uang yang telah kamu terima?".


Deni menghela nafasnya dan berkata "Uang yang ku terim sebanding denga gajih pengawal selama satu tahun penuh".


"Aku yakin Rey, aku akan mencari pengawal yang bisa aku sewa dari tempat lain dan semoga bisa di terima oleh kakak tua itu".


Ya satu bulan yang lalu Kakek itu datang saat Deni kedatangan dua orang penagih hutang dari pihak bank, dan kakek tersebut melunasi hutang Deni pada bank tersebut karena dia akan menyewa pengawal di tempat Deni dan Deni menyetujuinya karena Deni pikir orang-orangnya pasti memenuhi kriteria yang dia minta kakek tersebut.


Namun setelah dia mengirim beberapa muridnya sang kakek terus menolaknya entah apa yang salah dengan orang-orang yang di kirim Deni.

__ADS_1


"Den setelah aku pikir-pikir bagai mana jika aku mencoba menjadi pengawal yang dia minta kakek itu, sepertinya aku termasuk kriterianya".


"Kamu memang termasuk kriterianya tapi bagai mana dengan pekerjaan mu yang pasti sekarang saja sudah menumpuk bukan?". ucap Deni.


"Ayolah ijinkan aku setidaknya aku bisa merasakan menjadi seorang penjaga walau hanya penjaga seorang kakek, dan untuk pekerjaan ku aku mempunyai bawahan yang bisa ku andalkan dan aku juga bisa bekerja di saat malam hari".


"Jangan bilang kamu belum melupakan cita-cita mu itu".


Reyhan tersenyum dan berkata "Iya aku masih ingin menjadi seorang tentara, nah karena sekarang itu tidak mungkin aku lakukan jadi ijinkan aku untuk menjadi seorang pengawal toh sama-sama menjaga keamanan bukan".


"Iya kau benar sama-sama menjaga keamanan Tentara menjaga keamanan Negara, pengawal pribadi menjaga keamanan tuannya, tapi apa kamu yakin ingin melakukannya ?".


"Aku yakin Den" ucap Reyhan tanpa ragu


"Baiklah jika seperti itu aku akan memberi mu alamat Rumahnya dan ini kunci motor mu, tidak mungkin bukan jika kamu memakai mobil mu ke sana?"


"Iya tentu saja, dan terimakasih karena terus merawat motor ku". ucap Reyhan

__ADS_1


"Sama-sama itu bukanlah apa-apa di bandingkan dengan semua bantuan mu selama ini, oh iya sepertinya warna kulitmu harus di rubah menjadi sedikit gelap".


__ADS_2