Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Terlihat


__ADS_3

Embun sampai di kantornya seperti biasa dan dia bersikap seolah-olah tidak terjadi apa pun pada dirinya semalam.


Jam istirahat tiba Embun, Mentari dan Suci seperti biasa pergi ke Lestoran langganan mereka.


Karena cuaca hari itu sangat panas Embun tidak sengaja mengangkat rambutnya untuk dia ikat namun detik berikutnya dia membiarkannya lagi karena dia baru ingat jika di sana ada bekas gigitan sayang suaminya.


Tanpa sengaja Suci melihat beberapa bekas merah yang ada di leher bagian belakang Embun karena saat itu Suci baru kembali dari toilet dan tanpa sengaja melihatnya.


Suci penasaran dan ingin memastikan lagi jika yang dia lihat adalah bekas kecupan, dia berpikir dengan keras bagai mana caranya agar dia bisa melihatnya lagi.


"Tunggu jika itu bekas kecupan berarti di leher bagian depanpun pasti ada, apa jika di lap dengan tisu basah akan kelihatan?" tanya Suci pada dirinya sendiri dan dia berkata lagi


"tapi tidak ada salahnya juga aku menyuruh dia untuk membersihkan keringatnya dengan mengunakan tisu basah ini tapi sebelum itu aku ingin makan telebih dahulu.


Mentari kuga melihatnya tadi, tapi hanya sekilas dan dia berpikir jika itu hanya bekas garukan tangan Embun.

__ADS_1


Mereka selesai makan Siang dan akan kembali ke kantornya, Suci yang masih penasaran dengan bekas merah itu langsung meminta Embun untuk mengantarnya ke sebuah gerobak yang menjual rujak dan untungnya Embun mau.


Karena di sana mereka mengantri dan cuaca sangat panas Suci memberikan sebuah tisu basah pada Embun untuk menghilangkan keringat yang ada di wajah atau leher Embun.


Embun tau jika itu tisu basah jadi dia hanya menggunakan tisu tersebut pada lehernya saja dan tanpa sadar dia membersihkan lehernya sangat kuat dan membuat warna merah itu terlihat.


Suci yang melihatnya langsung replek menutup leher Embun dengan kerah baju Embun sambil berkata


"Kamu habis main dengan siapa Bun sampai bekasnya sebanyak ini, apa tidak bisa jika kamu menyuruh dia untuk membuatnya di bagian yang lain".


Embun bingung dengan tingkah Suci yang tiba-tiba menutupi lehernya dengan kerah bajunya sendiri dan semakin bingung dengan ucapan Suci, lalu dia berkata


Suci tidak habis pikir jika Embun tidak mengetri dengan apa yang dia ucapkan, lalu dia berbisik di telinga Embun "Kamu semalam main gila dengan siapa eh maksudku bercinta dengan siapa?".


Deg "dari mana Suci tau jika semalam aku sudah bercinta". ucap Embun lalu dia ingat bahwa Suci menutupi lehernya dan dia langsung memegang kerah bajunya yang sudah menutupi lehernya.

__ADS_1


Suci berkata "kamu harus memberi tahu aku dan Mentari nanti di dalam ruang kerja kita".


Embun pasrah mengiyakannya karena dia tidak bisa menyangkalnya.


karena Suci pasti tau jika yang ada di lehernya adalah sebuah tanda yang di berikan seseorang setelah mereka bercinta.


Mereka sudah ada di dalam ruangan kerja mereka lalu Suci mengajak Mentari untuk menggeser kursinya ke samping Embun yang akan bercerita dan untungnya rekan kerja mereka yang lain belum ada yang datang karena masih jam istirahat.


Setelah mereka berkumpul Suci berkata


" Bun coba jelaskan pada kami apa yang kamu lakukan semalam?".


Mentari yang tidak mengerti dengan ucapan Suci hanya diam dan menyimak pembicaraan dua sahabatnya itu.


Embun menarik napasnya dalam dan berkata " Iya aku sudah melakukannya semalam".

__ADS_1


"Apa" kaget Suci walau dia sudah menebaknya tapi dia masih tidak percaya dengan yang di ucapkan Embun


Mentari yang penasaran saat melihat Suci kaget bertanya "Kenapa kamu kaget Ci, dan apa yang kamu lakukan semalam?".


__ADS_2