
Ucapan Embun terus berputar di pikiran Reyhan seperti sebuah kaset yang terus berputar.
"Embun benar jika aku hanya seorang pengecut". ucap Reyhan dalam hati sambil berjalan dan tanpa sengaja dia menabrak mentari yang sedang berdiri di lobi kantor.
"aw" pekik Mentari yang di tabrak Reyhan dan hampir saja Mentari terjatuh jika saja Reyhan tidak langsung memegang tangan Mentari.
Mentari berkata " kalau jalan itu pakai mata jangan palai kaki masa iya orang segede ini gak kelihatan".
tapi setelah itu dia berkata lagi "Tapi terimakasih karena kamu sudah menolong saya".
Mentari berterima kasih pada orang yang telah menolongnya tanpa melihat dulu siapa yang menabrak dan menolongnya itu.
Mentari menegakkan tubuhnya lagi dan langsung melihat orang yang telah menabraknya, Mentari kaget karena yang menabraknya adalah CEOnya, dia menatap mata Reyhan karena itulah yang bisa Mentari lihat dari wajah CEOnya.
"Untung aku tadi langsung berterimakasih setelah memakinya jika tidak aku pasti akan di pecat". ucap Mentari dalam hati sambil terus menatap mata CEOnya itu.
__ADS_1
Mentari tidak mengalihkan pandangan matanya karena dia merasa sangat mengenali sorot mata CEOnya itu.
Sementara Reyhan merasa bahagia karena bisa melihat wajah Mentari secara langsung lagi.
Mentari yang sudah sadar jika yang dia tatap adalah CEOnya langsung menundukan kepalanya "Aku lupa di CEO ku" ucap Mentari dalam hati.
Reyhan yang melihat Mentari menunduk langsung pergi tanpa mengatakan apapun karena jika dia berkata Mentari akan langsung mengenalinya.
"Aku pikir apa yang di katakan orang-orang tentang dia hanya gosip saja dan sekarang aku baru saja percaya jika dia seperti es yang dingin".
Embun dan Suci yang baru kembali dari toilet merasa heran karena Mentari tertawa sendiri.
"Tari kamu menertawakan apa?" tanya Suci
"Iya kamu menakuti kami Tari". ucap Embun
__ADS_1
"Aku menertawakan CEO kita, coba kalian bayangkan jika es itu menyatakan perasannya pada orang yang di cintainya, ah itu pasti sangat lucu" ucap Mentari yang masih tertawa.
"Kenapa kamu menyebut CEO kita es, padahal kamu pernah bilang jika yang di katakan orang-orang hanya gosip semata" tanya Suci
"Bagai mana aku tidak menyebutnya es dia menabrak ku sampai aku terhunyung dan hampir jatuh dan dia pergi tanpa mengeluarkan satu kata pun padaku?" ucap Mentari memberitahu alasan dia menyebut CEOnya es.
Embun langsung menjawab mentari namun dalam hati "Dia bukan tidak mau meminta maaf Tari, tapi dia takut jika dia berbicara kamu akan mengenalinya".
"Sudahlah ayo kita pergi dan aku harap ini terakhir kita membahas CEO pengecut itu lagi". ucap Embun yang masih kesal pada Reyhan
"Embun kamu kenapa? apa kamu ada masalah dengan CEO kita". tanya Suci
"Ya aku sangat membenci sifatnya yang pengecut, coba kalian pikir kenapa dia terus memakai masker jika dia bukan seorang pengecut".
"Terserah kamu saja bun, aku tetap menyukai CEO kita apapun keadaan dan sifatnya" ucap Suci yang membela Reyhan lalu dia bertanya pada Embun "Bun apa kamu akan di jemput Samudra?".
__ADS_1
"Iya aku akan terus di jemput olehnya setiap hari selama aku masih bekerja". ucap Embun dan ucapan Embun berhasil membuat Suci dan Mentari iri lalu Suci berkata " Andai pacarku tidak tinggal di luar negri, pasti dia akan melakukan hal yang sama dengan Samudra".