
Mentari masuk ke kamarnya setelah dia menemui sang kakek.
Setelah mentari pergi kakek Guntur menyuruh supir pribadi Mentari untuk menemuinya.
tok tok tok
"Masuk" ucap sang kakek
Pak sopir masuk dan Dia berkata "Maaf tuan jika boleh saya tau kenapa anda meminta saya datang kemari".
"Saya ingin tau bagai mana dengan pengawal baru Mentari apa dia di baik-baik saja". tanya kakek Guntur
"Reyhan baik-baik saja tuan". ucap sang sopir.
"kenapa dia baik baik saja?" tanya kakek Guntur karena biasanya pengawal Mentari akan sangat kelelahan karena Mentari menyuruh mereka untuk melakukan hal yang membuat mereka sangat kelelahan.
"Karena nona Mentari tidak memberikan tugas apapun pada Reyhan tuan" ucap sang sopir.
"Apa karena Reyhan tampan?". ucap kakek Guntur
"Sepertinya bukan tuan". ucap sang sopir
"Lalu apa alasannya?".
__ADS_1
"Mungkin karena Reyhan sahabat nona Mentari tuan". ucap sang sopir.
Kakek Guntur kaget saat tau jika Mentari dan Reyhan bersahabat dan terlintas sebuah ide di benaknya lalu kakek Guntur tersenyum.
Sedangkan di dalam kamar Mentari terus memikirkan Reyhan, dia tidak menyangka di saat dia sudah tidak lagi mencari Reyhan, Reyhan malah datang dengan sendirinya.
Mentari melihat jam di ponselnya dan dia berkata
"Apa dia sudah tidur?".
Mentari keluar kamarnya berniat ingin menghampiri Reyhan, entah kenapa dia nekad ingin melihat Reyhan.
Mentari berjalan seperti biasa namun matanya terus mengawasi setiap ruangan yang dia lewati karena dia takut ada orang yang melihatnya menemui Reyhan.
Mentari sampai di kamar Reyhan dia mencoba untuk membuka pintu kamar Reyhan namun tiba-tiba akal sehatnya kembali "Apa aku sudah kehilangan akal sehat ku sehingga aku memutuskan untuk datang kemari, sebaiknya aku segera kembali sebelum ada yang melihat ku". ucap mentari.
Mentari ketakutan karena dia merasa jika tadi dia tidak melihat siapapun berada di dekatnya dan Mentari berkata sambil menutup matanya" Maaf tuan hantu saya hanya kebetulan lewat saja tidak berniat mengganggu anda".
Reyhan yang mendengar perkataan Mentari berkata "Aku bukan hantu nona".
Mentari yang mendengar jika yang menyentuh bahunya adalah Reyhan langsung membuka matanya "Eh Reyhan ternyata, aku pikir kamu siapa?".
"Maaf nona ada keperluan apa anda datang kemari" tanya Reyhan
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa Rey aku hanya kebetulan lewat saja".
"Oh kalau begitu saya permisi dulu, karena saya ingin segera beristirahat" ucap Reyhan walau dia merasa heran dengan apa yang di katakan Mentari
"iya silahkan" ucap Mentari dan dia juga langsung pergi dengan langkah yang lebar dan terus merutuki perbuatannya.
"Sungguh sangat memalukan" ucap Mentari namun setelah dia sampai di dalam kamarnya dia berkata "Dia bukan orang bodoh pasti dia tau jika aku tadi datang ke sana untuk menemuinya, sudah terlanjur ketahuan lebih baik aku kembali ke sana".
Mentari kembali ke kamar Reyhan dia langsung membuka pintu kamar Reyhan yang tidak terkunci dan betapa kagetnya dia saat melihat Reyhan yang hanya memakai celana pendek yang sedikit besar dan kaos dalam yang berwarna putih.
Mentari tertawa karena untuk pertama kalinya dia melihat Reyhan hanya memakai pakayan seperti itu.
"Sumpah Rey kamu lucu sekali" ucap Mentari
Reyhan yang kaget karena melihat Mentari kembali dan masuk kedalam kamarnya tanpa permisi.
Reyhan melihat Mentari dengan tatapan tidak percaya jika mentari seberani ini masuk ke kamar seorang laki-laki di malam hari.
"Tari kenapa kamu masuk kedalam kamar ku" ucap Reyhan
"aku ingin bertemu dengan mu Rey" ucap mentari sambil terus tertawa dan itu membuat Reyhan ingin menghentikan tawa Mentari.
Reyhan mendekati Mentari, dan Mentari langsung terdiam lalu memundurkan langkahnya sampai tubuhnya menyentuh dinding kamar Reyhan.
__ADS_1
Reyhan terus melangkahkan kakinya sampai jarak mereka sangat dekat lalu Reyhan menatap Mentari dan Mentari langsung menutup matanya.
Reyhan tersenyum karena melihat Mentari menutup matanya dan dia langsung berkata "kenapa kamu menutup mata mu".