Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Bertemu Samudra


__ADS_3

"Maaf karena ketidak sabaran ku membuatmu marah" ucap Suci


"Aku tidak marah Ci" ucap Embun lembut


"Terus kenapa tadi kamu meninggikan suaramu". ucap Suci


"maaf aku tidak sengaja, tadi aku masih kesal pada bos kita karena dia mengerjaiku" ucap Embun


"Maksud kamu bos kita mengerjai mu?".


" Iya, dia sengaja membuatku lebih lama di sana" ucap Embun


"kamu aneh bukannya senang bisa berlama-lama dekat dengan bos kita yang pasti ganteng itu". ucap Suci


"Iya ganteng banget lebih ganteng dari Reyhan, tapi aura bosnya membuat napasku sesak rasanya udara di ruangan itu sangat sedikit" ucap Embun


Mentari yang tadinya hanya diam kini bersuara karena nama sang pujaan hati di sebut Embun


"Bun kamu jangan bercanda mana ada orang yang lebih ganteng dari Reyhan, tunggu kenapa dia menunjukan wajahnya padamu?".


"Aduh aku keceplosan" ucap Embun dalam hati, Embun terdiam sebentar karena dia harus memikirkan alasan yang masuk akal agar bisa menyakinkan kedua temannya.


"Bun kenapa kamu diam?" ucap Mentari karena Embun terdiam.

__ADS_1


"Eh maaf ini aku sedang melihat layar komputeku sebentar" ucap Embun berbohong.


Mentari mempercayai alasan Embun karena mereka memang sedang bekerja tapi karena dia masih penasaran dengan jawaban Embun diapun bertanya lagi "Terus kenapa dia bisa membuka maskernya?".


"Itu karena pas aku masuk dia baru selesai minum" ucap Embun berbohong lagi


"Apa kamu tidak mengetuk dulu pintu ruangannya terlebih dahulu" tanya Mentari


Embun menjawab lagi dengan alasannya "sudah, tapi dasar aku sedang beruntung tiba-tiba saja pintunya terbuka sendiri mungkin karena tidak tertutup rapat".


"Mungkin pintunya terbuka karena kamu mengetuknya memakai tenaga dalam bun he he he". ucap Suci


"Mungkin" ucap Embun dan mereka tertawa karena itu hal yang mustahil.


Mentari masuk kedalam mobilnya lalu dia berkata pada Rey untuk mengantarnya kesebuah taman.


Rey mengiyakannya karena Rey pikir Mentari ingin menikmati sore hari di taman tersebut.


Sampailah mereka di taman yang lumayan luas, Mentari turun dari mobilnya dan menyuruh Reyhan untuk menunggunya di dalam mobil karena dia tidak ingin di ganggu.


di sana banyak orang tua yang masih muda sedang mengajak bermain anak mereka dan itu membuat Mentari membayangkan jika dia memiliki beberapa anak dari seorang Reyhan.


"Duh pasti mereka sangat lucu" ucap Mentari dan tanpa disadari mentari Samudra sudah ada di dekatnya dan dia berkata.

__ADS_1


"Mereka siapa?".


Mentari kaget dan dia berkata "Eh kamu kapan nyampenya?".


"sejak kamu bilang pasti mereka sangat lucu," ucap Samudra.


"Oh, itu aku sedang membayangkan jika aku memiliki beberapa anak dan mereka pasti lucu-lucu". ucap Mentari.


"Oh pasti mereka sangat lucu karena mominya cantik, tari Apa boleh aku duduk di sini" tanya samudra


"Tentu boleh, duduklah" ucap Mentari dan Samudra duduk di samping Mentari dan itu membuat hati Reyhan sangat panas.


Reyhan sangat cemburu saat melihat Samudra duduk di samping Mentari, dan itu membuatnya ingin menghampiri Mentari tapi dia mengurungkan niatnya karena teringat jika dia sudah menyuruh Mentari orang lain untuk menjadi pacarnya.


Sementara Mentari sedang berbicara tentang tujuannya mengajak Samudra bertemu.


"Dra maaf aku mengajak mu bertemu di sini" ucap Mentari


"Tidak masalah, memangnya ada keperluan apa sampai-sampai kamu mengajakku bertemu di sini" ucap Samudra


"Sebenarnya aku ingin meminta tolong pada mu untuk memanas-manasi Reyhan" ucap Mentari


"Maksud kamu?".

__ADS_1


"Maksud aku, aku ingin membuat Reyhan cemburu dengan kita berpura-pura pacaran.


__ADS_2