
Mereka pun bercerita sampai lupa waktu mungkin karena sekarang mereka sudah tidak bekerja jadi mereka sangat lama bercerita
"Astagfilurllah" ucap Suci dan hal itu berhasil membuat kedua sahabatnya kaget
"Ada apa Ci?". tanya Embun
"Aku lupa jika tadi ijin pada suamiku hanya sebentar tapi yang aku lakukan malah sebaliknya jadi teman-teman aku haru segera ke kamar ku lagi".
"Aku pikir karena apa, tapi ya sudah kamu cepat ke kamar mu sebelum dia menjemput mu kemari". ucap Mentari
"Terima kasih teman-teman karena mengijinkan aku pergi".
"Iya sama-sama, cepatlah pergi", ucap Mentari lagi dan sesuai yang di katakan kedua sahabatnya Suci pun pergi meninggalkan mereka.
Setelah Suci pergi Mentari berkata "Tidak terasa ya Bun, sebentar lagi kita akan mempunyai seorang anak dan Suci pun pasti akan menyusul kita".
"Ya aku juga berharap secepatnya dia hamil agar usia anak kita nantinya sama dan kita bisa terus bersama".
"Maksud kamu bagai mana?". tanya Mentari yang kurang mengerti dengan apa yang di katakan Embun
"Maksudku jika anak kita seumuran pasti sekolah juga barengan bukan?, nah pas ada acara wisata di sekolah mereka, pasti kita bakalan ikut dan kita akan sama-sama berwisata".
"Kamu ini kejauhan mikirnya Bun nih anak kita nya juga belum lahir kamu udah bicara tentang sekolah mereka". ucap Mentari yang merasa jika ucapan Embun terlalu jauh
Embun tersenyum karena yang di katakan Mentari memang benar dan karena merasa jika keinginannya sudah terpenuhi Embun mengajak Mentari untuk pulang dan Mentari mengiyakannya karena dia juga harus ke rumah Deni karena orangtua angkat Reyhan menyuruhnya untuk datang kesana.
***
Mobil yang membawa Mentari sampai di depan pagar rumah Deni dan setelah menunggu sangat lama akhirnya pagar rumah Deni terbuka dan memperlihatkan ibu angkat Reyhan.
__ADS_1
Setelah mobil masuk Mentari keluar dari mobilnya dan langsung memeluk sang ibu angkat suaminya yang sudah tersenyum padanya.
"Apa kabar bu ?" ucap Mentari setelah melepas pelukannya.
"Ibu baik, kamu apa kabar?" jawab sang ibu
"Aku baik bu, bu kenapa ibu yang membuka pagar kemana satpam yang biasa menunggu di pos sana?".
"Oh mereka di suruh Deni membantu bapa memanen ikan".
"Panen" tanya Mentari yang ingin memastikan jika yang dia dengar tidak salah.
"Iya , apa kamu mau ikut memanen ikan?" tanya ibu
"Mau bu pengen tau gimana rasanya memanen ikan, tapi ibu jangan bilang pada mas Rey takutnya dia marah".
"Iya aman, ayo," ajak ibu sambil berjalan menuju tempat kalam ikan berada.
"Bu aku ingin masuk ke kolam itu" tunjuk Mentri pada kolam yang baru akan di panen ikannya.
"Apa tidak apa-apa nak?" tanya ibu yang khawatir
"Tidak apa-apa bu asal mas Rey tidak tau".
"Kamu yakin?"
"iya yakin bu"
"Yasudah kalau kamu yakin tapi jika suami mu tau dan marah jangan salahkan ibu".
__ADS_1
"Sip bu" jawab Mentari semangat
Baru juga Mentari akan masuk kedalam kolam tiba-tiba terdengar suara yang sangat menyebalkan di telinganya dan dia berkata
"Jika kamu masuk kedalam sana kamu tidak boleh berkumpul dengan kedua sahabat mu".
Mentari yang mendengar ucapan suaminya langsung memasang wajah masamnya karena hal yang di katakan Suaminya adalah hal yang tidak ingin dia tinggalkan.
Mentari membalikkan badannya dan langsung menatap Reyhan dengan rasa kesalnya.
"Kenapa dia datang sebelum aku masuk kedalam kolam sih" ucapnya dalam hati sambil berjalan melewati Reyhan menuju tempat yang lebih teduh.
Saat mentari akan duduk tiba-tiba suara orang yang dulu pernah menghuni hatinya berkata "kasihan yang ingin berenang di empang tidak jadi".
"Diam" ucap Mentari galak
"Jangan gitu bu bos, bu bos mau tau tidak cara membalas pak bos".
"Apa?" jawab Mentari antusias karena memang dia ingin membalas suaminya.
"Jangan di kasih jatah saja beres bukan".
"Maksud mu jatah apa?".
"Kau ini aku malu jika harus mengucapkannya pada mu secara gamlang, walau kita sudah lama berteman".
Mentari yang mengerti ucapan Deni berkata "Oh jatah yang itu aku tidak bisa melakukannya Den".
Seketika Deni tertawa terbahak-bahak dan itu membuat Mentari berkata "kenapa kau menertawakan aku".
__ADS_1
"Ya karena kamu tidak bisa melakukannya dan itu artinya kamu selalu menginginkan sentuhan dari Reyhan bukan?".
Maafnya baru bisa up sekarang karena kemarin kemarin saya ada kesibukan yang mengakibatkan saya tidak bisa menulis.