Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Ayo pulang


__ADS_3

Mentari langsung masuk kedalam mobil suaminya tanpa berkata apapun pada suaminya.


Suci menghela nafasnya setelah duduk di dalam mobil suaminya


"Kenapa membeli barang ini saja sudah terasa tegangnya apalagi besok saat aku menggunakannya" ucap Mentari sambil melihat barang yang dia beli.


Reyhan yang masih diam di luar berdecak dan berkata "Sebenarnya apa yang dia beli sampai tidak mengajakku". Reyhanpun beranjak dari tempat dirinya berdiri dan langsung masuk kedalam mobilnya lalu dia berkata "Sebenarnya apa yang kamu beli sayang, sampai tidak menungguku untuk menemanimu membelinya".


Mentari menatap Reyhan dan tersenyum sangat manis sampai Reyhan melupakan apa yang ingin dia ketahui barusan.


"Mas ayo jalan kita langsung pulang" ucap Mentari memanpaatkan keadaan Reyhan yang tidak terlalu fokus tapi gagal.


Bukan Mentari tidak mau jujur pada suaminya tentang dugaannya, tapi dia ingin memastikan dulu jika dugaannya benar dengan mengeceknya dengan tespek agar dia tidak memberi harapan palsu pada suaminya yang sudah terlihat sangat menantikan kehamilannya.


Reyhan yang tersadar langsung berkata "Jawab pertanyaan mas dulu baru kita pulang".


"Memang mas nanya apa?" ucap Mentari berpura-pura lupa


"Kamu" ucap Reyhan sambil memegang hidung Mentari dan menekannya saking gemasnya pada sang istri.

__ADS_1


"Mas sakit" ucap Mentari sambil mengipas hidungnya berharap rasa panasnya hilang.


Reyhan yang melihat mentari mengipasi hidungnya replek membantu Mentari menghilangkan rasa panas di hidungnya dengan meniup hidung Mentari.


Reyhan biasa saja saat meniup hidung mentari Sementara Mentari yang merasakan hembusan napas Reyhan sangat dekat merasa jantungnya berdebar dan entah kenapa fokusnya terus terarah pada bibir Reyhan yang terus meniup hidungnya.


Reyhan yang tidak merasakan pergerakan Mentari menghentikan tiupannya dan melihat Mata mentari dan senyuman seketika terbit di bibirnya, dan dia berkata


"Sayang apa bibirku ini terlihat sangat seksi sampai kamu tertegun seperti itu".


Mentari yang sudah sadar langsung menepuk pundak Reyhan dan berkata "Apa si mas aku itu cuman" ucap Mentari terpotong karena Reyhan sudah memotong ucapannya


"Cuman lihat bibir mas yang seksi bukan" dan Reyhan tertawa karena melihat wajah Mentari yang bersemu kemerah-merahan.


"Kenapa malu?" tanya Reyhan sambil mengangkat wajah Mentari dengan dua jarinya.


"Ya malu saja".


"Malu karena ketahuan sedang memandang bibir mas iya kan?" goda Reyhan lagi.

__ADS_1


"Sudah mas ayo pulang!".


"Mas bilang kita tidak akan pulang sebelum kamu bilang kamu sudah membeli apa sampai tidak mau di temani kedalam".


"Oh baiklah jika seperti itu mas beneran harus tidur di luar malam ini" ancam Mentari.


Reyhan berpikir cukup lama untuk menjawab tawaran Mentari


"Baiklah, ayo kita pulang tapi ingat jangan ingkar janji". ucap Reyhan setelah mendapatkan sebuah ide yang bisa membuat malamnya yang dingin menjadi malam yang panas.


"Iya mas, kapan juga aku ingkar janji ". ucap Mentari yang merasa jika dia tidak pernah mengingkari janjinya.


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang dan setelah lima belas menit mobil melaju, akhirnya mereka sampai di Rumah mereka.


Mentari yang sudah turun dari mobil langsung berpikir


"Apa aku harus berjalan pelan atau biasa saja".


lama Mentari memutuskan pilihannya dan membuat Reyhan yang sedang menunggunya menghampiri Mentari dan berkata "Sayang kamu itu kenapa?".

__ADS_1


"Tidak apa-apa mas ayo kita masuk" ucap Mentari yang sudah mengambil keputusan untuk berjalan normal karena selama ini dia berjalan tergesa-gesa tidak terjadi apapun pada kandungannya.


Ya mentari memang sudah yakin jika dia sedang mengandung karena terbukti perutnya yang sudah terlihat membuncit dan perasaannya yang sering mudah tersinggung.


__ADS_2