Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Seperti seorang Ayah


__ADS_3

"Apa tidak ada yang mencurigai mu Rey?"


"aku tidak tau tapi ada dua orang yang tau jika aku CEO mereka selain paman Deril". ucap Reyhan


Deni yang penasaran langsung bertanya lagi dengan semangat


"Siapa mereka apa salah satunya Mentari".


"Bukan Mentari tapi sahabatnya yang bernama Embun dia tau aku Reyhan CEOnya karena dia merasa aku mirip dengan CEO mereka dan dia tidak sengaja mendengar pembicaraan kita saat aku menelpon mu setelah aku terserempet motor waktu itu".


"Aku heran kenapa Mentari tidak mengenali mu dan siapa satu orang lagi?".


"Mungkin dia merasa jika aku mirip dengan CEOnya tapi dia pasti menepis semua pemikirannya karena yang dia tau aku sudah miskin, nah yang satunya lagi adalah seorang resepsionis aku sengaja memperlihatkan wajah ku padanya karena aku ingin bertemu dengan paman Deril".


"Oh, yasudah sebaiknya kamu beristirahat ini sudah sangat malam". ucap Deni tapi dia tidak pergi dari kamar Reyhan


"Kamu menyuruh ku istirahat tapi kamu masih disini" tanya Reyhan heran


"aku akan menunggumu sampai kamu tertidur".


"Sebegitu khawatirnya kamu padaku".

__ADS_1


"Tentu Rey aku Menyayangi mu seperti seorang saudara, jadi cepat tidur agar aku bisa kembali ke kamar ku".


"Baiklah, eh tapi jika aku tidak tidur apa kamu akan menemaniku?"


"Tentu saja aku akan melakukannya".


"aku hanya bercanda jangan memasang wajah seperti itu, aku juga mengerti jika kamu ingin tidur bersama istri mu bukan".


"Nah itu kamu tau, dan Rey kamu harus tau jika rasanya" ucapan Deni terputus karena dia ingat jika Reyhan akan bersedih jika dia melanjutkan ucapannya. "Ah sudahlah kamu cepat tidur saja".


"Iya bawel". ucap Reyhan


Setelah memastikan Reyhan tertidur Deni ke lauar dari kamar Reyhan dan menuju kamarnya, sedangkan di kamarnya sang istri sudah bersiap untuk tidur.


Mila yang di cium merasa beruntung karena dia sudah memiliki suami dan kisahnya tidak serumit Mentari dan Reyhan.


"Ada apa sayang" tanya Deni karena dia melihat istrinya tersenyum


"Tidak ada apa-apa mas aku hanya merasa bahagia karena kisah kita tidak serumit Reyhan dan Mentari".


"Kamu benar kita beruntung karena hal itu, sudah cepat tidur karena besok mas harus bangun pagi-pagi karena harus mengawasi Reyhan, mas takut jika dia hanya berpura-pura baik-baik saja" ucap Deni

__ADS_1


"Mas kalau di pikir-pikir kamu seperti seorang ayah yang menghawatirkan anaknya".


"Wah itu bagus sayang berarti jika nanti aku punya anak aku tidak akan merasa canggung lagi".


"Iya aku baru menyadarinya tadi dan setelah aku ingat ingat dari dulu sikapmu seperti itu pada Reyhan".


"Sayang" ucap Deni


"Apa" tanya Mila


"Kamu harus tanggung jawab"


"Untuk?".


"Untuk menidurkan bagian tubuh ku yang terbangun karena kita membahas soal anak, sepertinya dia ingin membuatnya lagi".


"Oh ya ampun aku menyesal sudah membahasnya, aku tidak mau mas aku cape ingin cepat tidur". ucap Mila


"Ayolah sayang, aku mohon padamu agar kita bisa cepat mempunyai anak " ucap Deni sambil memasang wajah yang membuat Mila tidak bisa menolak permintaan suaminya itu.


"Baiklah dan aku mohon lakukan dengan cepat".

__ADS_1


"Siap" ucap Deni semangat.


__ADS_2