Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Aku bukan orang yang taat


__ADS_3

"Kenapa dia mengambil semua kunci kamar" ucap Mentari sambil berjalan menuju kamarnya.


Dan setelah sampai di kamarnya Mentari melihat Reyhan yang sudah tidur dengan baju yang biasa dia kenakan, kaos dalam dan celana pendek.


ya Reyhan melakukannya bukan tanpa alasan dia pernah bilang pada Mentari jika dia tidak bisa tidur jika dia tidak berpakayan seperti itu karena hawa panas di kota itu, itu terjadi karena tubuhnya belum bisa beradaptasi lagi setelah lama tinggal di negara yang mempunyai empat musim.


Setelah puas melihat sang suami yang sedang tidur, diapun masuk ke kamar mandi untuk menggosok giginya sebelum dia beristirahat di kamar yang pernah di tempati Reyhan.


Mentari keluar dari kamar mandi dan dia melihat Reyhan tengah berdiri di balkon kamarnya dan tiba-tiba hati Mentari berdesir saat mendengar tangisan Reyhan


Ya Reyhan sedang menangis karena barusan dia bermimpi bertemu dengan kedua orang tuanya, kakanya juga paman dan kakeknya.


Di dalam mimpinya Semua orang yang dia sayangi tersenyum dan berterimakasih pada reyhan karena Reyhan tidak berniat membalas dendam pada orang yang telah mencelakai mereka.


Reyhan melepaskan tangisannya karena dia pikir jika Mentari belum keluar dari kamar mandi. ya Reyhan tau jika Mentari berada di kamar mandi karena tadi dia mendengar suara air dari sana.


Mentari yang tadinya marah langsung memeluk Reyhan karena merasakan kesedihan yang di rasakan Reyhan, Mentari berharap jika pelukannya bisa memberikan ketenangan bagi Reyhan yang sedang menangis.

__ADS_1


Reyhan tersentak saat ada yang memeluknya dan dia tersenyum saat tau jika yang memeluknya adalah sang istri.


"Mas kenapa menangis?" tanya Mentari


"Mas tadi mimpi bertemu keluarga mas".


"Oh terus kenapa mas menangis?".


"Mas kangen pada mereka, tawa mereka marahnya mereka, apalagi bunda mas sangat merindukan ocehannya yang sangat panjang lebar.


"Jika mas merindukan mereka besok kita pergi ke rumah Deni".


"Ya karena di sana ada ibu yang suka ngomel kalau kita berbuat salah dan ocehannya sangat lama, jika mas kangen di marahi buat saja ibu marah dengan membantu ibu memasak".


"Ko membantu ibu memasak, jika membantu ibu memasak ibu akan senang sayang bukan marah"


"Ya senang kalau masakannya tidak gosong tapi kalau masakannya gosong pasti ibu marah bukan".ucap Mentari sambil tersenyum

__ADS_1


Reyhan hanya tersenyum mendengar ucapan sang istri.


Dan setelah beberapa menit mentari memeluk Reyhan Entah kenapa Mentari ingat jika tadi dia ingin menghukum Reyhan, Mentari berpikir dan langsung mengusap dada Reyhan saat ide itu datang agar fokus Reyhan teralihkan karena dia ingin mengambil kunci yang berada di saku celana Reyhan yang salah satu kuncinya keluar dari saku celana Reyhan.


Reyhan menikmati usapan yang di berikan Mentari namun sayang dia sadar hanya satu tangan yang mengusap dadanya dan dia langsung bertanya-tanya kemana tangan Mentari yang satunya lagi dan dia langsung ingat tentang kunci yang berada di saku celananya.


Mentari yang tau jika reyhan sedang lengah langsung mengambil kunci yang keluar dan menariknya tapi Sayang saat Mentari sudah mengeluarkan semua kunci, Reyhan langsung menggenggam tangan Mentari dan mengambil kembali kunci--kunci tersebut dan Reyhan langsung masuk kedalam kamar mereka


"Mas". geram Mentari


"Apa sayang" ucap Reyhan yang telah duduk di pinggir tempat tidur.


Dan Reyhan berkata lagi "Sudah sayang, mas ingin tidur dan mas ingin di peluk lagi".


Mentari cemberut sambil melangkah dan Reyhan pikir Mentari akan menghampirinya tapi dugaan Reyhan salah karena mentari terus berjalan menuju pintu kamarnya dan saat Mentari akan membuka pintu Reyhan berkata


"Sayang kamu tau tidak jika seorang istri tidak menuruti perintah suaminya itu dosa".

__ADS_1


Mentari melihat Reyhan dan berkata "Aku tau mas tapi sayangnya aku bukan orang yang taat pada agama, aku bukan Suci atau Embun mas, jadi dadah mas, Emmuah" dan Mentari pun keluar dari kamarnya meninggalkan Reyhan yang kesal.


__ADS_2