
"Aku pikir kamu akan memakan makananku juga". ucap Embun
"Apa kamu sudah gila Bun masa iya aku mau memakan makananmu juga, nih perutku sudah penuh karena makanan yang aku pesan tadi terlalu banyak jika saja aku tidak begitu menginginkan semua makanan tadi aku tidak mungkin memakannya".
"Jadi ceritanya kamu ngidam". tebak Suci dan tebakannya benar karena di angguki Mentari.
"Terus biasanya kamu ngidam apa lagi, selain makanan tadi?".
"Aku tidak pernah ngidam lagi yang lain, karena ini pertama kalinya aku menginginkan sesuatu yang di luar akal sehatku".
Suci berdecak dan berkata "Ternyata calon anak mu tidak mau menyusahkan ayahnya".
"Alhamdulillah dia ngerti dengan kondisi ayahnya yang sibuk mengurus perusahaannya dan pusat perbelanjaan ini".
"Jadi tempat ini juga punya Reyhan" ucap Suci kaget karena baru mengetahuinya
"Iya ci tempat ini memang punya si bos, memangnya kamu tidak tau?".
__ADS_1
"Beneran aku tidak tau".
"tapi kenapa kamu tidak tau padahal jika kamu membaca tentang si bos di internet semua tentang bos kita tercantum di sana termasuk nama tempat ini juga tertera di sana".
"Maaf aku tidak tau karena sibuk memikirkan kisah cinta ku yang tak kunjung bahagia".
"Iya tidak masalah ci, lagi pula yang di katakan Embun itu bohong mana ada data diri mas Reyhan di internet fotonya saja tidak ada di sana" ucap Mentari menjelaskan jika yang di katakan Embun hanya ke bohongan saja.
"Terus kamu tau dari mana bun?" tanya Suci pada Embun
Embun tersenyum dan berkata "Aku tau dari mas Samudra".
"Sejak hari ini" ucap Embun jujur karena sedari tadi dia dan Mentari terus berbohong tapi bukan berbohong yang merugikan orang lain.
"Ah sudah lah aku pusing melihat tingkah kalian yang semakin berubah setelah menikah" ucap Suci yang benar-benar merasa aneh dengan sikap kedua sahabatnya hari ini.
Embun dan Mentari tersenyum dan Mentari berkata jika kamu sudah pusing dan ingin istirahat sebaiknya kita segera menuju hotel tempat kita akan menginap tapi sebelum itu kita beli cemilan dulu". ucap Mentari mengajak Suci dan Embun.
__ADS_1
"Ayo" jawab Suci dan Embun bersamaan.
Merekapun pergi ke tempat penjual makanan ringan dan setelah membayar semua belanjaan mereka bergegas menuju tempat parkir dan karena Mentari tidak di perbolehkan membawa barang terlalu banyak oleh Reyhan yang tadi menelponnya, sesaat sebelum mereka pergi dari tempat makan jadi Sucilah yang harus membawa barang Mentari.
"Tari kenapa kamu tidak menyuruh sekuriti atau pelayan di tempat ini untuk membantu kita membawa belanjaan mu ini" ucap Suci sambil mengangkat barang yang dia bawa.
"Maaf tapi aku sangat ingin kamu yang membawa barang-barang ku Ci, maaf ini kemauan calon anakku". ucap Mentari sambil mengelus perut yang sedikit membuncit.
"Ah dasar ponakan nyebelin aku doakan agar kulitnya sama seperti ku hitam manis".
"Aamiin" ucap Mentari dan Embun berkata "hus gimana kalau di aamiin malaikat yang lewat berabe nanti dia merasa bukan anak mamah dan papanya gimana?".
"Ya kalau warna kulit aku tidak masalah asal rupanya persis ayahnya saja apa lagi kalau laki-laki uhhh pasti banyak yang mengagumi ketampanannya yang berwarna hitam manis" ucap Mentari sambil membayangkan jika anaknya nanti berwajah seperti Reyhan dan warna kulitnya Hitam manis.
"Dasar, aku heran kenapa kamu tidak suka warna kulit laki laki berwarna putih" ucap Embun yang tidak habis pikir dengan selera Mentari padahal suaminya yang dia sayangi berkulit putih seperti orang luar negri.
"Iya padahal warna kulit suami mu berwarna putih bahkan putihnya melebihi warna kulit kalian" ucap Suci yang memperjelas ucapan Embun
__ADS_1
"Itu karena aku mencintai orangnya bukan kulitnya". jelas Mentari.