Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Cita-cita Mentari


__ADS_3

Mentari berpikir jika Reyhan benar-benar jatuh miskin dan dia menutupinya dengan berpura-pura pergi ke luar negri agar dia tidak malu, dan Mentari semakin yakin dengan pemikirannya karena Reyhan bekerja menjadi pengawalnya.


"Tari bukan kah kamu datang untuk bekerja?". tanya Reyhan


Mentari yang mendengar ucapan Reyhan langsung menyudahi lamunannya dan berkata "Oh iya saking senangnya bertemu dengan mu aku sampai melupakan pekerjaan ku".


Lalu Mentari berdiri dan melangkah menuju meja kerjanya.


Mentari fokus bekerja agar dia bisa cepat menyelesaikan pekerjaannya, sementara Reyhan hanya duduk dan melihat Mentari.


"Akhirnya sudah selesai juga" ucap Mentari lalu merapihkan semua berkasnya.


Lalu dia berkata lagi "apa kamu tidak bosan melihat ku seperti itu dari tadi".


Reyhan berdehem untuk mengurangi kegugupannya dan dia berkata "Maaf".


"Kenapa meminta maaf Rey" tanya mentari


"Karena aku memandang mu terus". ucap Reyhan


Mentari tertawa dan berkata "tenanglah aku tidak akan memarahi mu karena terus memandang ku, aku malah senang jika ada orang yang mengagumi kecantikan ku, ya sudah ayo kita pergi sekarang".


"Baiklah" ucap Reyhan dan dia berjalan mengikuti Mentari.


Semua mata karyawan perempuan tertuju pada Reyhan mereka benar-benar terpesona dengan sosok pengawal bos mereka, mereka terus berbisik memuji penampilan dan ketampanan yang di miliki Reyhan.

__ADS_1


Mentari dan Reyhan telah masuk ke dalam mobil dan Mentari berkata "Dari dulu sampai sekarang kamu masih saja menjadi pusat perhatian Rey, apalagi dengan warna kulit mu yang sekarang pasti makin banyak yang suka".


Reyhan yang mendengar pujian dari Mentari hanya tersenyum.


Sang supir yang merasa penasaran akan ke kedekatan mereka berkata " Maaf nona apa anda mengenal Reyhan".


Mentari pun menjawab "Tentu saja paman aku sangat mengenalnya dia adalah sahabat ku saat kami masih duduk di bangku SMA, dan kami baru bertemu lagi sekarang setelah 7 tahun lamanya kami tidak bertemu".


"Oh pantas saja anda sangat senang saat melihat Reyhan".


"Iya paman aku sangat senang sekali, ayo paman kita berangkat karena sebentar lagi jam kerja ku akan segera di mulai.


Mereka pun berangkat menuju tempat kerja Mentari, setengah jam berada di jalan akhirnya mereka sampai di parkiran tempat Mentari bekerja.


Reyhan yang melihat kantor mentari kaget karena Mentari bekerja di perusahaan miliknya dan dia bertanya "Maaf nona sebelum anda keluar dari mobil saya ingin bertanya pada anda".


"Apa anda bekerja di tempat ini?".


"Iya, memangnya kenapa?". tanya Mentari lagi


"Tidak apa-apa nona saya hanya bertanya saja".


Mentari yang mengerti akan rasa penasaran Reyhan pun berkata "aku bekerja di sini sebagai karyawan di bagian keuangan, aku bekerja di sini karena ingin mewujudkan cita-cita ku menjadi seorang karyawan di bidang ke uangngaan saja, dan itu menyenangkan Rey, karena di sini aku mendapatkan teman baru, ya sudah aku mau kedalam dulu dan kamu tidak perlu mengikuti ku".


"Baik nona" ucap Reyhan patuh.

__ADS_1


Setelah Mentari masuk kedalam kantornya Reyhan pun pamit pada Sang sopir karena dia ingin melihat-lihat kantor Mentari.


Sang sopir berkata "Apa kamu mau paman antar untuk berkeliling nak?".


"Tidak perlu paman, aku sendiri saja, oh iya apa paman mempunyai masker?".


"Ada"ucap paman supir dan memberikan sebuah masker pada Reyhan.


Reyhan mengambilnya lalu memakai masker tersebut dan dia keluar dari mobil Mentari lalu dia masuk ke dalam kantor tempat Mentari bekerja, dia mendatangi meja resepsionis dan berkata " maaf nona apa saya bisa bertemu dengan tuan Deril?".


"Maaf apa anda sudah membuat janji?"


"Belum nona, tapi katakan padanya jika Reyhan ingin bertemu". ucap Reyhan.


"Baiklah tunggu sebentar saya akan menghubungi beliau".


Tuan Deril yang akan masuk ruanagannya tiba-tiba menghentikan langkahnya karena sang sekertaris menghampirinya dan berkata.


"Maaf tuan di bawah ada seorang pemuda yang bernama Reyhan ingin bertemu anda".


Tuan Deril yang mendengar nama Reyhan langsung bertanya lagi pada sang sekertaris "apa ciri-ciri pemuda itu?".


"Dia bertubuh tinggi tegap berwajah campuran tapi kulitnya hitam".


"Aku pikir itu bos kita ternyata bukan karena bos kita kulitnya putih tidak hitam, tapi tanyakan pada dia, ada urusan apa dia ingin bertemu saya".

__ADS_1


"Baik tuan" ucap sekertaris tersebut dan menghubungi pihak resepsionis untuk menanyakan ada keperluan apa anak muda tersebut dengan atasan mereka.


__ADS_2