
Pagi sekali Mentari sudah terbangun dia sengaja bangun lebih pagi karena sudah tidak sabar untuk mengecek urinnya.
Mentari melepaskan tangan Reyhan yang memeluknya secara perlahan agar dia tidak membangunkan Reyhan yang pasti berujung tidak baik jika Reyhan terbangun saat Mentari tidak memakai pakayannya.
"Syukurlah dia tidak bangun" ucapnya setelah berhasil terlepas dari Reyhan.
Sebelum Mentari masuk ke dalam kamar mandi dia mengambil barang yang akan dia gunakan untuk memeriksa urinnya.
Mentari yang sudah masuk langsung mengambil urinnya dan mencelupkan benda tersebut kedalam wadah yang berisi urinnya dan sambil menunggu dia membersihkan diri.
setelah selesai dia memakai bajunya dan beraktifitas seperti biasanya sebelum berangkat ke kantor, Mentari tidak langsung melihat tes urinnya setelah mandi karena dia lupa.
Reyhan yang sudah bangun langsung masuk ke kamar mandi dan dia sedikit merasa heran karena melihat sebuah wadah yang berisi air dan sebuah benda seperti lidi tapi bukan lidi karena berwarna.
Reyhan yang penasaran langsung mengambilnya dan melihat dengan seksama "Sebenarnya benda apa ini, aneh sekali" ucap Reyhan dan meletakan benda tersebut kedalam wadahnya lagi.
Mentari yang baru ingat jika dia belum melihat hasil tes urinnya langsung berjalan tergesa-gesa ke lantai atas untuk melihatnya dan kebetulan pas dia membuka pintu kamarnya Reyhan juga baru keluar dari kamar mandi.
"Mentari langsung menerobos masuk ke kamar mandi tanpa menunggu Reyhan menjauh terlebih dahulu.
__ADS_1
"Ada apa dengannya" ucap Reyhan heran dengan tingkah Mentari "ah mungkin dia kebelet".
baru juga Reyhan selesai berucap Mentari sudah keluar dari kamar mandi dan memperlihatkan senyumannya.
"Hey sayang sebenarnya kamu kenapa? senyum senyum sendiri dan iya mas hampir lupa mana barang yang kamu beli semalam".
Mentari tidak menjawab dan langsung memberikan alat tes kehamilannya pada Reyhan.
Reyhan menyernyitkan dahinya lalu berkata " ini alat yang semalam kamu beli".
"Iya mas" jawab mentari dan tidak melunturkan senyumannya
"Dan kamu kenapa tersenyum begitu apa kamu mendapat sebuah kado pagi ini?".
"Reyhan merasa cemburu pasalnya dia tidak tau dari siapa kado yang di terima istrinya sampai istrinya tidak menyurutkan senyumannya.
"Siapa yang memberikan kado untuk mu sepagi ini?" ucapnya ketus
"Allah" jawab Mentari tegas
__ADS_1
Reyhan yang kurang paham langsung bertanya "maksudnya apa"
Mentari yang mendengar pertanyaan Reyhan langsung mengelus perutnya dengan sayang.
Reyhan yang mengerti dengan kode yang di berikan Mentari langsung memeluk mentari dan berkata "apa kamu tidak bohong sayang dan dari mana kamu yakin jika kamu sedang hamil.
"Karena aku sudah mengeceknya dengan tespek dan peganglah perutku sudah mulai buncit bukan..
dan ciri ciri lain seperti dadaku yang semakin berisi seperti kata mas semalam dan ciri-ciri yang lainnya dan untuk memastikan sudah berapa lama aku mengandung kita harus pergi ke dokter kandungan.
"Jadi yang semalam kamu beli adalah alat pengecek kehamilan ?" tanya Reyhan dengan wajah senangnya dan dia berkata lagi
"Ayo kita berangkat " ajak Reyhan yang sudah tidak sabar.
"Sabar mas ini masih pagi, dan aku mau memeriksanya nanti siang karena pekerjaanku tidak bisa ku tinggal sekarang.
"Baiklah" ucap Reyhan pasrah karena kemarin Mentari sudah memberi tahunya jika hari ini dia mempunyai sebuah rapat yang sangat penting dan tidak bisa di wakilkan.
Saat Reyha sedang asik mengelus perut Mentari dan beberapa kali mendaratkan kecupan di perut Mentari
__ADS_1
Reyhan dikagetkan dengan suara pesan di ponsel mentari "siapa sih yang menggangguku".
Mentari langsung mengambil ponselnya, membuka dan membaca pesan tersebut lalu dia mengetik sebuah kata dan mengirimnya.