
Embun dan samudra pun sampai di rumah orang tua Embun dengan selamat.
Karena sibuk memikirkan Reyhan, Samudra lupa tentang kemarahannya pada sang istri karena tidak membangunkannya tadi pagi.
lalu mereka sampai di kamar Embun dan Samudra mengingat kembali kejadian tadi pagi yang membuatnya sangat malu saat bertemu dengan kedua mertuanya.
"Sayang kemarilah" ucap Samudra yang sudah duduk di pinggir kasur dan menepuk pinggir kasur di sebelahnya yang mengisaratkan jika Embun harus duduk di sampingnya.
Embun yang sudah duduk bertanya "Ada apa mas?".
"Tolong kamu katakan kenapa tadi pagi kamu tidak membangunkan mas?". ucap Samudra langsung
Embun tersenyum sangat lebar sampai semua giginya depannya terlihat, lalu dia berkata "maaf mas bukankah tadi pagi aku sudah menulis alasanku tidak membangunkan mas.
"Iya mas juga sudah membacanya tapi apa kamu tau karena ulah mu mas merasa malu saat ketahuan baru bangun oleh ibu dan ayah" ucap Samudra
"Iya sekali lagi aku minta maaf karena aku tidak sengaja membuatmu malu, sebagai permohonan maaf ku, aku akan mengabulkan semua keinginan mas" ucap Embun yang tanpa pikir panjang dengan ucapannya.
"Perminntaan maaf di terima, tapi apa kamu yakin akan mengabulkan keinginan mas?"
"Aku janji akan berusaha mewujudkannya tapi hanya satu permintaan saja ok" ucap Embun sambil mengedipkan sebelah matanya.
Samudra yang mendapat kedipan Embun merasa darahnya berdesir
__ADS_1
"Kamu tenang saja sayang aku hanya memintanya hari ini saja dan hanya meminta satu hal" ucap samudra sambil tersenyum nakal
Embun yang melihat senyuman itu sedikit merinding dan dia langsung bertanya " jadi apa keinginan mas?".
"Aku ingin kita melakukannya sampai 5kali terhitung dari sekarang karena dia sudah bangun sejak tadi aku melihatmu di kantor". ucap Samudra memberi tahu keinginannya.
Embun tidak terima dengan permintaan Samudra yang akan membuat tubuhnya terasa sakit lagi lalu dia berkata
"Mas aku tidak mau".
"Lo tadi katanya akan mengabulkan semua permintaan mas tapi kenapa sekarang kamu menolaknya?".
"pokonya aku tidak mau mas" ucap Embun sambil berdiri
lalu dengan gerakan cepat Samudra langsung menarik tubuh Embun kedalam dekapannya dan dia berkata " janji adalah janji dan kamu harus menepatnya, aku janji akan sangat hati-hati".
Merekapun sudah berhasil bertukar peluh di sore hari dan saat Samudra baru merebahkan tubuhnya di samping Embun, dia berkata "Sayang kenapa sangat sulit sekali" tanya Samudra
"Apanya yang sulit mas".
"Memasuki mu, sampai rasanya aku seperti merasa baru di sunat dan dari tadi pagi kepunyaan ku terasa sangat ngilu saat tersentuh?".
"Jadi dari semalam kamu belum bisa masuk?".
__ADS_1
"Iya dan barusan pun belum" lalu samudra mengambil tangan Embun dan meletakan tangan Embun di bagian yang masih terasa ngilu dan Embun kaget karena merasa ukurannya berubah dan membuatnya geli sendiri.
Samudra berkata " ini rasanya sangat ngilu sayang, apa kamu tau cara menghilangkan rasa ngilu ini".
"Aku tidak tau mas, kenapa mas tidak bertanya pada teman mas yang sudah menikah pasti mereka tau" ucap Embun memberi saran
"Kamu benar aku harus bertanya, tapi aku tidak punya teman seakrab itu sayang" ucap Samudra lesu tapi di detik berikutnya, dia merasa jika dia sudah memasuki Embun seutuhnya dia akan terbebas dari rasa ngilu tersebut.
"Sayang apa kamu mau membantu mas untuk menghilangkan rasa ngilu mas" tanya Samudra yang meminta agar Embun membantunya.
"Jika aku bisa aku akan membantu mu" ucap Embun sambil melepas pegangannya dan tanpa di sengaja Embun melihat Samudra seperti kesakitan lalu dia berkata lagi dengan rasa ibanya " mas apa rasanya sangat ngilu dan sakit?"
"Iya sayang" ucap Samudra sambil menahan rasa ngilunya dan dengan cepat dia mengungkung lagi Embun dan langsung memasukan nya lagi, dan dengan tenaga yang sudah dia kumpulkan dia terus memasuki Embun sampai dia berhasil mesuk sepenuhnya.
Embun mencengkram punggung Samudra saat Samudra benar-benar memaksa masuk dengan tenaga yang sangat kuat dan Embun tidak tau dari mana tenaga itu datang.
Lalu mereka terkapar lemas dengan napas yang belum normal dan posisi mereka sekarang terbalik karena rasa ngilu Samudra sudah hilang sedangkan Embun merasa di bagian intinya seperti terrobek dan di perkuat dengan darah yang membasahi seprey kasur yang mereka gunakan.
"Sayang rasanya lega dan tidak ngilu lagi" ucap Samudra senang
"Iya mas senang, tapi aku sekarang yang merasa sakit aku pikir mereka lebay saat menceritakan jika rasanya sangat sakit karena tadi pagi aku tidak merasakan rasa sakit yang berlebih tapi sekarang aku sudah merasakannya dan aku ingin mencakar mu' ucap Embun marah
"Sayang kamu sudah mencakar ku, lihat punggung ku ini pasti banyak bekas cakaran mu bukan" ucap Samudra sambil memperlihatkan punggungnya yang terasa perih dan itu membuat Embun merasa bersalah dan Embun berkata
__ADS_1
"Maaf aku tidak sengaja mas" ucap Embun lesu
"Mas tidak marah sayang, mas malah senang karena kamu berhasil mempertahankannya sampai suami mu ini yang memasuki mu pertama kali dan mas merasakan seperti di sunat untuk yang kedua kalinya" ucap Samudra menenangkan Embun.