
Benar saja jika Mentari dan Reyhan berdebat sampai akhirnya Mentari mengalah karena tidak akan ada habisnya jika dia kekeh bahwa dirinya tidak bersalah dan Mentari pun berkata
"Baiklah aku salah aku minta maaf".
Reyhan masih memasangang wajah masamnya dan Reyhan berkata "Maaf saya belum bisa memaafkan anda".
"Anda" ucap Suci mengulang perkataan Reyhan
"Iya Anda".
"Baiklah jika mas ingin terus seperti ini, tapi apa mas yakin?, karena aku bisa melakukan yang lebih dari yang mas lakukan sekarang".
Deg.
jantung Reyhan seketika terasa berhenti berdetak saat Mentari berkata seperti itu karena dia tau apa yang di Maksud Mentari dan Reyhan langsung berkata
"Maaf sayang mas maafin kamu ko tapi jangan lakukan hal itu".
"Maaf, sudah terlambat jadi nikmatilah malam nanti tidur tanpa aku, dan permisi aku mau kembali kekantor ku". ucap mentari dan dia langsung pergi meninggalkan Lestoran tersebut.
"Dia yang salah tapi kenapa aku yang di hukum, dasar istri menyebalkan awas saja aku tidak akan membiarkan rencana mu berjalan lancar seperti yang sudah-sudah".
__ADS_1
***
Hari ini Reyhan pulang lebih awal karena dia harus merusak rencana istrinya dan rencananya akan gagal jika sang istri pulang lebih dulu.
Reyhan sudah sampai dan melangkah dengan sangat lebar lalu dia mencari kepala pelayan di rumah kakek Guntur.
setelah menemukannya dia meminta kepala pelayan tersebut untuk melakukan sesuatu agar rencana istrinya gagal dan dia bisa tidur bersamanya.
Dan setelah kepala pelayan melaksanakan perintahnya Reyhan tersenyum senang.
Kepala pelayan yang penasaran bertanya pada Reyhan, namun Reyhan tidak menjawab dengan jawaban yang di harapkan kepala pelayan tersebut tapi Reyhan malah berkata
"Nanti juga bapa tau sendiri jika istri saya pulang" ucapnya sambil tersenyum.
Tidak ingin terlalu lama berpikir Mentaripun masuk kedalam Rumahnya, dan dia merasa jika Reyhan bertingkah aneh karena dia sedang tersenyum padanya.
"Aneh kamu mas, di mana-mana juga istri yang menyambut Suami pulang kerja emm tapi maaf mas walau sekarang mas terlihat sangat tampan saat tersenyum seperti itu tapi itu tidak akan merubah rencana ku untuk malam ini" ucap Mentari lalu dia berjalan ke arah tangga dan menaikinya.
Namun setelah dia masuk kedalam kamarnya Reyhan tersenyum dan hampir mengeluarkan suara karena sebentar lagi Mentari akan kembali ke hadapannya.
Suara langkah Mentari sudah terdengar dan dia langsung berdiri di dekat Reyhan dan menengadahkan tangannya, dan dia berkata
__ADS_1
"Mana kunci kamar kita?".
"Maaf aku tidak akan memberikannya".
Mentari tidak habis akal diapun pergi meninggalkan Reyhan dan kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri dan menunggu jam makan malam di kamar saja, dan untungnya Reyhan tidak mengganggunya.
"aku memang tidak bisa tidur di sini karena kuncinya di sembunyikan, tapi aku bisa tidur di kamar lain dan tidak mungkin suami ku menyembunyikan kunci kamar yang lain.
Makan malam tiba dan seperti biasa dia melayani Reyhan di meja makan walau dia sedang marah pada Reyhan.
Makan malam selesai , mentaripun langsung berjalan ke arah kamar tamu dan kamar tersebut terkunci, tidak pasrah hanya di ditu dia terus mencari pintu kamar yang bisa di buka.
Sementara Reyhan sudah bersiap dengan setelan tidurnya yang tidak bisa tidur jika memakai atasan terkecuali kaos dalamnya.
Mentari bertanya kepada kepala pelayan
"Pak kenapa semua kamar di kunci dan kunci kamar yang biasa tergantung juga tidak ada, apa bapa tau di mana kunci-kunci itu?".
"Maaf nona tapi semua kunci kamar sudah di ambil termasuk kamar kakek juga".
"Oleh siapa dan untuk apa?".
__ADS_1
"Oleh suami anda dan untuk alasannya saya tidak di beri tahu"Jawab sang kepala pelayan.