
Tok tok tok "Permisi Bu" ucap Mentari
Ibu guru pun melihat Mentari dan berkata "Silahkan masuk!".
"Terimakasih Bu" lalu Mentari menghampiri guru kelas Reyhan dan meminta ijin jika Reyhan harus pulang terlebih dahulu, Setelah mendapatkan ijin Mentari mengambil tas Reyhan dan pergerakan Mentari tidak terlepas dari pandangan teman-teman sekelas Reyhan.
Setelah itu Mentari ke kelasnya dan meminta ijin untuk Deni lalu membawa tas Deni setelah dia mendapat ijin.
Mentari menuju gerbang dengan membawa 2 tas, "Ini tas kalian".
"Terimakasih Tari" ucap Deni sementara Reyhan tidak berkata apa-apa karena dia masih merasa lemas.
"Apa sebaiknya kita bawa dia ke rumah sakit" ucap Mentari
"Tidak perlu Tari sebagai calon tentara dia harus kuat". ucap Deni
"Yasudah cepat sembuh calon tentara" ucap Mentari
"kalau begitu kami pulang duluan Tari" ucap Deni setelah dia dan Reyhan menaiki motor Reyhan.
"Iya, hati-hati di jalan" ucap mentari.
Motor Reyhan melaju dengan kecepatan sedang dan sampailah mereka di rumah Reyhan.
Deni mendudukkan Reyhan di kursi ruang tamu, lalu bunda Sintia datang menghampiri mereka dan berkata "ada apa dengan mu nak ?".
"Dia sakit perut bun" ucap Deni setelah di duduk.
__ADS_1
"ko bisa memangnya kamu makan apa?"
"Bakso cinta bun" ucap Deni sambil tertawa
"Memangnya ada bakso cinta dan seperti apa sampai membuat Reyhan selemas ini" tanya ibu.
"Tidak ada sih bun itu hanya julukan ku saja karena Reyhan sampai seperti ini gara-gara dia makan bakso pedas di suapi orang yang dia suka bun"
"Ya ampun Reyhan Reyhan kalau kamu suka sama cewe ya jangan keterlaluan kan jadi seperti ini" ucap Bunda
"Yah bunda, namanya juga lagi jatuh cinta apapun akan di lakukan agar mendapat perhatian doi".
"Ya sudah apa kamu mau istirahat di kamar?" tanya binda
"Tidak bun di sini saja Reyhan tidak mau naik tangga" ucap Reyhan
"iya terimakasih sudah mengantar ku oh iya kamu bawa motorku agar kamu tidak jalan kaki dan besok kamu bisa langsung berangkat ke mol".
"Iya terimakasih, ingat saja kamu jika besok kita akan ke mol".
Reyhan hanya tersenyum dan mengambil uang di dalam dompetnya. "ini untuk membeli bahan bakar".
"Terimakasih kamu memang pengertian" ucap Deni
Bunda datang dari arah dapur karena bunda pergi kedapur setelah Deni berkata jika dia akan pulang.
"Den bawa ini sekalian buat ibu mu!".
__ADS_1
"Aduh kalian ini tadi dia yang memberi ku uang, sekarang bunda memberi ku bahan makanan"..
"Iya bunda tadi membeli bahan makanan terlalu banyak, jagi bunda kasih ke kamu saja".
"Terima kasih lo bun," ucap Deni
"kalau begitu aku pamit".
*
Keesokan pagi Mentari sudah berada di rumah Deni.
"Tari ngapain kamu kesini bukankah kita janjiannya di mol?".
"Aku khawatir dengan Reyhan apa sebaiknya kita tunda saja jalan-jalannya" ucap tari
tidak perlu mungkin Reyhan sudah berangkat ke sana".
"Ngapain dia ke sana sepagi ini" tanya Tari
"seperti biasa jika hari minggu dia selalu mengantar bundanya ke mol".
"Oh kalau begitu kita juga berangkat sekarang saja" ucap Mentari
"tidak bisa jika sekarang aku masih membantu ibu beres-beres". ucap Deni
"Sebenarnya yang anak perempuan itu kalian atau aku sih" tanya Mentari
__ADS_1
"Ya jelas kamu lah masa iya kami" ucap Deni sambil menyapu halaman.