Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Aku juga bisa


__ADS_3

"Aku tidak berpikir sejauh itu" ucap Mentari


"Untung Reyhan masih bisa mengontrol dirinya jika tidak aku tidak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi pada kalian berdua".ucap Embun dan dia berkata lagi.


"Ingat kamu jangan menemui Reyhan di dalam kamarnya lagi, jika kamu ingin berbicara dengannya kamu bisa mengajaknya berbicara di taman rumah mu".


"Iya baiklah", ucap Mentari


"Aku semakin mengaguminya, Tari apa boleh jika aku mengajaknya ke pesta ulang tahun Siska". ucap Suci


"Tidak boleh dia akan pergi dengan ku, aku ingin buktikan pada Siska jika aku juga bisa mendapatkan pacar yang lebih baik dari pacarnya". ucap Mentari


lalu Embun bertanya pada mereka "eh apa kalian sudah membeli gaun untuk dipakai ke sana tidak mungkin bukan jika kalian memakai gaun yang sudah pernah kalian pakai".


"Tentu saja aku belum membelinya, kalau kamu bagai mana Tari?" Tanya Suci


"Sama aku juga belum, eh nanti sore saja kita pergi membelinya sekalian aku mau membeli pakayan untuk Reyhan" ucap Mentari.


"Setuju" ucap Embun dan Suci.


Setelah menghabiskan makanan mereka, mereka kembali ke perusahaan untuk bekerja.


Sore hari telah tiba Mentari dan kedua temannya sudah bersiap untuk pulang.

__ADS_1


"Aku sudah tidak sabar ingin berbelanja bersama Reyhan" ucap Suci


"Dasar" ucap Embun


Mereka masuk kedalam mobil Mentari setelah Reyhan membuka pintu mobil Mentari, lalu Suci dan Embun berterimakasih pada Reyhan.


"Paman kita ke pusat perbelanjaan terlebih dahulu" ucap Mentari pada sopirnya


"Baik nona" ucap sang sopir


Lalu Reyhan bertanya "nona kita mau apa kesana?".


"Tentu saja kita akan berbelanja Rey" ucap Mentari


Setelah 30menit perjalanan Mereka sampai di tempat yang mereka tuju dan mentari berkata " Ayo semuanya kita beraksi dalam waktu yang singkat karena waktu makan malam kakek ku hanya beberapa jam lagi".


"Siap komandaan" ucap Suci dan Embun


Reyhan yang melihat bos dan kedua temannya bertingkah aneh langsung tersenyum karena perilaku mereka tidak terlihat seperti orang dari kalangan atas.


"Sudah jangan melihat kami seperti itu Rey, kami memang seperti ini jika akan berbelanja, karena di sinilah kami bebas mengekpresikan diri kami yang sesungguhnya". ucap Mentari.


"Pertama-tama kita menuju tempat pakayan pria yang berada di sebelah kanan tempat kita akan berbelanja, setelah dari dua tempat itu kemungkinan kita masih ada waktu untuk bermain di area permainan". ucap Mentari dan dia berkata lagi "Laksanakan".

__ADS_1


"Laksanakan" ucap mereka berdua.


Mereka berjalan dengan langkah yang terburu-buru, dan mereka sampai di tempat tujuan pertama mereka.


Mereka memilihkan satu set palayan untuk Reyhan dan setelah mereka menemukan warna dan ukuran yang cocok untuk Reyhan, mereka baru memanggil Reyhan yang sedang menunggu di luar dan dia seperti berbicara dengan seseorang yang sepertinya orang itu di kenali oleh Reyhan.


Telpon Reyhan berbunyi tanda panggilan masuk, dan dia berkata pada orang yang tadi berbicara dengannya "baiklah paman jika seperti itu saya akan datang besok untuk menghadiri pertemuan tersebut.


"Kalau tidak ada lagi yang ingin paman sampaikan aku kedalam dulu". ucap Reyhan.


Reyhan masuk menemui Mentari dan kedua temannya yang sedang tersenyum melihat Reyhan


"Rey coba ini" ucap Mentari sambil memberikan satu set pakayan lengkap beserta jasnya.


"Ini untuk apa nona" tanya Reyhan


" ini untuk kamu pakai di acara ulang tahun musuh kami". ucap Mentari


Reyhan berkata jika mereka tidak perlu repot-repot membelikan baju untuknya karena baju seragamnya saja masih baru.


"Ini kamu pakai saat kamu mendampingi saya untuk menghadiri acara tersebut sebagai pasangan saya". ucap Mentari.


Namun Reyhan masih menolaknya, karena merasa tidak pantas untuk mendampingi tuannya.

__ADS_1


__ADS_2