
Reyhan kesal karena dia pikir Mentari akan menuruti permintaannya.
"Dasar istri menyebalkan sudah membuat ku on eh dia malah pergi, tapi ya sudahlah sepertinya aku memang salah karena terlalu cemburu'.
"Tapi bagaimana lagi aku memang cemburu dan selalu merasa kesal saat dia memuji laki-laki lain".
Reyhan pergi ke balkon lagi dan tanpa di sengaja dia melihat Mentari memasuki kamar yang pernah di tempatinya dulu.
Reyhan bisa melihat Mentari masuk ke dalam kamarnya dulu, karena kamar para pekerja di rumah itu di bangun seperti sebuah kosan yang berjejer dan ada dua bangunan di sana yang satu untuk pekerja laki-laki dan yang satu lagi untuk para pekerja wanita.
Setiap bangunan memiliki empat kamar jadi total ada delapan kamar, dan kamar yang pernah di tempati Reyhan tidak pernah di tempati oleh siapapun karena Mentari melarangnya.
Reyhan terus memperhatikan tempat itu dan terlintas di benaknya untuk bermalam di sana bersama Mentari.
Reyhan sudah memakai pakayan yang layak jika bertemu dengan orang lain, dan dia terus berjalan menuju kamar yang pernah dia gunakan dulu saat menjadi pengawal Mentari.
Reyhan mencoba mendengarkan suara di dalam sana dan sudah tidak terdengar suara apapun tapi sayang saat dia ingin membuka pintu ternyata pintunya terkunci.
__ADS_1
"Ah dasar menyebalkan kenapa dia ingat untuk mengunci kamar ini".
Tadinya Reyhan ingin membuka kunci kamar tersebut dengan cara yang pernah di ajarkan Deni tapi dia mengurungkan niatnya karena merasa itu bukan ide yang baik dan dia pergi dari tempat tersebut dengan wajah masamnya.
Setelah sampai Reyhan merebahkan tubuhnya dan tidak membutuhkan waktu lama baginya untuk tertidur.
Mentari yang tadi sudah tidur tiba-tiba bangun karena merasa ada yang kurang karena tidak ada yang memeluknya,
"Kenapa juga aku merindukan pelukannya di jam seperti ini"
Mentari mencoba untuk memejamkan matanya lagi namun tidak bisa karena dia terus teringat betapa hangat dan menenangkannya pelukan Reyhan di saat dia tertidur.
Mentari sampai di depan kamarnya dan dia berkata sebelum memegang gagang pintu tersebut.
"Semoga tidak di kunci", dan ternyata pintunya tidak di kunci.
Mentari merasa lega karena pintu kamar mereka tidak di kunci dan itu tandanya dia tidak perlu kembali ke kamar yang tadi dia tempati.
__ADS_1
Mentari masuk seperti seorang pencuri.
kamar mereka terlihat gelap jadi dia tidak bisa melihat dengan jelas dan saat Mentari menutup pintu tiba-tiba lampu kamarnya menyala.
Deg
Jantung Mentari serasa berhenti sesaat karena lampukamarnya tiba-,tiba menyala dan dia langsung melihat ke tempat stok kontak di kamarnya.
Mentari tersenyum saat melihat Reyhan dan dia berkata dalam hati "Kenapa dia belum tidur padahal ini sudah tengah malam atau dia juga sama seperti ku terbangun setelah tertidur, apapun alasan dia tidak tidur itu tidak penting sekarang, karena yang penting sekarang aku harus menjawab apa jika dia bertanya".
Dan baru saja Mentari berpikir, Reyhan sudah menodongnya dengan pertanyaan "Kenapa kamu kembali".
Mentari hanya diam tidak bersuara dan tiba-tiba lampu kembali padam dan Mentari merasa tubuhnya melayang, Mentari yang berada di pangkuan Reyhan memberontak dan Reyhan berkata
"Diamlah jika kamu juga tidak bisa tidur karena berjauhan dari ku"
Mentari terdiam dan itu tandanya jika yang di katakan Reyhan benar, Reyhan meletakan Mentari dengan sangat hati-hati, dan Reyhan berkata "aku mohon sayang aku tidak bisa tidur lagi karena merindukan pelukanmu.
__ADS_1
Dan Mentari langsung meletakan kedua tangannya di bahu Reyhan yang masih dalam posisi membungkuk dan brug Reyhan yang tidak siap langsung terjatuh dan menimpa tubuh Mentari dan mereka tertawa bersama.
.