
Reyhan menangkap Mentari dengan sangat mudah karena Mentari belum bisa berlari.
"Sekarang kamu mau kemana sayang".
Mentari yang mendengar Reyhan memanggilnya sayang langsung terdiam karena merasa senang dengan panggilan tersebut.
"Hey kenapa tidak berontak lagi, padahal mas senang saat kamu memberontak".
Mentari yang ditanya bukannya menjawab pertanyaan Reyhan malah berkata "Mas panggil aku sayang lagi dong aku suka di panggil sayang sama mas'.
"Em bukannya kamu juga suka di panggil sayang oleh samudra".
"Mas ih" ucap Mentari
"Memang benarkan kamu seneng buktinya kamu terlihat senang saat di panggil sayang oleh Samudra dan sepertinya kamu nyaman saat berdekatan dengan Samudra".
"Mas tau kan jika aku berpura-pura pacaran dengannya".
"Iya mas tau dan kamu juga tidak mungkin bersama dia karena kamu sekarang sudah menikah dengan mas dan juga karena Samudra sudah menikah dengan Embun". ucapnya yang lupa akan janjinya pada Embun untuk merahasiakan pernikahannya terlebih dahulu
"Apa" kaget Mentari dan dia berkata lagi "Mas jangan bercanda".
"Mas tidak bercanda sayang, orang Embun sendiri yang memberi tahu mas".
"Awas mas aku mau telpon Suci". ucap Mentari sambil melepaskan tangan suaminya.
"Lo ko Suci"
__ADS_1
"Iya Suci, karena aku ingin tau apa dia juga sudah tau atau belum jika Embun sudah menikah dan jika dia sudah tahu awas saja akan aku cubit dia".
"Oh". jawab Reyhan singkat.
Mentari yang sudah terlepas dari pelukan Reyhan langsung mengambil ponselnya dan menelpon Suci.
Mentari menunggu beberapa saat sebelum Suci mengangkat telponnya.
"Halo pengantin baru ada apa jam segini nelpon aku?" ucap Suci yang sudah mengangkat telpon Mentari
"halo juga Ci, iya ada yang ingin aku tanyakan padamu".
"Apa?". tanya Suci bingung
"apa kamu tau jika Embun sudah menikah".
"Apa" kaget Suci dan dia berkata "kamu jangan bercanda Tari".
"Jadi yang kamu katakan barusan benar". tanya Suci lagi
"Iya mas Reyhan yang bilang".
"Cie yang sudah panggil mas sama mantan pengawal".
"Sudah jangan meledek lagi, sekarang kita harus memastikan jika yang di katakan Mas Reyhan benar atau tidak"
"Lalu bagai mana caranya?" tanya Suci
__ADS_1
"Aku akan ke rumah Embun sore nanti dan aku akan menunggumu di warung sebelum masuk gerbang komplek rumah Embun".
"Ok aku akan langsung kesana setelah pulang kerja" ucap Suci
"Kamu mau kemana Ci?" tanya Embun yang baru datang dari toilet dan sedikit mendengar ucapan Suci
"Itu aku mau pergi ke rumah Mentari apa kamu mau ikut". ucap Suci berbohong.
"Maaf Ci kalau hari ini aku tidak bisa karena Samudra mengajak ku pergi".
"Oh baiklah" ucap Suci dan dia berkata dalam hati "untung dia menolaknya jika tidak hancur sudah rencana Mentari".
*
"Mas apa boleh aku pergi" ucap Mentari sambil mengedipkan matanya.
"Tidak boleh" tolak Reyhan
"Tapi mas aku sudah janji dengan Suci".
"Siapa suruh kamu membuat janji tanpa bertanya dulu pada suamimu ini Hemm, tapi jika kamu ingin kesana kamu harus memenuhi permintaan suami mu ini" ucap Reyhan dengan mata yang berkedip genit.
"Aku tidak mau" tolak Mentari tegas
"Ya sudah jika kamu tidak mau mas tidak akan memaksa tapi itu artinya kamu tidak boleh kesana".
"itu namanya maksa mas" ucap Mentari cemberut dan setelah beberapa detik Reyhan berkata "baiklah tapi mas ikut".
__ADS_1
"Setuju" ucap Mentari senang.
Tadinya Reyhan ingin menggunakan kesempatan tersebut untuk membuat Mentari mewujudkan keinginannya, tapi karena dia mengingat kondisi Mentari yang sulit berjalan jadi dia mengurungkan niatnya itu.