
"Kenapa kau takut? bukankah kau menikmati semua sentuhan yang ku berikan" tanya Reyhan bingung sambil menatap kedua bola mata Mentari.
Mentari merasa malu dengan apa yang di ucapkan Reyhan dan tanpa di minta pipinya langsung merona.
"Hey pipimu langsung berubah jadi kemerah-merahan" dan itu membuat Reyhan gemas dan langsung mencubit hidung Mentari.
"Sayang lepas ini sakit" ucap Mentari dan salah satu kata yang Mentari ucapkan membuat hati Reyhan berbunga-bunga.
"Tari ulangi lagi aku ingin mendengarnya lagi, kata-kata mu membuat hatiku berbunga-bunga" ucap Reyhan dengan senyum yang sangat indah dan membuat jantung Mentari berdetak sangat keras.
"Hey kenapa kamu diam apa kamu menyukai senyuman ku yang ini?".
Mentari yang di tanya langsung gelagapan karena dia tidak mungkin menjawab jika dia terpesona melihat senyuman sang suami yang akan membuatnya sangat malu.
"A,aku tidak menyukainya" ucap Mentari berbohong
Reyhan yang tau Mentari berbohong langsung mengerjainya dengan mendekati Mentari dan membuat tubuh Mentari menempel di dinding kaca balkonnya karena dia terus memundurkan tubuhnya dan dia berkata
"Plis Rey jangan mulai lagi aku sudah sangat lelah untuk saat ini".
__ADS_1
"Emm jadi jika aku memintanya nanti malam bisa". ucap Reyhan jahil dan menampilkan wsajah mesumnya.
Mentari yang menyadari jika ucapannya salah dia langsung berkata "Tidak aku tidak mau" ucapnya dan langsung pergi.
"Hey aku bercanda" Teriak Reyhan yang melihat Mentari pergi dan membiarkannya.
Reyhan yang berada di balkon langsung melihat Rumahnya dan mengingat semua kenangannya bersama kedua orang tuanya, "Bunda Ayah apa kalian melihat ku sekarang,
aku sedang berbahagia karena sudah menjadi suami Mentari,
Dulu Bunda selalu meledek ku karena bunda tau jika aku menyukai Mentari dan Binda selalu mendoakan aku agar berjodoh dengan Mentari, dan sekarang lihat Bun aku benar-benar berjodoh dengannya, dan aku sangat bahagia".
"Ayah walau kamu terkesan cuek dan galak tapi aku tau jika kamu sama sayangnya seperti bunda menyayangi ku".
Mentari yang kembali ke kamarnya tidak sengaja mendengar suara Reyhan yang seperti menahan tangis langsung menghampirinya dan mendengarkan semua ucapan Reyhan sampai berakhir dengan Reyhan menghapus air matanya.
Mentari langsung mendekat dan berkata "Mas"
Reyhan yang tadinya menangis tiba-tiba tersenyum karena Mentari memanggilnya Mas, "Tari kumohon ucapkan lagi!".
__ADS_1
"Baik mas Reyhan yang paling aku sayangi dan cintai". ucap Mentari dengan wajah manjanya.
"Terimakasih Tari dan mas ingin kamu memanggil mad dengan kata mas" ucapnya tegas
"Aku tidak janji mas, tapi akan aku usahakan" ucap Mentari berbohong
Reyhanpun masang wajah sendunya lagi dan itu membuat Mentari langsung memeluk tubuh Reyhan dan berkata "Baiklah aku aka menuruti keinginan mu dan jangan mera sedih lagi" ucapnya lalu dia menggeleng geleng wajahnya di dada bidang Reyhan
"Tari jangan seperti ini aku takut dia bangun'. ucap Reyhan langsung melepaskan pelukannya
"Sudah mas dia sudah bangun aku merasakannya" ucap Mentari jujur dan mereka menatap Rumah Reyhan sambil berdiri berdampingan.
"Karena dia sudah bangun jadi ayo" ajak Reyhan dan Mentari berkata "aku tidak mau aku cape, tidakkah kamu mengasihani ku yang sulit berjalan ini".
Reyhan tersenyum dan berkata "tenanglah walau dia sudah bangun aku masih bisa menahannya sampai malam
Mentari senang karena Reyhan tidak akan memintanya "Mas kalau begitu aku ingin pergi kesana" tunjuk Mentari pada Rumah Reyhan.
"Maaf aku tidak bisa mengantarmu kesana" ucap Reyhan dan Mentari merasa heran dan dia bertanya "Kenapa?".
__ADS_1
"Aku masih tidak berani pergi kerumah itu Sayang" ucapnya sambil memeluk Mentari dari belakang dan dia berkata lagi "Kamu sangat harum Tari?".
"Terima kasih Mas" ucap Mentari.