
Embun, Mentari dan Suci sudah berada di halaman kantor dan mereka tidak sengaja melihat mobil Samudra yang berada di tempat parkir kantor mereka.
"Bun bukankah itu mobil Samudra?" tanya Mentari
"Iya itu seperti mobil Samudra bun" ucap Suci membenarkan perkataan Mentari
Embun langsung melihat arah yang di tunjuk kedua temannya, dan benar saja jika itu memang mobil Samudra.
"Kenapa dia datang kemari padahal tadi aku sudah menyuruhnya untuk tidak menjemputku ke kantor, awas saja jika dia sampai berkata jika kami sudah menikah".
Walau Kedua sahabatnya sudah di beri tahu tapi mereka belum percaya dengan yang di katakan Embun dan jika Samudra mengatakannya juga maka kedua sahabatnya akan percaya jika mereka sudah menikah.
Selain karena berkas-berkas pernikahan mereka belum siap Embun juga tidak tega memberikan kabar bahagia di saat Mentari sedang bersedih karena kehilangan Reyhan.
Samudra keluar dari mobilnya karena dia sudah melihat Embun yang sudah berada di halaman kantor, Samudra menghampiri Embun dan berkata " Hai sayang, hai semuanya, oh iya Tari terimakasih karena sudah memberi tahu ku tentang Embun yang masih mencintai aku dan karena kamu aku dan Embun sekarang sudah bersama lagi.
Mentari senang dan sedih karena mendengar ucapan Samudra. dia senang karena dia menjadi penyatu cinta mereka yang sempat padam dan dia sedih karena dia juga yang menjadi penyebab hilangnya kehormatan Embun.
__ADS_1
Embun mendekati Samudra dan berbisik "Tuhkan apa aku bilang dia pasti bersedih karena kita bersatu sedwngkan dia tidak bisa bersama dengan Reyhan".
Samudra menganggukan kepalanya karena membenarkan ucapan Embun.
"Kenapa kalian berbisik terus, jika kalian ingin pergi, pergi sana dan ingat jangan melakukan hal yang kalian lakukan semalam" ucap Mentari
Samudra bingung dengan yang di ucapkan Mentari tapi dia tidak ingin menanyakannya karena Embun sudah mengajaknya pergi dan dia hanya berkata "maaf aku duluan".
Tinggallah Mentari dan Suci di tempat itu.
"Suci apa aku harus menjebak Reyhan agar dia tidak bisa pergi lagi" ucap Mentari yang merasa frustasi dengan kisahnya.
"Tapi aku harus bagai mana Suci aku lelah dengan kisah ku yang tidak berubah dari dulu" ucap Embun bersedih
"Sabarlah mungkin sebentar lagi kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang tidak pernah kamu sangka".
"Aamiin, tapi itu kapan, aku sudah menunggu hari itu sejak aku keluar Sekolah Menengah Atas (SMA)". ucap Mentari lagi.
__ADS_1
"Sudah lebih baik kita pergi jalan-jalan, cuci mata di pusat perbelanjaan". ajak Suci pada Mentari, karena Suci berpikir itu adalah cara menghilangkan stres yang paling ampuh.
"Ayo tapi habis itu kita ke area permainan aku ingin memukul sesuatu di sana" ucap Mentari yang ingin memukul sebuah permainan.
Mereka berdua sampai di pusat perbelanjaan dengan selamat dan mereka mulai masuk kedalam tempat tersebut.
Pertama-tama Suci mengajak Mentari berburu pakayan yang sedang di diskon dan berebut dengan ibu-ibu yang sangat heboh.
setelah mendapatkan barang barang di sana mereka melanjutkan acara jalan-jalan mereka menuju toko yang menjual tas, sepatu dan aksesoris.
Suci yang ingat dengan leher Embun langsung membeli beberapa sal yang berbeda warna.
"Ci untuk apa sal sebanyak itu?". tanya Mentari merasa bingung
"Kamu juga harus beli siapa tau kamu akan menikah dalam waktu dekat dan membutuhkan sal ini untuk menutupi lehermu jika suami mu meninggalkan bekas gigitan sayangnya di sana". tunjuk Suci pada leher Mentari
"Kau saja aku tidak mau lagi pula dengan siapa aku akan menikah pacar juga tidak punya".
__ADS_1
"Yasudah ayo kita bayar semua ini dan kita langsung pergi ke area tempat bermain". ajak Suci yang melihat raut wajah suci mulai lesu lagi