Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Gedoran pintu


__ADS_3

Mentari merasa gugup karrna ini pertama kalinya dia duduk di pangkuan seorang laki-laki.


"Jangan takut mas tidak akan melakukan hal yang akan membuat nyawamu terancam ". ucapnya berbisik di telinga Mentari.


Mentari mencoba menormalkan detak jantungnya dengan meminum minumannya.


"Sayang apa boleh mas memeluk mu".


"Ya boleh" ucap Mentari tanpa penolakan.


"Yes" ucap Reyhan dalam hati dan mulai memeluk Mentari


Mentari yang sudah meminum minumannya berkata "mas awas aku mau menyimpan gelas"


"Silahkan asal kamu duduk lagi di sini"


'Iya Mas" ucap Mentari lembut.


Mentari pun menyimpan gelasnya di atas nakas dan sebelum kembali dia mengambil ponselnya.

__ADS_1


Sesuai janjinya dia duduk kembali di pangkuan Reyhan sambil mengirim pesan pada sang kakek


"Sayang apa boleh aku melakukan ini' ucapnya sambil meraba dua bagian tubuh Mentari yang sangat dia sukai.


"Boleh" jawabnya singkat.


Reyhan tersenyum dan langsung melakukan hal yang sedari tadi ingin dia lakukan, Reyhan melakukan hal tersebut dengan sangat lembut dan perbuatan Reyhan itu membuat satu ******* lolos dari mulut kecil Mentari.


Saat Reyhan sedang asik dengan kegiatannya Mentari berkata "Mas boleh tidak jika aku melihat wajah mas'.


Reyhan menganghuk karena sudah tidak mau mengeluarkan suaranya karena sedang merasakan sensasi yang sedang menyerang tubuhnya.


Mentaripun duduk kembali dengan posisi yang berbeda dan Reyhan tersenyum bahagia karena respon Mentari yang seperti mengijinkannya untuk melakukan hal yang lebih, lalu merekapun melakukannya lagi.


Reyhan yang sedang berolahraga pagi merasa terganggu dengan gedoran tersebut.


"Is dasar pengganggu dia pasti sengaja melakukannya". ucap Reyhan dan dia berkata lagi, "Maaf sayang aku tinggal sebentar" ucapnya lalu memungut celana pendeknya untuk dia pakai lalu dia membuka pintu.


Pintu terbuka dan Reyhan langsung berkata dengan nada kesalnya "Kau sudah gila menggedor pintu kamar ku seperti itu".

__ADS_1


"Aku tidak gila, tapi aku sengaja menggedornya agar kamu kesal karena olah raga pagi mu terganggu". ucap Deni sambil berlari.


"Deni...." teriak Reyhan "jika saja ini sudah tuntas sudah ku kejar dia dan ku ajak berkelahi" kesal Reyhan sambil berjalan menuju tempat tidurnya karena ada hal yang masih harus dia tuntaskan.


Sementara Mentari tersenyum karena melihat suami dan Deni yang bertingkah seperti anak remaja.


Setelah membersihkan diri Mentari berkata "Mas tolong belikan aku pakayan, karena tidak mungkin jika aku terus di kamar ini aku juga ingin melihat tempat Ini karena sepertinya tempatnya sekarang sangat luas".


"Iya baiklah, tapi sebelum itu kita sarapan dulu". iya tapi maaf aku ingin sarapan di sini karena tidak mungkin aku keluar dengan pakayan seperti ini".


"Iya sayang, tunggulah sebentar mas akan membawa sarapan kita kemari".


Reyhan turun sendiri dari lantai atas dan dia langsung menuju ruang makan. Di ruang makan semua orang sedang sarapan, mereka sarapan terlebih dahulu karena Deni mengatakan jika Reyhan tidak akan sarapan bersama.


Reyhan yang sudah dekat dengan mereka langsung menyapa ayah dan ibu angkatnya lalu mencium tangan mereka, dia juga menyapa Mila tapi tidak dengan Deni karena mereka sudah bertemu tadi subuh.


Ibu yang heran karena Reyhan datang ke meja makan berkata "Rey katanya kamu tidak akan sarapan sekarang".


Reyhan melihat ibu angkatnya, ibu yang sudah hapal dengan tatapan itu langsung berkata "Deni yang bilang". ucap ibu sambil melihat Deni, lalu Reyhan juga melihat Deni, Deni yang di tatap semua orang berkata

__ADS_1


"Aku pikir dia akan lupa sarapan karena aktifitasnya di dalam kamar".


"Mas kamu ini, aku pikir Reyhan yang bilang sendiri jadi kami tidak menunggunya sarapan,". kesal Mila karena dia merasa bersalah pada Reyhan karena mereka sarapan tanpa menunggu Reyhan datang.


__ADS_2