
Tiba-tiba sebuah ikan mendarat di tubuh Deni dan Deni langsung tersrnyum dan berkata "apa bu bos, apa ucapan ku benar jika kamu selalu menginginkan sentuhan dari suami mu itu?".
"Bukan karena itu Deni" ucap Mentari menekan kata Deni.
"Terus karena apa?". tanya Deni dan Mentari menjawab dengan nada ketus
" karena aku tidak bisa menghukumnya dengan cara itu, dia punya seribu cara agar aku tidak bisa menghukumnya".
Deni yang mendengar ucapan mentari merasa jika dia harus berguru pada Reyhan.
"Kenapa Senyum-senyum sendiri jangan bilang jika kau ingin berguru padanya?" tanya Mentari yang sudah bisa menebak isi kepala Deni.
"Kau memang benar, dan terimakasih atas saran mu dan sebentar lagi aku tidak akan menerima hukuman seperti itu lagi dari istri ku".
"Heh siapa yang memberimu saran" ucap Mentari yang sedikit menyesal sudah berucap seperti tadi.
"kamu barusan, oh iya aku kesana dulu ya bu bos mau menghampiri pak bos melihat yang panen ikan sekalian mau berguru" ucap Deni dan dia langsung berjalan menuju tempat Reyhan berdiri.
Mila yang baru menghampiri Mentari langsung menyapa dan cipika cipiki terus bertanya kabar lalu Mila bertanya lagi "Bu bos kenapa tadi wajahnya di tekuk apa mereka berdua membuat bu bos marah?".
"Iya tadinya sebelum kamu datang tapi sekarang sudah tidak lagi". ucap Mentari sambil tersenyum.
"memangnya tadi kenapa bu bos marah?".
"biasa di larang ini itu sama suami posesif, tapi ya sudahlah eh iya tadi kamu habis dari mana kenapa baru kemari?".
__ADS_1
"Biasa di dapur bantu beresin bekas makan semua orang, eh kamu sudah makan atau belum?".
"Memangnya kenapa kalau aku belum makan apa kamu mau menyiapkan makan untuk aku yang lagi banyak makan ini".
"Ya kalau bu bos mau, aku siap melayani bu bos dengan senang hati".
"yakin?".
"Iya yakin bu bos?".
"Yah tapi sayang aku baru makan".
"Is dasar bukannya ngomong dari tadi kalau sudah makan ini malah bicara kesana kemari".
"Sengaja ngetes kamu apa mau melayani istri bos mu ini" ucapnya sambil tersenyum dan senyum Mentari terlihat menjengkelkan di mata Mila.
"Iya belum " ucapnya lesu jika di tanya perihal kehamilan
"Jangan seperti itu mungkin kamu belum di beri karena Allah ingin kamu menikmati masa pacaran lebih lama".
"Iya tapi bosan".
"Sini pegang perut aku katanya kalau pegang perut ibu hamil suka ketularan hamil malah mitosnya kalau yang belum nikah juga bisa nyusul nikah lo".
"Kamu masih percaya dengan mitos seperti itu?"
__ADS_1
"Iya, tidak ada salahnya bukan ayo coba siapa tau berhasil bukan".
Setelah menimbang nimbang akhirnya Mila memutuskan untuk mengelus perut Mentari.
Mentari yang perutnya di elus Mila merasa geli sendiri dan berkata sudah ah mil aku geli".
"Iya aku lepas" ucap Mila sembari melepas usapannya
"Mil gimana kalau nanti malam kita bakar ikan terus ngundang kedua sahabatku yang baru nikah dan juga yang sudah hamil sama seperti ku".
"Boleh juga bu bos".
"Sekalian kamu sudah lama kan tidak bertemu Samudra".
Mila terdiam mengingat orang yang bernama Samudra dan di menit berikutnya dia berkata "maksud kamu Samudra ketos kita yang bertubuh gembul itu".
"Iya dia, oh iya kenapa kalian pas acara resepsi nikahannya tidak datang padahal aku nungguin?".
"Oh kan saat itu aku dan suami juga kedua orangtua mas Deni sedang berada di Bali".
"Oh iya aku lupa, nah berhubung dia nikahnya sama sahabat aku jadi sekalian kamu bisa lihat perubahan ketos gembul kita sekarang bentukannya seperti apa".
"Jadi penasaran, eh tidak usah nunggu nanti malam mending aku lihat dia dari ponsel kamu sekarang pasti kamu punya bukan?".
"Ada sih tapi mending nanti biar menjadi kejutan".
__ADS_1
"Ok deh".