
hari sudah sore dan waktunya bagi Suci dan Embun pulang kantor.
Walau Reyhan sekarang sudah bekerja langsung tapi mereka tidak pernah berpapasan karena Reyhan selalu datang di saat para karyawannya sudah mulai bekerja, Reyhan juga tidak pernah menyuruh mereka menemuinya namun berbeda dengan hari ini tiba-tiba Reyhan menyuruh mereka datang keruangannya saat mereka sedang bersiap untuk pulang.
Ya Reyhan menyuruh mereka keruangannya karena ingin memberi tahu tentang liburan yang akan dia berikan pada kedua sahabat istrinya itu.
Suara ketukan di pintu terdengar dan Reyhan langsung menyuruh orang yang mengetuk pintu untuk masuk, merekapun masuk dan berdiri di dekat meja kerja Reyhan.
"Selamat Sore pak". ucap Suci dan Embun berbarengan.
Ya Reyhan meminta semua karyawannya untuk memanggilnya pak jangan tuan seperti sebelumnya.
Reyhan pun menjawab "Sore, duduklah ada hal yang ingin saya bicarakan dengan kalian".
Suci dan Embun langsung duduk di sopa yang berada di Ruangan Reyhan atas perintah Reyhan yang tadi menunjuk sopa tersebut saat menyuruh mereka duduk.
Mereka duduk dengan hati gelisah karena tidak biasanya CEO mereka memangil mereka apa lagi CEO mereka berkata jika ada hal yang harus di bicarakan.
Mereka benar-benar bingung dengan apa yang akan di bicarakan Reyhan apa yang ingin di bicarakan Reyhan adalah sebuah kesalahan mereka tapi mereka merasa tidak membuat kesalahan.
__ADS_1
Reyhan duduk dan berkata " Tenanglah saya menyuruh kalian datang kesini bukan untuk saya marahi". ucap Reyhan saat melihat raut wajah Dua sahabat istrinya yang tegang seperti wajah seorang karyawan yang akan di marahi bosnya.
Perkataan Reyhan membuat wajah tegang Suci dan Embun hilang seketika karena yang mereka khawatirkan tidak akan terjadi.
"Hey santai saja kalian ini kalau di luar kantor saja hebohnya minta ampun saat meledek saya, tapi saat di kantor kalian seperti ini diam seperti takut melakukan kesalahan jika kalian mengeluarkan suara kalian".
"Maaf pak itu memang benar" ucap Suci
"Jadi pak ada keperluan apa anda memanggil kami" tanya Embun sedikit takut salah bicara.
"Baiklah kita langsung ke intinya saja, kalian berdua saya perintahkan untuk pergi keluar negri selama tiga hari bersama Mentari".
"Maaf pak dalam rangka apa kami pergi keluar negri?" tanya Embun
"dalam rangka menyenangkan istri saya karena dia ingin pergi ke negara x bersama kalian".
"Jadi anda menyuruh kami ke negara x" ucap Suci dengan wajah sangat senang
"Iya, tapi saya ingin kalian di sana mengikuti keinginan istri saya"
__ADS_1
"Siap pak bos" ucap Suci yang paling bersemangat
"Untuk waktunya mungkin awal bulan, oh iya Suci kamu punya pacar di sana bukan" tanya Reyhan pada Suci karena dia ingin mencegah Suci untuk memberi tahu kekasihnya jika mereka akan pergi kesana.
"Iya pak, memangnya kenapa?" jawab suci
"Tidak apa-apa tapi Menurut saya sebaiknya kamu beri kejutan pada dia di sana dengan datang menemuinya tanpa memberi tahu dia jika kamu akan pergi kesana".
Suci berpikir sebentar dan dia berkata "Baik pak terimakasih sepertinya itu ide yang sangat bagus, dan sekali lagi terima kasih" ucap Suci yang entah kenapa tiba-tiba Air matanya menetes.
"Ci, kamu baik-baik saja" tanya Embun.
"Iya aku baik" ucapnya Suci yang sudah menguasai dirinya lagi.
"Baiklah hanya itu yang ingin saya sampaikan dan untuk lebih detailnya kalian bisa tanyakan langsung pada istri saya".
"Kalau begitu kami permisi pak" ucap Embun dan mereka keluar Ruangan Reyhan dan setelah mereka sampai di ruangan mereka, Suci dan Embun berteriak saking senengnya.
Mereka berteriak karena meluapkan rasa bahagia mereka dengan berteriak karena hampir semua orang sudah pulang, mereka pun berjingkrak-jingkrak dan berakhir dengan saling memeluk.
__ADS_1