
Reyhan memutuskan untuk bekerja langsung karena para dewan sudah mendesaknya untuk hadir langsung di setiap ada pertemuan, entah apa alasan mereka memintanya karena selama hampir tujuh tahun mereka tidak protes jika Reyhan bekerja tanpa datang ke kantornya.
Tapi Reyhan berpikir pasitif mungkin mereka srperti itu karena sekarang mereka tau jika dia sudah ada di negara mereka.
Reyhan sudah masuk ke dalam kamarnya dan saat Reyhan sudah membuka baju luarnya tiba tiba pintu kamarnya di ketuk.
"Iya sebentar" ucap Reyhan sambil membuka kunci kamarnya.
Reyhan yang sudah membuka pintu kaget karena yang mengetuk pintunya adalah Mentari
"Maaf nona apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Reyhan
Mentari yang di tanya malah seperti menahan tawanya.
"Maaf nona kenapa anda seperti menahan tawa anda?".tanya Reyhan
"Iya Rey habis kamu terlihat lucu saat memakai celana dan kaos seperti ini?". ucap Mentari sambil tertawa
__ADS_1
"apanya yang lucu " tsnya Reyhan
"Entah aku juga tidak tau pasti padahal aku juga sering melihat orang lain memakai baju seperti ini, tapi saat melihat mu aku ingin terus tertawa".
"Oh, jadi ada perlu apa nona datang kemari apa nona tidak takut jika saya berbuat yang tidak-tidak pada nona". ucap Reyhan
Mentari menyudahi tawanya karena melihat Reyhan yang tidak suka karena dia mentertawakan penampilannya dan dia berkata "Kamu ini ada ada saja Rey, aku tau kamu dari kita masuk SMA walau kita baru dekatnya pas mau keluar sekolah". ucap Mentari
"Apa nona tidak takut jika sifat saya akan berubah menjadi orang yang suka berbuat yang tidak pantas".
"Jika sifat mu seperti itu pasti dari kemarin malam kamu sudah melakukannya Rey, memang ada yang berubah darimu tapi bukan Sifatmu yang itu"
Mentari yang mendengar ucapan Reyhan sampai terbatuk "oh ya ampun walau itu benar tapi bukan itu, perubahan kamu yang membuatku sedikit tidak percaya adalah ucapan mu yang seperti barusan sungguh aku tidak percaya jika kamu bisa berbicara seperti itu".
Reyhan tersenyum mendengar ucapan mentati dan Mentari berkata lagi "untung tawamu tidak berubah jika saja berubah mungkin aku akan lari dari sini".
"Jadi ada apa nona kemari, seperti tidak ada hari esok saja apa nona sengaja ingin melihat ku berpakayan seperti ini? apa terlihat sangat seksi nona" ucap Reyhan menggoda Mentari.
__ADS_1
"Kamu ini Rey percaya diri sekali" ucap Mentari
"Habis untuk apa nona datang malam-malam seperti ini?".
"Ini" ucap Mentari memberikan beberapa lembar uang berwarna merah
Bukannya menerima Reyhan malah berkata "maksudnya ini apa, anda ingin menyewa saya nona, Maaf nona saya bukan orang sewaan untuk menemani nona".
"Astagfirullah Reyhan kamu benar-benar ya, ini uang untuk ongkos kamu pergi dan kembali dari pusat perbelanjaan, sumpah otak mu kenapa jadi kotor seperti ini , atau jangan jangan kamu" ucap Mentari menggantung
"Jangan jangan apa nona" ucap Reyhan sambil menarik tangan Mentari agar lebih dekat dengannya.
Karena Reyhan menarik tangan Mentari tiba-tiba jadi Mentari langsung menubruk tubuh Reyhan dan sebentar menikmati hangatnya tubuh Reyhan.
Reyhan juga menikmatinya dan tanpa sadar dia memeluk Mentari, namun setelah beberapa detik Reyhan tersadar dan langsung melepas pelukannya lalu dia berkata "nona sebaiknya anda cepat kembali, tidak baik jika anda terlalu lama di sini".
Mentari memberikan uangnya dan pergi tanpa bersuara karena kesal dengan Reyhan yang menyudahi pelukan mereka.
__ADS_1
"Ada apa dengan dia" ucap Reyhan yang tidak mendengar Mentari berbicara lagi dan dia berkata lagi "Ternyata memeluk mu bisa membuat ku merasa tenang Tari".