
"Mas tau dari mana jika dokter Andre bekerja di sana hanya sebentar?" tanya Mentari dengan rasa penasarannya.
"Andre yang memberitahu ku" jawab Reyhan apa adanya
"Dia mulai bekerja dari kapan mas?"
"kamu mau tau atau mau tau banget".
"Mas, kenapa sekarang mas suka berbicara berbelit-belit tidak seperti dulu" ucap Mentari sembari menatap mata Reyhan.
Reyhan tersenyum saat mata mereka beradu dan Reyhan berkata " Mungkin karena aku sekarang merasa bahagia dan hidupku tidak dalam tekanan siapapun".
"Maksud mas dulu merasa tertekan?". tanya Mentari menebak jika maksud ucapan Reyhan seperti itu.
"Ya dulu mas tertekan karena mas di paksa untuk menjadi seperti almarhum ayah, apa lagi setelah kakak mas meninggal alm.ayah semakin menekan mas untuk menjadi seperti dia menjadi seorang pengusaha".
Mentari mengangguk tanda mengerti "Terus kenapa sekarang mas bisa bahagia padahal sekarang mas menjadi seorang pengusaha bukan menjadi seorang tentara".
"Tentu saja karena sekarang mas menjadi pengusaha karena keinginan mas"
"Tapi kata orang-orang saat mas berada di luar negri mas sangat dingin bahkan katanya tidak pernah ada seorangpun yang melihat mas tersenyum".
__ADS_1
"wah jadi mereka mengatakan jika mas seperti itu?".
"Iya mas, jadi kenapa dulu mas seperti itu?"
"Itu karena mas belum bisa mengikhlaskan kepergian semua orang yang mas sayangi, terutama kedua orang tua mas yang meninggal secara bersamaan".
Mentari yang merasa bersalah karena sudah membuat suaminya mengingat masa lalunya yang pahit langsung menghampiri suaminya yang sedang duduk dan menundukan kepalanya.
"Maaf mas" ucap Mentari
Reyhan mengangkat kepalanya dan langsung memeluk pinggang Mentari dan menghirup aroma tubuh Mentari yang bisa menenangkan dirinya.
Setelah merasa puas Reyhan berkata "Sayang kenapa aku merasa jika akhir-akhir ini perut mu ini, terasa sedikit buncit".
"Kamu ini, mas bilang perutmu sedikit buncit bukan gendut".
"Ya sama saja mas artinya perutku gendut".
"Terserah kamu sayang tapi yang jelas mas berharap perut mu yang buncit ini berisi anak kita bukan lemak" ucap Reyhan sambil mengelus perut Mentari dan langsung menciumnya.
Deg
__ADS_1
Mentari terdiam karena mendengar ucapan Reyhan dan mengingat kapan terakhir dia datang bulan dan Mentari baru ingat jika setelah menikah dia tidak pernah mendapatkan tamu bulanannya lagi.
Reyhan yang melihat Mentari hanya diam berkata "Sayang kamu kenapa" Tapi mentari tetap melamun dan tersadar saat Reyhan mengngelitik perut Mentari.
"Mas, geli". ucap Mentari sambil barusaha melepaskan diri dari suaminya yang terus menggelitiknya.
"iya deh mas lepasin tapi jawab mas dengan jujur, barusan kamu lagi ngelamunin apa?".
Bukannya menjawab Mentari malah berkata " Mas antar aku ke mini market".
"Mau ngapain, ini sudah malam apa tidak bisa jika besok saja". ucap Reyhan yang tidak habis pikir dengan keinginan istrinya.
"Aku maunya sekarang mas bukan besok, karena barang yang akan aku beli harus aku pakai setelah aku bangun tidur".
Reyhan yang tidak tau barang yang akan di beli Mentari itu tetap mengantarnya karena dia melihat jika Mentari benar-benar membutuhkan barang yang ingin dia beli.
Setelah sampai di mini market Mentari langsung turun dari mobil Reyhan dan langsung masuk kedalam mini market tersebut tanpa menunggu Reyhan turun.
Dan saat Reyhan ingin menghampiri Mentari di dalam mini market Mentari sudah keluar dengan membawa barang yang sudah di belinya.
*****
__ADS_1
Terimakasih karena telah membaca karya saya, dan Maafkan saya karena sekarang saya jarang up karena sekarang bulan Ramadhan.