
Sementara di sebuah mobil ada seseorang yang sedang mendengarkan pembicaraan Reyhan dan Mentari.
Dia mendengarkan semua kata yang mereka ucapkan dengan sangat fokus karena dia tidak mau melewatkan satu katapun yang keluar dari mulut Reyhan dan Mentari.
Ya dia telah menyadap pembicaraan Reyhan dan Mentari setelah tadi dia menyimpan alat penyadapnya di dalam tas milik Mentari.
setelah mendapat jawaban yang selama ini dia cari diapun berkata " Akhirnya aku tau alasan mu tidak membalaskan dendam mu pada kami".
"Aku berjanji mulai saat ini aku akan berusaha menyadarkan ayahku agar tidak lagi mencari keberadaan mu, dan jika dia menemukan mu aku akan melindungi mu dengan nyawaku, itu aku lakukan karena rasa bersalah dan rasa terimakasih ku karena kamu tidak menjebloskan ayahku ke penjara atau karena kamu tidak membunuh Ayah ku"
Kembali lagi pada Reyhan dan Mentari yang sudah tidak berbicara lagi, ya mereka terdiam setelah Reyhan menjawab semua pertanyaan Mentari.
Reyhan terdiam karena memikirkan akan seperti apa hubungannya dengan mentari kedepannya.
Sementara Mentari memikirkan betapa hancurnya hati Reyhan saat itu, karena dia juga pernah merasakan rasa sakit yang sama seperti yang di rasakan Reyhan tapi mungkin tak sesakit Reyhan karena dia tidak pernah melihat kedua orangtuanya.
"Rey" ucap Mentari setelah sekian lama mereka terdiam.
"iya nona ada apa". ucap Rey yang mengganti nama panggilan Mentari lagi.
__ADS_1
Mentari yang tadinya merasa sedih karena nasib Reyhan kini merasa kesal karena ucapan Reyhan lalu dia berkata dengan nada kesalnya "Kenapa kau mengganti nama ku lagi".
"Maaf nona sesuai perjanjian setelah acara selesai sandiwara kita juga selesai". ucap Reyhan.
"Kau" geram Mentari yang tidak habis pikir dengan sikap Reyhan
"Iya nona" jawab Reyhan
Karena kesal pada Reyhan akhirnya Mentari langsung bertanya pada Reyhan karena takut jika Reyhan tidak mau membahas hal yang ingin Mentari tanyakan.
"Jadi hubungan kita sekarang bagai mana?" tanya Mentari
Mentari tidak menyangka jika Reyhan berkata seperti itu setelah semua pengakuan yang Reyhan katakan.
"Jadi kita tidak berpacaran atau semacamnya" ucap Mentari marah
"Iya nona, maaf tapi ini lebih baik bagi nona agar mereka tidak menyakiti nona" ucap Reyhan menjelaskan.
"Tapi Rey kita bisa berpacaran tanpa orang lain mengetahuinya" ucap Mentari memberi solusi
__ADS_1
"Maaf nona ini sudah menjadi keputusan ku" ucap Reyhan lalu dia berkata dalam hati
"maaf Tari mungkin jika kita berjodoh kita akan bersatu disaat aku sudah memastikan jika mereka telah berhenti mencari ku, aku ingin memiliki mu tapi aku lebih memilih melepas mu dari pada harus melihat nyawamu terancam karena aku".
Reyhan menghidupkan mobil Mentari dan langsung menjalankan mobil tersebut tanpa bertanya pada Mentari terlebih dulu.
Mereka sampai di kediaman Mentari, lalu Mentari turun tanpa mengucapkan satu katapun pada Reyhan seperti yang biasa dia lakukan pada Reyhan.
Reyhan melihat sikap Mentari berkata "Kamu pasti sangat marah pada ku, aku minta maaf atas pilihanku yang menyakiti mu".
Mentari Masuk dengan air mata yang sudah berderai, kakek Guntur yang melihat cucunya menangis berkata "Nak kamu kenapa, siapa yang sudah membuat mu menangis" tanya sang kakek panik karena untuk pertama kalinya dia melihat Mentari menangis selain saat nenek asuhnya meninggal dulu.
"Ke aku ingin Reyhan di pecat" ucap Mentari masih dengan tangisannya.
"Lo kenapa bukannya kamu menyukai Reyhan nak" tanya Kakek Guntur yang tidak habis pikir dengan keinginan Mentari.
"Iya karena aku menyukainya jadi kakek harus memecatnya" ucap Mentari membenarkan ucapan kakeknya.
"Ayo kamu duduk dulu" ajak sang kakek lalu dia memberikan air hangat pada Mentari.
__ADS_1
Mentari duduk dan meminum air tersebut dan setelah dia merasa lebih tenang dia mengulangi permintaan nya lagi pada sang kakek namun kakek Guntur tidak langsung mengiyakannya sebelum Mentari memberikan alasan yang masuk akal padanya.