
Karena semua tamu sudah pulang begitu juga orangtua Samudra, Embun dan Samudrapun pergi ke kamar Embun dan saat mereka berjalan Samudra berkata
"Aku tidak menyangka jika kita akan menikah seperti ini dan aku juga baru sadar kenapa Mentari tidak bisa menerimaku".
"Iya aku juga tidak menyangka jika kau sekarang menjadi suamiku dan entah apa yang akan di katakan kedua temanku jika mereka tau aku sudah menikah, eh iya kamu bilang tadi jika kamu baru menyadari alasan kenapa Mentari tidak bisa menerima mu?".
Namun sebelum Samudra menjawab mereka masuk terlebih dahulu ke kamar Embun, dan atensi Samudra tertuju pada sebuah Foto dirinya yang berada di atas meja rias Embun bersama dengan foto Embun dan Foto kedua teman Embun.
"Sayang kemarilah" ucap Samudra
Embun yang berada sedikit jauh dari Samudra menghampiri samudra yang berada di dekat meja riasnya lalu dia berkata " ada apa?".
Samudra langsung mengikis jarak di antara mereka dan memegang pinggang Embun lalu dia berkata
__ADS_1
"Kamu tadi bertanya apa alasan Mentari tidak bisa menerima ku bukan".
"Iya, memangnya apa?"
"Alasannya karena kamulah jodoh ku bukan dia" ucap Samudra dan dia langsung mengecup bibir Embun sekilas karena gemas melihat Embun yang sedang mendongak dengan wajah penasarannya.
Tapi karena respon Embun baik atas ciumannya jadi Samudra melanjutkannya sampai malam pertama mereka lalui dengan keringat yang sangat banyak.
*
"Gara-gara dia seluruh tubuhku terasa sakit semua" ucap Embun sambil melihat Samudra yang masih tertidur.
Embun turun dari kasurnya karena dia ingin segera membersihkan dirinya, saat melangkah dia merasakan jika area intinya lebih sakit dari anggota tubuh yang lainnya, tapi karena Embun ingin bekerja diapun menahan rasa sakitnya.
__ADS_1
Ya embun ingin bekerja karena dia tidak mau jika teman-temannya tau jika dia sudah menikah semalam.
Setelah Embun membersihkan dirinya dan sudah memakai baju kerjanya kini dia tinggal memakai riasan wajahnya seperti biasa.
Dia duduk di atas kursi dan melihat ke cermin lalu dia berkata " Oh ya ampun aku kira dia hanya bercanda dengan ucapannya yang akan menggigitku" ucap Embun sambil memperhatikan semua bekas gigitan sayang Samudra padanya.
Embun menutupi satu persatu bekas gigitan itu tapi dia tidak menutupi bekas gigitan yang berada di leher bagian belakangnya karena dia tidak akan mengikat rambutnya.
Setelah selesai berdandan Embun menulis sebuah surat untuk suaminya yang dia perkirakan tidak akan bangun dalam waktu dekat dan isi surat tersebut adalah
"Maaf mas aku tidak membangunkan mu karena aku tidak tega jika harus membangunkan mu yang masih nyaman dengan tidurmu, aku pamit untuk bekerja sampai jumpa nanti sore.
Dari istrimu Embun
__ADS_1
Setelah itu Embun membuka pintu kamarnya dengan sangat hati-hati karena takut membangunkan suaminya, setelah dia keluar dari kamarnya dia bernapas lega, dan pergi dengan langkah yang lebar agar jika suaminya bangun dia tidak akan bisa mengejarnya.
Ya dia tidak ingin Samudra bangun karena dia tidak mau jika dia harus mengulangi kegiatan panasnya lagi di pagi hari yang akan membuatnya tidak bisa berangkat bekerja, karena dia pasti akan kesiangan dan jika itu terjadi maka dua sahabatnya pasti datang kerumahnya dan menanyakan secara langsung apa alasan dia tidak bekerja dan itu akan membuat mereka tau jika dia sudah menikah.