
"Apa kabar kek" ucap Reyhan sambil mencium tangan kakeknya
"kabar kakek baik seperti yang kamu lihat, lalu bagai mana dengan mu nak?
Reyhan merasa heran dengan pertanyaan kakeknya karena kakeknya sudah pasti tau keadaannya saat ini tapi demi menghargai kakeknya dia pun menjawab pertanyaan sang kakek.
namun sebelum dia menjawab pertanyaan kakeknya, dia sudah di ajak sang kakek untuk masuk kedalam mobil sang kakek.
Setelah mereka masuk kakak Elang mempertanyakan hal yang sama pada Reyhan "jadi apa kamu baik-baik saja".
"Keadaan ku sedang tidak baik ke, seperti yang kakek tau aku sedang bersedih karena kedua orangtua ku yang belum sadarkan diri, karena aku tidak bisa mewujudkan cita-cita ku, dan karena aku harus tinggal di sini dan meninggalkan teman-teman ku". ucap Reyhan panjang lebar.
"Apa hanya itu?"
Reyhan tidak percaya dengan ucapan kakeknya yang hanya menyebut semua kasedihannya dengan kata hanya tapi Reyhan tetap menjawab pertanyaan sang kakek dan dia berkata
"Ya hanya itu ke, jika maksud pertanyaan kakek apakah Rey tidak bersedih akan kelangsungan perusahaan ayah, jawabannya tidak karena ada kakek yang akan mengambil alih perusahaan bukan?".
"Siapa yang mengatakan jika kakek yang akan mengambil alih perusahaan ayah mu".
__ADS_1
"Tidak ada tapi Rey menebaknya sendiri" ucap Rey
"Maaf Rey tapi sepertinya tebakan mu salah, kerena kakek tidak akan mengambil alih perusahaan ayah mu".
"Jika bukan kakek lantas siapa yang akan memimpin perusahaan ayah?".
"Kamu Rey"ucap sang kakek tanpa ragu
Reyhan tidak terlalu kaget mendengar perkataan sang kakek karena dia sudah memperkirakannya.
"Apa kakek tidak takut jika aku yang tidak bisa apa-apa ini akan menghancurkan perusahaan yang telah kalian bangun".
Reyhan menatap sang kakek tidak percaya. dan sang kakek tau bahwa Reyhan tidak mempercayainya lalu sang kakek berkata.
"Apa mentari cantik, oh pasti cantik dan kamu menyukainya bukan tapi sayang dia menyukai sahabat mu Deni".
Reyhan hanya menatap sang kakek dengan wajah menuntut penjelasan.
"Kakek tau dari bunda mu nak, bukan karena kakek memata-matai mu" bohong sang kakek
__ADS_1
Tapi Reyhan tidak percaya begitu saja karena dia tau sang kakek menyuruh seseorang untuk mengawasinya,
Saat itu dia sering merasa ada yang selalu mengawasinya dan dugaannya di perkuat oleh Deni yang pernah memergoki orang suruhan sang kakak sedang memantaunya dari jauh.
Reyhan tau jika orang tersebut adalah orang suruhan sang kakek karena Reyhan menyuruh Deni menyelidikinya.
Akhirnya Reyhan sampai di kediaman sang kakek rumahnya hanya satu lantai tapi sangat besar dan luas dan ada banyak ruangan di sana.
Reyhan mengantar kedua orangtuanya yang masih koma menuju sebuah kamar yang cukup besar untuk menampung dua tempat tidur, Kakek Elang menempatkan kedua orangtua Reyhan di kamar yang sama agar mempermudah mereka jika ingin melihat mereka.
Setelah kedua Orangtuanya memasuki kamar mereka, Reyhan pun menuju kamarnya jika dia sedang berkunjung ke rumah sang kakek.
Namun sebelum itu Reyhan berkata pada kedua orangtuanya
"Ayah cepatlah sadar aku mulai merasa rindu dengan semua teguran mu, ku mohon sadarlah aku sekarang merasa takut dan butuh ayah untuk menghilangkan rasa takut ku"
Lalu Reyhan menatap bundanya dan berkata " Bunda kumohon bunda juga harus bangun karena aku juga merindukan pelukan hangat mu di saat aku lelah dengan hidup ku, aku ingin bermanja-manja lagi di pangkuan mu seperti biasanya.
"Ayah bunda doakan aku agar aku bisa melewati cobaan ini dengan hati yang lapang, dan doakan agar aku bisa menjadi pemimpin yang baik bagi semua karyawan ayah".
__ADS_1