
Hasil pertemuan antara Samudra dan Mentari beserta kedua teman Mentari adalah Samudra yang mengetahui jika Embun masih menaruh rasa padanya, dan hari itupun di tutup dengan kegembiraan karena mereka bersenang senang di hari libur mereka kali ini.
*
Keesokan harinya saat semua sudah berada di dalam ruang kerja Suci bertanya pada Mentari kemana Reyhan, karena saat dia datang Reyhan tidak terlihat.
"Tari Rey kemana?".
"Oh dia sudah pergi". ucap Mentari santai
"Maksud kamu dia sudah tidak bekerja padamu lagi" ucap Embun memastikan
"Iya dia sudah pergi dan membawa hatiku, dan kalian tau? dia pergi tanpa berkata apapun padaku dan aku tau dia berhenti saat aku pergi ke kamarnya untuk melihatnya.
"Tapi kenapa dia keluar tidak mungkin bukan jika dia tidak betah bekerja dengan mu" ucap Suci
"Dia pergi karena kebodohanku yang memilih berpura-pura pacaran dengan Samudra" ucap Mentari yang tiba-tiba saja langsung meletakan kepalanya di atas meja karena merasa sedih.
Embun dan Suci hanya bisa berkata " sabar Tari semoga kamu mendapatkan pengganti yang lebih baik dari Reyhan.
Embun yang tau Reyhan adalah CEO mereka langsung bertanya pada Resepsionis saat jam istirahat, apakah dia melihat CEO mereka datang ke kantornya.
dia memilih bertanya pada resepsionis karena dia tidak berani bertanya pada Tuan Deril atasan mereka.
__ADS_1
"Apa mungkin Reyhan kembali keluar negri, tapi untuk apa dia pergi kesana bukankah dia sudah tidak punya alasan untuk pergi kesana".
Namun saat Embun berpikir tiba-tiba dia ingat dengan orang yang bernama Deni dia mencurigai Reyhan tinggal bersama Deni karena dia melihat jika Deni dan Reyhan sangat dekat saat mereka berbicara di telepon.
"Aku harus meminta alamat rumahnya dari Mentari".
Sesuai rencananya setelah dia pulang kerja dia meminta alamat rumah Deni dengan alasan jika saudaranya ingin menyewa seorang satpam pada Deni.
"untunglah dia percaya dengan alasanku". ucap Embun setelah menerima alamat yang di berikan Mentari.
Saat Embun ingin kerumah Deni tiba-tiba ban mobilnya bocor dan itu membuat Embun ketakutan saat menunggu orang bengkel datang membantunya.
Dia takut karena saat dia berhenti tepat di daerah yang sangat sepi dan ternyata tempat itu adalah tempat yang rawan kejahatan.
Ya Samudra kebetulan melewati jalan tersebut setelah Samudra melihat mobil yang berhenti adalah milik Embun dia pun menepikan mobil yang dia bawa.
Tok tok tok suara kaca mobil yang di ketuk.
Embun langsung mengangkat wajahnya dan melihat siapa yang mengetuk kaca mobilnya sambil dia terus berdo'a semoga orang yang mengetuk mobilnya bukan penjahat.
Embun yang melihat jika yang mengetuk pintu kaca mobilnya adalah Samudra langsung membuka pintu mobilnya dan langsung memeluk Samudra karena rasa senangnya bisa bertemu Samudra.
Jantung Samudra berdebar saat Embun memeluknya.
__ADS_1
"ada apa dengan jantungku kenapa berdetak dengan cepat?".
"Dra aku sangat senang ternyata kamu yang mengetuk kaca mobilku, aku sudah ketakutan di sini menunggu tukang bengkel kemari" ucap Embun yang masih memeluk Samudra sampai dia sadar saat samudra berkata
"Memangnya kenapa Dengan mobilmu?".
Embun mendongak dan sadar saat hembusan napas Samudra menerpa wajahnya.
"Eh maaf aku replek memelukmu karena merasa senang jika yang mengatuk kaca mobilku itu kamu?". ucap Embun menjelaskan karena dia merasa malu.
"Tidak apa-apa bun jika kamu masih ingin memelukku silahkan aku dengan senang hati menerima pelukanmu".
"Dasar kau" ucap Embun ketus
"Jadi" tanya Samudra singkat karena ingin menggoda Embun
" jadi apa?
"Jadi apa kamu mau jadi pacarku lagi".
Embun tersedak karena mendengar perkataan Samudra dan dia berkata " Kalau ingin menembak ku jangan di tempat seperti ini Samudra, kamu ini ada-ada saja lagi pula aku ini sudah tidak pantas untuk berpacaran" ucap Embun yang mengira Samudra hanya bercanda.
Samudra tertawa karena melihat wajah Embun biasa saja dan dia tau jika Embun hanya menganggap ucapannya sebuah candaan semata.
__ADS_1
Embun yang melihat Samudra tertawa juga ikut tertawa karena dia berpikir jika Samudra hanya bercanda dan itu membuat Samudra tertawa karena melihat raut wajahnya yang kaget.